Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 239


__ADS_3

Hari itu di jadikan hari ‘me time’ bagi Sabrina dan Anjani, baby Yusuf dan Gendis sementara waktu bersama dengan para ayah mereka. Sabrina berencana mengajak baby Yusuf namun di cegah oleh Nicholas,


“Enjoy your time with your aunt, mother and younger siblings, let Yusuf go with me to the company. You don't have to worry, I also want to enjoy time with my son (Nikmati waktumu bersama bibi, ibu juga adik – adik mu, biarkan Yusuf pergi bersama ku ke perusahaan. Kamu tidak usah khawatir, aku juga ingin menikmati waktu bersama dengan putraku) “ ucap Nicholas sambil kedua tangannya memegang tubuh mungil baby Yusuf, baru saja memegang tangan kekar itu langsung di pukul lembut oleh kedua tangan mungil baby tampan itu. Dia terlihat tidak senang dan langsung meraih hijab uminya, Nicholas pantang menyerah langsung menggendong baby Yusuf.


“Wawawawawaa... Wawawawaaaa.. Umma... Ummaa... Wawawawa” terdengar protes keras baby Yusuf yang tidak ingin terpisah dari Sabrina, raut wajah Nicholas terlihat datar menatap ke arah baby Yusuf yang membalas dengan mata membulat menggemaskan.


“Leave your mother alone, she also needs rest. You come with daddy (Biarkan umi mu, dia juga butuh istirahat. Kamu ikut dengan daddy) “ ujar Nicholas yang langsung di balas dengan wajah cemberut baby Yusuf.


“Are you sure? (apa kamu yakin?) “ tanya Sabrina memastikan, baby Yusuf di gendong dan di pegangi oleh kedua tangan kekar Nicholas. Baby Yusuf menatap ke arah Sabrina sambil jari telunjuknya di masukkan ke dalam mulut mungilnya, dia lalu mengalihkan pandangannya pada Nicholas dan langsung menempelkan jari telunjuk yang sudah basah oleh air liurnya tepat ke pipi pria tampan itu.


Mata Sabrina membulat sempurna dan segera mengambil tisu untuk menyeka air liur yang menempel di wajah suaminya,


“I don't want your work to be disturbed if Yusuf becomes fussy later (aku tidak ingin pekerjaanmu terganggu jika nanti Yusuf rewel) “ Sabrina mengelap lembut pipi Nicholas sekaligus tangan mungil baby Yusuf yang kembali masuk ke dalam mulut mungilnya, tangan kanan Nicholas langsung merangkul pinggang Sabrina hingga jarak mereka sangat dekat.


“you don't worry, he won't bother... And again there are only a few document files that I need to sign at the office, Jack will also come with me (kamu tenang saja, dia tidak akan ganggu... Dan lagi hanya ada beberapa file dokumen yang perlu aku tanda tangani di kantor, Jack juga akan ikut bersama ku) “ ujar Nicholas mengecup pipi Sabrina, melihat hal itu membuat tangan kanan baby Yusuf yang berlumuran air liur kembali mendarat di pipinya. Sabrina tersenyum lalu kembali meraih tisu untuk membersihkan bekas air liur di pipi Nicholas,


“Shouldn't Hee Na be with you? Surely he can help (apa tidak sebaiknya Hee Na ikut bersama mu? Tentunya dia dapat membantu) “ Sabrina mengelap pipi Nicholas lalu meraih tangan mungil baby Yusuf, dengan lembut dia memegang dan membersihkan air liur yang ada di jari tangan baby imut itu.


“Don't worry Brina sayang, I deliberately gave Yohan and Hee Na a day off so they could enjoy time together .... Yusuf and I should go now, have fun (tidak usah Brina sayang, aku sengaja memberikan libur untuk Yohan dan Hee Na agar mereka bisa menikmati waktu berdua (melirik ke arah jam mewah di pergelangan tangannya) sebaiknya aku dan Yusuf jalan sekarang, bersenang – senanglah) “ ujar Nicholas kembali mengecup pipi dan bibir Sabrina, setelahnya mereka bertiga melangkah keluar kamar di mana Jack sudah menanti.


"madam boss, good morning?! (nyonya bos, selamat pagi?!)" sapa Jack tersenyum ramah.


" good morning, mr Jack (selamat pagi, tuan Jack)" ujar Sabrina tersenyum manis.


Jack lalu meraih tas berisi laptop dari tangan Sabrina dan tas berisi perlengkapan milik baby Yusuf dari tangan kiri Nicholas,


“after all the work is done, I will follow you to the boutique. I have put the black card in your wallet, buy clothes or what you need (setelah semua pekerjaan selesai, aku akan menyusul mu ke butik. Aku sudah memasukkan kartu black card ke dalam dompet mu, belilah pakaian atau apa yang kamu butuhkan)” ujar Nicholas.


“when did you insert the card? (Kapan kamu memasukkannya?)“ tanya Sabrina heran.


“when you showered earlier ..... You looked different wearing clothes when we were in the hotel that time. I want to see it again but with a different model (saat kamu mandi tadi ( berdiri sangat dekat dengan Sabrina dan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Sabrina) kamu terlihat berbeda memakai pakaian saat kita di hotel waktu itu. Aku ingin melihatnya lagi tapi dengan model yang berbeda)” bisik Nicholas yang langsung di hadiahi pukulan lembut di lengan kekarnya oleh Sabrina, wajahnya terlihat merona saat teringat dengan pengalaman manis di malam ulang tahunnya.


Kembali sesaat di butik....

__ADS_1


Anjani menatap ke arah Sabrina yang sedari tadi melamun, dia lalu memegangi pundak dan membuat Sabrina terkejut hingga langsung menatap ke arahnya.


“hayoo mbak.... Ngelamunin apa toh?!”


“Astagfirullah dek... Kaget mbak... “


“lagi ngelamunin mas Nicho ya mbak...” goda Anjani sambil tersenyum manis.


“Ndak kok dek.... Mbak... Cuman itu...” wajah Sabrina terlihat merona, Andhini dan Wulan yang mendengarkan ikut tersenyum.


“udah mbak, ndak usah salting gitu”


“Mbak ndak Salting Jani, hanya tadi mbak kepikiran sesuatu”


“Kepikiran apa mbak?! “ ujar Asmirah membuat Andhini, Wulan, Sabrina dan Asmirah yang duduk di sofa serentak menatap ke arahnya, mereka terpana melihat Asmirah yang terlihat cantik dengan kebaya putih pilihannya.


“subhanallah dek, kamu cantik banget” ujar Sabrina berdiri dari tempat duduk dan menghampiri Asmirah, langkahnya terhenti beberapa langkah saat tercium bau parfum yang di kenakan Asmirah. Anjani, Wulan dan Andhini juga ikut menghampiri Asmirah lalu mengerubunginya, kening mereka terlihat berkerut saat menatap ke arah belakang di mana Sabrina berdiri diam membalas menatap sambil tersenyum.


“mbak kenapa? “ tanya Anjani bingung.


“kamu yakin nduk? Opo kamu sakit nduk?” tanya Andhini menghampiri dan memegang kedua pipi Sabrina.


“ndak bu, Sabrina sehat. Mungkin kelelahan karena.... “ Sabrina terdiam dan wajahnya terlihat semakin merona, Anjani langsung mengerti dan segera berbisik di telinga Andhini yang tertutup hijabnya.


“bu de , sepertinya mbak Sabrina kelelahan karena terus di ajak ‘main’ ama mas Nicholas” bisik Anjani membuat Andhini kebingungan.


“main? Emang main apa sampe mbak mu kelelahan begitu? “ bisik Andhini kembali, bisikan mereka dapat di dengar oleh Asmirah, Wulan dan Sabrina.


“Aduh bu de, mosok ndak ngerti. ‘main itu’... Bu de paham kan?” ujar Anjani yang langsung di mengerti Andhini.


Mata Andhini membulat sempurna dan tersenyum malu – malu meong mendengar ucapan keponakannya, Sabrina salah tingkah lalu menundukkan kepala dengan wajah yang semakin merona. Asmirah penasaran dengan kata kodean Anjani,


“main itu? Mainan opo toh mbak?” tanya Asmirah membuat mereka yang berada di sana tersenyum – senyum.

__ADS_1


wajah Sabrina terlihat semakin merona, kedua tagannya segera memegang pipi yang terasa panas. Asmirah semakin terlihat penasaran dengan 'main' yang di maksud para kakak, mama dan buk denya,


"loh kok ndak ada yang mau ngasih tahu?! Trus kenapa wajah mbak Sabrina merona gitu?"tanya Asmirah yang benar- benar tidak mengerti dengan arah pembicaraan keluarganya.


“adu dek.... Ntar kamu juga tahu apa yang mbak maksud, tunggu aja tanggal mainnya” ujar Anjani tersenyum nackal, Asmirah hendak bertanya lagi namun tidak jadi karena Wulan mendahului.


“udah kamu jangan penasaran, ntar kamu merasakannya juga” ujar Wulan tersenyum penuh makna semakin membuat Asmirah penasaran tingkat dewa.


“tapi.... “ Asmirah akan melayangkan pertanyaan kembali terdiam, dia menatap bingung ke arah para pendengar yang tersenyum penuh makna. Sabrina menatap ke arah ibu, tante dan adik – adiknya,


“bu, buk lek... Sebenarnya ada hal yang ingin Sabrina bicarakan” ujar Sabrina.


“Apa itu nduk? “ tanya Andhini.


“Begini ( menatap ke arah Asmirah) Mirah, sebenarnya ada yang mau mbak minta tolong ama kamu. Itu jika kamu ndak keberatan” ujar Sabrina pada Asmirah.


“Minta tolong opo toh mbak?”


“Begini... Sebenarnya di tanggal akad nikah kamu nanti bertepatan dengan ulang tahunnya Nicho, jadi... Mbak berencana ingin memberi kejutan setelah acara akad kamu. Ya... Lebih tepatnya saat acara keluarga setelah prosesi akad, kamu ndak keberatan jika mbak meminta waktu beberapa menit untuk kejutan ulang tahun Nicho?” tanya Sabrina yang langsung di sambut senyuman hangat oleh Asmirah.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2