
Sebagai dokter Sabrina sadar jika baby Yusuf sangat rentan terhadap penyakit, dia lalu memutuskan untuk ikut pulang tidak lupa Sabrina berpamitan pada Adiwijaya, Andhini dan Ningsih. Mereka lalu keluar dari ruang perawatan melangkah menuju lift yang kebetulan pintunya terbuka, para body guard mengawal mereka dan mengikuti dari belakang.
Karena masih belum puas melepaskan rindunya pada baby imut menggemaskan John langsung mengangkat tubuh baby Yusuf dari gendongan Sabrina, mata bulat berwarna biru itu menatap dengan heran pada John yang tersenyum padanya.
“grandpa still miss you, don't you miss grandpa? Even though grandpa has brought a lot of toys for you ( grandpa masih merindukanmu, apa kamu tidak merindukan granpa? Padahal grandpa sudah membawakan banyak mainan untukmu)” ujar John berwajah sedih, Sabrina tersenyum menatap John. Seolah berimajinasi Sabrina seakan melihat dua kuping beruang di kepala John yang tampak turun ke bawah, senyuman manis langsung terpancar di wajah cantik Sabrina.
“of course grandpa , Yusuf also missed Grandpa (tentu saja grandpa, Yusuf juga merindukan Grandpa)” ujar Sabrina mengecilkan suara seolah – olah Yusuf yang berbicara.
Kecantikan sang nyonya bos saat tersenyum membuat para anak buah dan body guars yang sempat melihat terpesona, mereka tidak berani lama – lama menatap dan langsung mengalihkan pandangan. Hal itu sengaja mereka lakukan karena ada tiga beast yang akan siap mengirim mereka jauh ke dunia lain,
We still love life... (Kami masih sayang nyawa....) Gumam mereka serentak dalam hati, namun tak ayal ada rasa kagum di hati mereka akan kebaikan dan keberanian Sabrina yang berada di antara duo beast upsss maaf di ralat bukan duo tapi trio beast.
(aduuh Baby Yusuf natap author dengan tatapan mautnya, buat author makin gemes dah ama baby satu nich)
Melihat Baby Yusuf berada di tangan yang tepat, Nicholas tidak menyia-nyiakan kesempatannya. Nicholas yang berdiri di belakang John mengulurkan Tangan kanannya ke arah Sabrina yang berdiri di samping John, tangan itu meraih pinggang perempuan cantik itu dan menariknya untuk berdiri lebih dekat dengan Nicholas.
Mata cantik itu menatap horor ke arah Nicholas yang berdiri di sisi kirinya, pegangan di pinggang ramping itu di pererat membuat wajah cantik Sabrina merona. Tindakan mesra Nicholas membuat jantungnya berdetak cepat seperti saat mereka masih pengantin baru, Jack yang berdiri di sisi kiri Nicholas melihat dengan wajah mupeng.
Wow boss?! So happy to make single people jealous haaah... (Wah si bos?! Sangat senang membuat iri para kaum jomblo haaaah....) gumam Jack dalam hati sambil menghela nafas panjang.
Bagai berada di dunia milik sendiri, Nicholas sama sekali tidak memedulikan sekelilingnya. Jack lebih memilih bergeser berdiri di samping kiri John yang asyik mengajak bercanda baby Yusuf, dia memilih menghindar dari pada menjadi obat nyamuk bagi pasangan yang sedang hangat – hangatnya.
Nicholas mendekatkan wajahnya ke arah telinga Sabrina yang tertutup hijab,
“sayang, while he was with grandpa. Take your time for me (sayang, selagi dia bersama dengan grandpa. Luangkan waktumu untukku)” bisik Nicholas yang langsung membuat Sabrina merinding, diam – diam tangan Nicholas aktif melakukan belaian lembut di punggung hingga pinggang Sabrina yang terbalut pakaian Sayr’i.
“sayang..., daddy can see us (sayang..., daddy bisa melihat kita)” bisik Sabrina kembali sambil mengodekan matanya ke arah pintu lift yang merefleksikan bayangan mereka, John dan Baby Yusuf sudah menatap ke arah mereka dengan tatapan tidak bersahabat pada Nicholas.
__ADS_1
Pria tampan itu membalas menatap ke arah mereka dengan bersikap biasa, berbeda dengan Sabrina yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
“what?!” ujar Nicholas dengan wajah tanpa berdosa.
“It's still in the hospital elevator, hold on (ini masih di dalam lift rumah sakit, tahan dirimu)” ujar John dengan tatapan mematikan dan di balas dengan tatapan yang sama dari Nicholas.
“I'm just talking to my wife, that's natural isn't it?! (aku hanya berbicara dengan istriku, itu hal yang wajar bukan?!)” ujar Nicholas santai dan semakin mempererat pelukannya, Baby Yusuf terlihat semakin bad mood dan tidak rela jika Daddynya menguasai uminya. Dia lalu mencondongkan tubuh ke arah Sabrina sambil tangan menggapai ke arah perempuan cantik itu, dengan sigap dan sikap memonopoli Sabrina di tarik Nicholas ke sisi lain.
“wawawwawa, umaaa umaa wawawa”
Baby Yusuf kembali melayangkan protes namun di balas dengan senyuman smirk oleh Nicholas, Sabrina benar – benar di buat pusing kepala oleh tingkah laku para pria yang di sayang juga di cintai. John memegangi tubuh baby imut dan menggendongnya dengan baik agar baby Yusuf tidak terjatuh, kedua tangan kekar yang tertutup sarung tangan hitam mendekap erat agar baby Yusuf tidak terjatuh.
"Yusuf.... calm down my grandson, you can get hurt if you like this (Yusuf.... tenang cucuku, kamu bisa terluka jika seperti ini)" ujar John menenangkan dengan sedikit menepuk lembut punggung baby Yusuf.
"wawawawawa ea awwawawawawa" Baby Yusuf merasa kesal saat melihat daddynya sama sekali tidak menjauh dari uminya.
“dad, Sabrina and I are going on our honeymoon today. Please take care of Yusuf, Hee Na has prepared all his needs. We left first and will be back tomorrow morning (dad, aku dan Sabrina akan berbulan madu hari ini. Tolong jaga Yusuf, segala kebutuhannya sudah di siapkan oleh Hee Na pengasuhnya. Kami pergi dulu dan akan kembali besok pagi)” ujar Nicholas yang terburu – buru pergi sambil menarik Sabrina, hal itu sengaja di lakukannya agar Sabrina tidak memiliki kesempatan untuk menolak.
John, Baby Yusuf dan Jack hanya bisa terdiam sambil menatapi pasangan itu yang sudah pergi menjauh,
“Uuummm.... Ummm... Huaaaa..... Huaaaa”
Baby Yusuf merengek kesal saat tidak lagi menemukan sosok uminya, John menepuk – tepuk lembut punggung Baby Yusuf yang mendekapnya.
“ssshuus... Shuus.. Shusss Calm down champ, don't whine anymore. Grandpa has bought you so many toys, we'll play to our heart's content (ssshuus... Shuus.. Shusss tenang jagoan, sudah jangan merengek lagi. Grandpa sudah begitu banyak membelikanmu mainan, kita akan main sepuasnya)”hibur John sambil terus berusaha menenangkan baby Yusuf, dia melangkahkan kakinya melewati lobi.
Beberapa mata tertuju ke arah mereka dengan tatapan heran juga terkejut, baby Yusuf yang di gendong oleh John terlihat mungil di dalam gendongannya. Para netijen sedikit bergidik takut saat melihat sosok John yang tinggi dan berbadan kekar, serempak para netijen membeku di tempat saat mereka melewati dan keluar Rumah sakit. Mobil – mobil mewah sudah terparkir di pelataran rumah sakit, Jack membantu John membukakan pintu mobil mewah itu.
__ADS_1
“we return to the mansion (kita kembali ke mansion)” perintah John sambil terus menenangkan baby Yusuf yang masih terlihat bad mood maksimal.
“okay Master (baik Tuan besar)” ujar Jack yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk menjalankan kendaraannya.
Para pengawal ikut memasuki mobil – mobil yang sudah standa by di depan juga belakang mobil yang membawa John dan lainnya, baby Yusuf memilih menyembunyikan wajahnya dengan menyandarkan kepalanya di pundak kekar John.
Mobil – mobil itu lalu melaju menuju mansion milik Nicholas dengan kecepatan sedang meninggalkan area rumah sakit, tangan John mengusap lembut dan kasih sayang pada punggung baby Yusuf. Perlahan mata baby Yusuf terasa sangat berat dan dia pun jatuh terlelap dalam tidurnya, John melirik dari tepian matanya ke arah baby Yusuf dan langsung tersenyum senang melihat wajah tenang baby Yusuf.
Sabrina terlihat gelisah terus menerus melihat ke arah ponselnya, dia sama sekali tidak fokus dan terus menerus melihat ke arah luar. Nicholas menatap ke arah Sabrina yang terlihat tidak tenang,
“sayang, calm down. Yusuf is in good hands (sayang, tenanglah. Yusuf berada di tangan yang tepat)” ujar Nicholas menenangkan belahan jiwanya.
“What if Yusuf throws a tantrum and makes Daddy exhausted?! I better call Daddy and... (Bagaimana jika Yusuf membuat ulah dan membuat Daddy kepayahan?! Sebaiknya aku menelepon Daddy dan...)” Sabrina hendak menelepon John untuk memastikan keadaan baby Yusuf, belum juga dia menelepon Nicholas langsung mengambil ponsel milik istrinya dan di simpan dalam saku jasnya.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...