
Nafas Sabrina dan Nicholas saling memburu satu sama lain, mata biru tajam itu menatap penuh cinta ke arah wajah pemilik hatinya. Sabrina tampak sangat kewalahan dan menyatakan menyerah akibat pertempuran sengit itu, seluruh tenaganya habis terkuras dan kelelahan mendera seluruh tubuhnya.
King kobra keluar dari gua persembunyian dengan perlahan setelah di panggil pawangnya, walau memuntahkan bisa yang banyak tidak membuat dia merasa lelah. Tubuhnya masih terlihat segar bugar, wajahnya terlihat masih ingin menelusuri bagian gua kembali. Namun pawangnya melarang dan menyuruh untuk menenangkan diri, Nicholas merebahkan tubuhnya tepat di sisi kanan Sabrina yang terlihat sudah terlelap. Nicholas memiringkan tubuhnya menatap Sabrina, dia tersenyum senang karena sudah menuntaskan kerinduan yang di tahan sangat lama.
Tangan kanannya membelai lembut wajah Sabrina yang bernafas dengan teratur, Wajah Sabrina terlihat damai dalam lelapnya tidur. Terlihat oleh Nicholas titik – titik keringat yang membasahi kening Sabrina, dengan lembut dia menyeka keringat di wajah cantik istrinya.
Rambut panjang hitam belum kering terlihat begitu seksi dan menambah nilai kecantikan tersendiri, tangan kiri Nicholas berada di bawah bantal dengan kepala Sabrina di atas bantal empuk itu. Sabrina menggeliat lalu berganti posisi dari semula menghadap ke arah Nicholas sekarang berganti membelakanginya, di saat itulah awan yang tadinya menutupi pegunungan menghilang seketika dan memperlihatkan pemandangan indah nan sempurna.
Pegunungan itu siap untuk di daki dan di jelajahi kembali, pemandangan indah itu membuat King kobra ingin kembali menelusuri gua yang belum selesai di telusuri seluruhnya. King kobra sudah bersiap sedia untuk mengeksplor jalanan yang tidak sempat di laluinya,
Sorry sayang, I can't take it anymore gumam Nicholas dalam hati, jantungnya berdebar cepat dan dia terus menatap ke wajah Sabrina yang sudah terlelap.
King kobra mulai mencari jalan masuk ke lembah itu, dia bergerak terburu – buru mencari jalan masuk ke gua. Dengan sensor yang di miliki oleh king kobra mempermudah dirinya menemukan mulut gua, tanpa menunggu surat izin masuk dengan lancang king kobra memasuki gua itu dengan perlahan dan hati - hati.
“uuugh”
Tangan kanan Nicholas menarik selimut dan memegang erat tepiannya, dia menyelimuti tubuh mereka untuk menghalau rasa dingin yang menyerang.
“Aaah... Hmmmm”
King kobra terjepit oleh dinding – dinding goa yang bergerak menyempit, bukan raja kobra namanya jika dia begitu mudah menyerah. Dia terus berusaha memasuki bagian terdalam dan gelap, namun tubuh yang besar membuatnya kesulitan untuk masuk dan melewati lorong itu.
Tangan kekar yang berada di dalam selimut memegangi kaki dan sedikit menariknya ke atas, hal itu sengaja di lakukan agar kaki itu tidak merasa kram dan lelah.
King kobra masuk dengan mudah juga leluasa ke dalam gua itu, dia mulai menjelajahi lorong gua yang tidak berujung dan sempit. Setiap inci dari gua itu di telusuri oleh King kobra, meski gelap dia sama sekali tidak mempermasalahkan. Baginya kini dapat menemukan mangsa yang bersembunyi di dalam sana, mangsa yang akan membuatnya kenyang dalam beberapa waktu.
__ADS_1
Sabrina merasakan apa yang tengah berlaku, namun seluruh tubuhnya sudah terasa amat lelah dan matanya sangat berat untuk di buka lagi. Dia hanya pasrah dan membiarkan begitu saja,
“Nng... Nnng hmmpp”
“Uugh... Huff... Ugh”
Thrust... Thapm... Thapm...thapm...
King kobra bergerak sangat liar dan semangatnya terlihat tidak mengendur, dia terus menjelajahi gua dengan semangat berkobar agar mangsa yang terjebak di dalam sana berhasil di dapat. King kobra bergerak terus menerus tanpa memberi ampun pada mangsa yang terus berusaha untuk bersembunyi, dia terus bergerak dengan cepat berharap bisa menyudutkan mangsanya.
“Hmmppp... Uugggh”
Akibat dari pergerakan serta kekurangan udara segar king kobra merasakan kembali pening dan mual yang teramat, dia kembali memuntahkan semua bisanya kembali di lantai gua itu. Mangsa yang di carinya sudah pergi bersembunyi ke tempat yang aman, king kobra menenangkan diri sejenak di dalam lorong gua itu.
Perlahan seperti anak kucing di panggil oleh ibunya dia keluar dari gua, king kobra merasa tenaganya mulai menurun karena penjelajahan yang di lakukannya. Dia lalu kembali ke masa hibernasi untuk mengumpulkan energi setelah ekspedisi itu, walaupun tidak mendapatkan mangsa apa pun dia terlihat senang dan bahagia karena berhasil memuntahkan semua bisanya.
Hee Na menatap heran ke arah baby Yusuf yang berwajah cemberut, setiap mainan yang di berikan kepadanya di buang begitu saja. Makanan yang di suapi di tolak oleh baby Yusuf yang terlihat tidak bersahabat, Hee Na semakin dibuat kebingungan oleh sikap baby imut. Berbagai cara di lakukannya sama sekali tidak membuahkan hasil,
“유서프... 먹자?! 이 유모는 당신이 좋아하는 음식을 만들었습니다 (Yusuf... Ayo makan?! Ini nanny sudah membuatkan makanan kesukaan kamu)” ujar Hee Na membujuk Yusuf menggunakan bahasa kesehariannya, Jack menatap ke arah Hee Na dengan raut wajah bingung.
“um...um... Bubu” Mata Baby Yusuf melihat ke arah pintu masuk ruang makan seakan, Hee Na mengikuti ke arah yang sama di tatap oleh baby Yusuf.
Yohan tampak sibuk mengerjakan beberapa perintah dari Nicholas, setelah membangunkan Jack dia segera mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan John. Jack menikmati minuman serta sarapan paginya yang di hidangkan oleh chef di ruang makan, dia menatap baby Yusuf yang pipinya terlihat semakin membulat.
“little young master, why are you frowning? The food is also not finished? (tuan muda kecil, kenapa cemberut? Makanannya juga tidak di habiskan?) “ tanya Jack pada baby Yusuf yang duduk di kursi khusus.
__ADS_1
Wajah baby Yusuf terlihat semakin cemberut dan terlihat tidak senang, sesekali dia kembali melihat ke arah pintu masuk berharap sosok uminya datang.
Jack dan Hee Na mengikuti ke arah mana baby imut itu menatap, terpikirkan oleh Jack saat Yohan memberi tahu jika Nicholas menanyainya.
“Where's Boss? (Di mana Bos?) “ tanya Jack pada Yohan yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
“young master hasn't come back yet? (tuan muda belum kembali?) “ tanya Yohan balik pada Jack.
“I wouldn't ask if boss was here, didn't you say boss asked me? (aku tidak akan bertanya jika bos ada di sini, bukannya tadi kamu mengatakan bos menanyakanku?) “ ujar Jack menyeruput kopi yang ada di depannya.
“Young master did ask you, but just now little young master accidentally made a mess. So the young master returned to the room and... (Tuan muda memang menanyakanmu, tapi tadi tuan muda kecil tidak sengaja membuat kekacauan. Jadi tuan muda kembali ke kamar dan...) “ ucapan Yohan terhenti saat teringat jika Sabrina belum menampakkan batang hidungnya, Jack menatap ke arah Yohan yang diam seketika.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...