Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 105


__ADS_3

Cakra melihat kedatangan Adrian segera menghampirinya,


“bagaimana dengan keadaan bapak dan mas saya, Adrian?” tanya Cakra.


“kamu tenang saja, tuan Adiwijaya dan Tuan Wiyasa sudah melewati masa kritisnya. Sabrina cepat datang, semula kami pesimis jika mereka tidak akan bisa bertahan lama namun berkat-Nya semua dalam keadaan baik-baik saja sekarang. Dalam beberapa jam lagi mereka akan di pindahkan ke ruang perawatan” jelas Adrian pada keluarga Adiwijaya. Dia menatap ke arah wajah Nicholas terlihat jelas bekas telapak tangan kemerahan di sana, Sabrina melangkah maju ke arah Raka dan Helena.


“maafkan Sabrina tante.... Karena telah sangat mengecewakan tante...” Sabrina menunduk sedih, Helena diam. Dia bingung harus berbuat apa, di satu sisi dia kecewa Sabrina sudah menyakiti Raka di sisi lain dia merasa kagum dengan pengorbanan Sabrina yang tidak egois demi menyelamatkan keluarganya.


“mi.... Mbak Sabrina melakukan pernikahan ini karena tekanan tuan Arman. Tadi kita semua mendengar kalau tuan Nicholas siap membebaskan dan memutuskan ikatan pernikahannya dengan mbak Sabrina jika mbak mau untuk memutuskannya” jelas Eliana pada Helena yang langsung merasa senang dengan ide itu.


“dek.... Seperti yang Kamu dengar sendiri jika pria ini akan membebaskanmu, apalagi pernikahan ini di bawah paksaan” ujar Araf Pada Sabrina.


Helena memegang tangan Raka menatap senang ke arah putranya menganggap apa yang dikatakan Nicholas tidaklah salah,


“Benar Raka, menurut mami Itu ide yang bagus mami sangat setuju dengan hal ini, Sabrina secepatnya kalian berce...” belum selesai Helena berbicara Candra langsung memanggil nama menantunya.


“Helen....” Candra menghampiri mereka dengan di tuntun oleh Wibisana.


Andhini masih bingung harus berkata apa, dia menatap putrinya yang terlihat sedih.


Kasihan Sabrina... Karena kelakuan Arman dia harus menderita seperti ini, apa yang bisa aku lakukan? Tidak mungkin aku menyuruh putriku untuk bercerai, walau bagaimana pun pernikahan ini sudah sah... Ya Allah... Apakah ini jalan yang harus di tempuh oleh putriku... Gumam Andhini dalam hati menatap iba pada Sabrina.


“ Pa....” Adrian khawatir segera menghampiri papanya lalu ikut membantu memapah bersama Wibisana.

__ADS_1


“Papa sebaiknya duduk di sini, papa masih dalam masa penyembuhan” Pinta Adrian mendudukkan Candra di bangku ruang tunggu di hadapan Ningsih. Helena ikut menghampiri Candra dan berdiri di depan ayah mertuanya.


“Pa... Menurut aku itu ide yang bagus apalagi pemuda itu setuju melepaskan Sabrina dan kita semua akan terselamatkan dari gunjingan semua...” Helena berhenti berbicara saat Candra menatap ke arahnya.


“Apa menurut kalian pernikahan adalah sebuah lelucon? Bisa seenak mau kalian memutuskan dan menikahkan kembali? Apa kalian tidak memikirkan bagaimana perasaan Sabrina, Raka dan Tuan Nicholas?” Candra tampak marah membuat semua yang ada di sana terdiam, mereka membenarkan apa yang di katakan Candra.


Helena termenung dan langsung beristigfar untuk pertama kalinya dia melihat Candra begitu marah dan tidak senang dengan ucapannya.


“apa pun alasannya, pernikahan ini sudah terjadi. Kita tidak bisa memutuskan begitu saja demi menuruti ego kita masing-masing, semua ini sudah rencana-Nya” ujar Ningsih menatap ke arah Candra.


“tapi pa.... Bagaimana dengan Raka? Bagaimana dengan semua keluarga besar dan sahabat yang akan semakin...” Helena belum selesai berbicara langsung di potong oleh Adrian.


“mi, kendalikan diri mami. Bagaimana bisa mami meminta Sabrina untuk bercerai lantaran hanya untuk menyelamatkan nama baik kita? Apakah mami tidak memikirkan bagaimana perasaan Sabrina?” Adrian setuju dengan Candra walaupun dalam hatinya sangat teringin jika Sabrina menjadi menantunya.


“ Tapi pi...” Helena ingin berbicara kembali namun Adrian menggelengkan kepalanya dan mengode pada ke dua anaknya untuk membawa Helena pulang.


“Mi... Ayo (menatap Helena) kita pulang... “ ujar Raka, wajah tampan itu terlihat begitu sedih dan terluka, dia sempat melihat ke arah Sabrina juga Nicholas. Gadis itu terlihat begitu cantik dengan pakaian pernikahan yang di kenakannya, mata cantik Sabrina tampak berkaca-kaca lalu dia memberanikan diri menghampiri Raka yang akan melangkah pergi.


“mas Raka...” panggil Sabrina menghentikan langkah Raka.


Pria gagah itu berhenti sejenak menatap lurus ke depan, dia lalu membalikkan tubuhnya menatap ke arah gadis cantik yang menempati hatinya. Raka hanya diam menatap ke arah Sabrina, mata mereka berdua tampak berkaca-kaca.


“maafkan aku mas... hiksss... aku Sudah sangat menyakiti dan mengecewakan mu hikss.... Demi Allah dan Rasulullah aku tidak memiliki niat buruk untuk menyakiti mu mas, maafkan aku mas... (Setetes air mata jatuh dari mata cantik itu mengenai cincin pertunangan yang di pegang lalu memberikan cincin pertunangan pada Raka ) Cincin ini aku kembalikan pada mu mas.... cincin ini hiksss tidak berjodoh dengan ku... Semoga kelak mas mendapatkan perempuan yang lebih baik dari ku” ujar Sabrina dengan berlinang air mata, dia sedih harus bertindak kejam pada pria tampan itu.

__ADS_1


Raka menerima cincin itu matanya juga tampak berkaca-kaca setetes bening jatuh di pipinya, sakit tapi tidak berdarah itulah yang kini di rasakan olehnya. (Mas Raka... Maafin author ya musti kejam bentaran... Ntar author kasih ketemu deh ama cewek-cewek yang lain... Mungkin aja ada di antara para reader yang caem-caem).


“I hope your marriage is happy, please replace me to take care and love Sabrina. Don't ever hurt her or I will look for you and make calculations with you (semoga pernikahan kalian bahagia, tolong gantikan aku menjaga dan mencintai Sabrina. Jangan pernah menyakitinya atau aku akan mencarimu dan membuat perhitungan dengan mu)” ujar Raka yang lalu membalikkan tubuhnya melangkah lebih dulu meninggalkan ruang tunggu. Mata indah Sabrina menatap punggung pemuda itu yang tampak rapuh, setetes air bening dan jernih jatuh dari mata itu.


Araf tahu bagaimana perasaan adiknya, dia menghampiri Sabrina memegang pundak gadis cantik itu. Mata Sabrina menatap ke arah Araf, dia langsung memeluk tubuh tegap juga gagah dan menangis sejadinya dalam pelukan kakak lelakinya.


Ada rasa cemburu di hati Nicholas melihat Araf dan Sabrina, ingin sekali rasanya dia menarik gadis yang sudah sah Menjadi istrinya menjauh. Namun tidak di lakukannya karena Nicholas tahu jika Sabrina membutuhkan keluarganya saat ini.


Helena menangis sedih menatap putranya yang terluka, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Sabrina yang tidak berdaya karena ulah Ayah kandungnya. Eliana sejenak menatap ke arah Sabrina, dia hanya melemparkan senyuman canggung Sabrina mengusap lembut lengan kanannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2