Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 220


__ADS_3

Warning area 21+


*********


“He is with his nanny (Dia bersama pengasuhnya)” bisik Nicholas di telinga kanan Sabrina, bibirnya menciumi bahu berwarna putih yang terbuka.


Wajah Sabrina semakin merona menambahkan nilai kecantikan yang hakiki, mata tajam berwarna biru itu menatap penuh kelembutan dan kasih sayang.


Kemeja yang di pegangi Sabrina terjatuh ke lantai saat jari jemari menyusup memasuki kawasan pegunungan yang tersegel rapat, tangan itu mulai menjelajah setiap jengkal jalanan yang menanjak. Jari jemari itu mulai memberi treatment khusus dengan ritme teratur hingga memberi efek Aliran listrik bertenggangan tinggi.


Aliran listrik merambat ke bagian lain memberikan sensasi yang sudah lama tidak di rasakan, sentuhan yang sudah sangat lama tidak ter tuntaskan.


Senyuman tersungging di bibir ***** Nicholas yang berkelana menelusuri leher jenjang berwarna putih, rambut Sabrina yang masih basah tergerai saat terlepas dari lilitan handuk. Tanpa melepaskan pegangannya Nicholas bergerak ke arah area punggung di mana kunci dari segel pengaman terpasang, kunci itu di lepas dengan bantuan tangan kiri dan deretan gigi putih.


Udara hangat memberi efek pada lembah yang tersembunyi dalam hutan sana di lautan segitiga bermuda, setelah melepaskan kunci itu deretan gigi menggigiti untaian tali yang terjuntai dan menariknya. Sabrina dengan patuh mengikuti dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Nicholas yang berada di belakangnya, mata Sabrina terbuka sempurna kemudian kembali tertunduk saat melihat wajah Nicholas.


Pria tampan melepaskan dekapannya dengan mundur beberapa langkah, matanya menatap Sabrina yang berpenampilan sangat) berbeda. Dia terlihat begitu menawan dan memesona, dia sangat hot se hot cabai terpedas di dunia sebuah pemandangan yang sama sekali tidak di lepaskan begitu saja oleh Nicholas.


Segel terbuang begitu saja di sambut dengan gelombang tsunami yang bergejolak menghempas dengan sangat kuat dan dahsyat. Nicholas lalu menarik tubuh Sabrina hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka, wajah mereka sangat dekat hingga bibir itu melekat satu sama lain.


Bibir lembut berwarna pink itu di gigiti lembut, dia kembali menelusuri leher jenjang dan meninggalkan kembali beberapa tanda penunjuk jalan di sana sini. Tangan kekar Nicholas mengangkat dan menggendong Sabrina seperti gendongan koala, perlahan dia melangkah ke arah lemari yang memiliki ketinggian sepinggang Nicholas berada tepat di belakang punggung Sabrina.


Perlahan Nicholas mendudukkan Sabrina di atas lemari itu, bibir dan hidung mancung itu sibuk menjelajahi, menciumi harumnya wangi udara segar di pegunungan.


Sabrina tanpa sadar bernyanyi dengan merdu sebuah lagu yang mendorong semangat juang, mata mereka berdua tertutup awan pink yang hangat dan terlihat jelas Api yang membara.


Tangan kekar itu lalu membuka pengamanan terakhir yang masih terkunci, dengan cepat pengamanan itu meluncur ke bawah tanpa hambatan. lembah dengan gua yang tersembunyi di lautan segitiga bermuda di kelilingi oleh awan lembut menutupi dengan sangat rapat, awan itu memblokade hutan lembah yang asri dan terjaga dengan sangat baik.

__ADS_1


awan lembut itu terlihat mendung oleh titik air dari mata air yang muncul ke permukaan, serangan dan sengatan yang di lancarkan berhasil membuat lembah itu mengeluarkan mata air bening dan jernih.


Nicholas mendekatkan wajahnya ke arah telinga Sabrina sambil membisikkan sesuatu di sana, wajah Sabrina semakin merona dan terlihat sangat cantik. Di dalam hati dia mengucapkan kata 'aamiin', mata jernih dan meneduhkan itu kembali menatap ke arah wajah tampan yang membuat terpesona siapa pun yang menatapnya.


King kobra tampak sangat kesal, dia memberontak meminta untuk lepas dari kurungan yang mengurungnya. Tubuh dari binatang liar itu bahkan membuat bengkok kurungan dengan kekuatannya, dia sudah tidak sabar untuk lepas dan menjelajah ke semua tempat.


Kurungan itu entah sejak kapan rusak dan terbuka oleh kekuatan dari king kobra. Tubuh king kobra berada dalam keadaan sikap sempurna bersiap untuk melakukan serangan pada mangsanya, tubuhnya berdiri tegak dengan mata menatap tajam ke satu arah.


King kobra berhasil melewati lautan segitiga bermuda dan mulai menjelajahi hutan rimba di lembah itu, mata tajam serta sensor di hidung King kobra dapat dengan mudah menemukan gua yang sudah lama tidak di tempati.


Berkat dari mata air yang mengalir dan membasahi dinding gua mempermudah jalan king kobra untuk masuk lebih dalam lorong gua,


“ughh...hmmp”


King kobra menjelajahi gua dengan semangat yang menggebu-gebu, hatinya begitu senang berada di dalam gua itu.


Terdengar menggema suara dari tubuh king kobra yang melata menjelajahi setiap sudut gua, dia berusaha mencari jalan agar bisa keluar dari tempat itu dengan selamat.


Kedua tangan kekar Nicholas mengangkat tubuh Sabrina dan mulai menggendong layaknya menggendong baby Yusuf, Sabrina memeluk tubuh pria gagah itu dengan sangat erat.


King kobra masuk lebih dalam lagi berusaha mencari jalan keluar lainnya,


“ugh...Nic.... Cho... “ keluh Sabrina memeluk erat Nicholas, mereka melangkah menuju ranjang empuk yang sudah terlihat rapi dan bersih.


Setiap pergerakan dan langkah Nicholas menuju ranjang memberikan efek berbeda, king kobra semakin masuk ke dalam menelusuri jalan lorong gua yang lembap.


Sabrina semakin mempererat pelukannya, dia tidak ingin terjatuh ke bawah. Mereka kini berada di samping ranjang, dengan hati – hati dan perlahan Nicholas membantu Sabrina untuk berbaring di atas ranjang empuk itu.

__ADS_1


Tiba - tiba saja ada yang menarik tubuh King kobra dari dalam gua itu membuatnya memberontak dengan berdiri tegak bersiap untuk menyerang siapa saja, mangsanya masih belum di dapatkan membuatnya frustasi dan marah.


Pengamanan terakhir di tembus di lepaskan dan dibuang ke sembarang tempat, Tidak lupa kain selimut yang terlipat rapi di kaki bawah ranjang di tarik untuk menutupi tubuh mereka yang kedinginan.


king kobra sudah tidak bisa di ajak berdamai, dia terlihat marah dan memberontak bersiap untuk menyerang mangsanya yang terlepas. Kembali dia mencari jalan untuk masuk ke dalam gua ternyaman dan hangat, dia bergerak sangat liar membuat gua itu terkejut dan tidak bersiap.


King kobra bergerak cepat dengan menelusuri jalan satu arah berulang kali, lorong gua itu di kuasai dan di buat semakin lembab oleh mata air yang mengalir deras. Pergerakannya kasar dan terarah membuat mangsa yang semula lolos mulai mengibarkan bendera putih menandakan menyerah, serangannya membuat mangsa tersudut, kewalahan juga kelelahan.


Akhir dari serangan itu king kobra masuk ke dalam lorong yang gelap, dia merasa sangat mual karena pusing bergerak ke sana kemari. King kobra tanpa permisi memuntahkan bisanya begitu saja di lantai gua, muntahannya begitu banyak karena terdorong sekaligus terjepit oleh dinding gua yang bergerak semakin menyempit.


King kobra sejenak berdiam diri merasakan kehangatan dari gua itu, dia tampak enggan untuk keluar dari sana.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2