
“tuan Raka.... maaf kan saya sedikit terlambat karena harus menyelesaikan dokumen ini” ujar Roy menatap ke arah Adelia.
“nona Adelia ternyata anda juga sudah datang” ujar Roy berbasa-basi menyapa Adelia sambil tersenyum smirk, tangannya menyalami dan mencium punggung tangan gadis itu.
“suatu kehormatan bagi saya mendapat undangan dari Tuan Roy” ujar Adelia berusaha untuk tenang dan terheran melihat sikap Roy.
Raka cs tampak menatap serius dan waspada ke arah Roy juga Adelia,
“ maaf sebelumnya tuan Roy, bisakah anda menjelaskan bagaimana nona Adelia berada di sini?!” tanya Raka yang langsung to the point.
“sebelum aku menjelaskan kehadiran nona Adelia di sini, alangkah baiknya kita duduk terlebih dahulu. Silahkan tuan-tuan...” ujar Roy mempersilahkan Raka cs dan Adelia untuk duduk di tempat yang telah tersedia.
Roy segera memerintahkan waiter untuk menghidangkan makan malam yang tentunya buatan koki terkenal di hotel itu, Raka, Bima dan Thio kembali duduk di tempat mereka. Adelia lalu duduk di samping Thio dan bersebelahan dengan Roy yang berada di samping kirinya.
Waiter lalu segera menghidangkan berbagai menu lengkap, Raka, Bima dan Thio masih belum menyentuh makanan menunggu penjelasan dari Roy tentang kehadiran Adelia di pertemuan mereka.
“sepertinya anda begitu penasaran dengan kehadiran nona Adelia” ujar Roy dengan kedua tangan yang sibuk dengan steak di hadapannya.
“maaf tuan Roy, tapi setahu kami kerja sama ini hanya antara perusahaan kami dengan anda. Lalu bagaimana bisa nona Adelia ada di sini?!” tanya Thio memberanikan bertanya pada Roy.
“sebelumnya saya meminta maaf pada tuan Raka karena belum memberitahu dan mengambil keputusan tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan anda. Seperti yang anda ketahui kinerja nona Adelia sangat baik, jadi saya memberi kesempatan padanya untuk bergabung dengan proyek CVB dan tentunya di bawah naungan perusahaan saya” jelas Roy penuh percaya diri, membuat Raka dan lainnya saling berpandangan.
Mendadak Adelia merasakan pusing yang teramat lalu jatuh tidak sadarkan diri. Mereka semua terkejut melihat kejadian itu, Thio bangkit dari tempat duduknya menghampiri Adelia.
“Nona Adelia.... No...na...aaadeeell.....” Mendadak Thio pun merasakan pening dan tidak sadarkan diri, dilanjutkan Roy dan Bima yang juga tidak sadarkan diri.
__ADS_1
“ Bim.... Thiii... Oooo....tu....” Raka pun merasa pening dan berat di kepalanya dan membuatnya tidak sadarkan diri.
Semua yang berada dalam ruangan itu sudah tidak ada yang bergerak, pintu ruangan itu terbuka dengan Waiter dan beberapa anak buah Roy muncul dari balik pintu. Wajah mereka tertutup masker khusus melangkah masuk ke ruangan itu, salah seorang dari mereka melangkah menuju sudut ruangan.
Dia mengambil sebuah alat pengharum ruangan yang isinya sudah di campurkan dengan obat tidur dosis tinggi masih tampak beroperasi.
Waiter itu mengeluarkan dua jarum suntik yang sudah berisi cairan, lalu dia melangkah mendekati Roy dan Adelia yang masih tidak sadarkan diri. Waiter itu langsung menyuntikkan isi cairan pada Adelia dan Roy, sedangkan beberapa dari mereka akan mengangkat tubuh Thio dan Bima.
****
Tok.... tok... tok....
Terdengar ketukan di depan pintu kamar milik Sabrina yang baru saja menyelesaikan kegiatan ibadahnya, dia mengenakan hijab yang terlampir di kursi meja riasnya lalu melangkah menuju ke pintu kamarnya.
Sabrina membuka pintu dan mendapati Yohan berdiri di sana.
“Sorry, Miss Sabrina has bothered you, Mr. Nicholas has been calling you but he didn't pick up at all (maaf nona Sabrina telah mengganggu anda, tuan Nicholas sedari tadi menelepon anda tapi sama sekali tidak di angkat)”
“oopss.. Sorry I forgot, my phone was on silent so I didn't even notice there was an incoming call. Is Nick home yet? (oops... Maaf aku lupa, ponsel ku dalam keadaan diam jadi aku sama sekali tidak menyadari ada telepon masuk. Apa Nic sudah pulang?)”
“no miss, sir's work is a little time consuming. However, the young master is trying to get home as soon as possible. Oh yes, I almost forgot, the young master ordered me to ask you to wait for him in his room (belum nona, pekerjaan tuan sedikit menyita waktu. Tapi, tuan muda mengusahakan untuk pulang secepatnya. O ya hampir saya lupa, tuan muda berpesan pada saya untuk meminta anda menunggu beliau di kamarnya)” ujar Yohan menatap ke arah Sabrina dengan tatapan heran.
Badhum.... badhum.... badhumm....
Sabrina merasakan detakan jantungnya yang berdetak dengan cepat dan keras, dia teringat dengan kejadian saat siang tadi di saat Nicholas memperlakukannya sangat lembut.
__ADS_1
Pipinya merona seketika menambah kecantikan gadis itu, Yohan termenung saat melihat reaksi Sabrina yang berbeda dari biasanya.
“miss.... miss are you okay? Your face looks so red (nona.... nona baik-baik saja? Wajah anda terlihat begitu merona)” ujar Yohan membuat Sabrina segera menyentuh dan menutupi dengan kedua tangannya.
“yes...yes i'm fine.... i... i i i i I'm going to Nic's room now (iya... iya aku baik-baik saja. A...a a aku akan ke kamar Nic sekarang)” ujar Sabrina gugup, Yohan penasaran tingkat dewa. Tapi semua kekepoan itu di tepisnya, Yohan lalu memberi hormat dengan membungkukkan tubuhnya sedikit ke arah Sabrina yang membalas dengan tersenyum manis. Setelah itu dia melangkah kembali melanjutkan pekerjaannya meninggalkan Sabrina yang masih terlihat canggung dan gugup.
Jantung Sabrina berdegup dengan kencang, dia lalu berjalan beberapa langkah menuju kamar Nicholas yang berada tepat d samping kamarnya. Tangannya terlihat bergetar saat membuka pintu kamar Nicholas yang tidak terkunci, sejenak dia mengintip ke dalam kamar itu yang di dominasi dengan cat abu-abu dan hitam.
Sabrina sejenak menatap ke arah belakangnya seakan memastikan tidak ada siapa pun di sana, dia lalu melangkah masuk ke kamar itu dengan bertelanjang kaki. Mata indahnya menatap ke sekeliling ruang kamar Nicholas, setelah dia menghidupkan lampu kamar itu.
Dia berjalan perlahan memperhatikan setiap barang yang ada dalam kamar itu, tidak sengaja matanya melihat foto besar yang tergantung di dinding atas kepala ranjang. Sabrina termenung saat melihat foto yang ternyata adalah foto dirinya saat pernikahan mereka. Dalam foto itu Sabrina terlihat begitu cantik dengan pengambilan angel yang bagus,
Foto ini.... kapan foto ini di ambil? Dan kenapa hanya foto ku saja? Gumam Sabrina dalam hati, mata indahnya kembali berkeliling dan menjelajahi kamar itu. Hidung mancungnya mencium bau harum dari parfum yang sering di gunakan Nicholas, matanya kembali menemukan foto dengan bingkai kecil di samping nakas ranjang Nicholas.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...