Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 71


__ADS_3

Arman tampak sangat kesal, berkali-kali di memukul stir mobil untuk melampiaskan kemarahannya.


“pa.... Tenang pa...” Adelia berusaha untuk menenangkan Arman.


“Bagaimana bisa papa tenang, jika semua rencana yang tersusun rapi berantakan karena anak pembawa sial itu” Arman membanting setir mobilnya ke arah kanan jalan dan memberhentikan laju mobilnya. Dia keluar dari mobil berusaha untuk menenangkan dirinya.


“AAAAAAAAGHHH” teriak Arman melampiaskan amarahnya.


Adelia ikut turun berdiri di samping mobil hanya bisa menatapi Arman, dia sama sekali tidak berani mendekati ayahnya saat sedang kacau.


***


Iringan mobil Nicholas melaju cepat menuju Mansion, masih teringat olehnya bayangan raut wajah cantik Sabrina. Jantung berdebar saat melihat mata indah perempuan yang mencuri perhatiannya. Sesekali tersungging senyuman di mulut Nicholas saat teringat dengan keberanian Sabrina.


Jack dan supir yang juga anak buah Nicholas saling berpandangan aneh saat melihat bayangan Nicholas terpantul di kaca spion. Senyuman yang sama sekali belum pernah mereka lihat.


looks like the boss likes the girl ( sepertinya bos menyukai perempuan itu) gumam Mereka berdua dalam hati terus memperhatikan Nicholas.


“are you done looking at me? (Apa kalian sudah selesai menatapku?)” ujar Nicholas menatap pemandangan di bali kaca jendela mobilnya.


“already boss... So... so... sorry boss (sudah bos... ma.. ma... maaf bos)” ujar mereka serempak, Jack kembali menatap ke arah Nicholas.


“ Boss, what are we going to do next? Shall we just kidnap the woman who will be the guarantee? (Bos, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? apa kita culik saja perempuan yang akan jadi jaminan itu?)” tanya Jack hati-hati, mendadak dia merasakan aura dingin menusuk ke tulang.


Kilatan mata menatap tajam ke arah Jack yang langsung terdiam, dia tidak menyangka jika bosnya yang terkenal dengan kekejamannya akan bertindak aneh saat menyinggung Sabrina.


“i’m really sorry boss (aku minta maaf bos)” ujar Jack. Iringan mobil memasuki mansion mewah, mobil-mobil itu terparkir rapi di perkarangan luas. Anak buah Nicholas turun dari mobil, begitu juga Jack yang turun dari mobil segera membuka pintu untuk bosnya.


Nicholas turun lalu melangkah masuk ke dalam Mansion, langkahnya terhenti tepat di depan pintu menatap ke arah Jack yang berdiri tepat di belakangnya. Pintu mansion terbuka, mereka langsung di sambut oleh para maid baik pria maupun perempuan. Kepala maid bernama James berdiri di samping pintu memberi hormat pada Nicholas yang langsung di angguki olehnya, pria itu tampak sudah berumur tapi fisiknya masih sangat kuat.


Nicholas mengodekan tangannya pada kepala Maid untuk memerintahkan maid yang lain untuk melanjutkan pekerjaan mereka. James mengikuti Nicholas dan Kack yang melangkah masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


“ call Arman and his daughter right now, within thirty minutes they should be in front of me ( hubungi Arman dan putrinya sekarang juga, dalam waktu tiga puluh menit mereka sudah harus berada di hadapanku)” perintah Nicholas melanjutkan langkahnya memasuki mansion.


“okay bos” Jack akan melangkah pergi melaksanakan perintah Nicholas kembali terhenti saat mendengar bos memanggilnya.


“ Jack”


“Yes boss”


“find the most beautiful roses and fresh fruits, then send them to Mr Adiwijaya's residence (carikan bunga mawar paling indah dan buah-buahan segar, lalu kirimkan ke kediaman tuan Adiwijaya)” pandangan Nicholas teralihkan saat mendapat pesan di ponselnya. Jari-jemarinya bergerak lincah mengetik balasan dari pesan yang di terimanya.


“boss?? Are you sure?( Bos? Anda yakin)” Jack Menatap ke arah bosnya merasa tidak yakin dengan apa yang di dengarnya. James menatap ke arah Jack berharap mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang timbul di hatinya, ada apa dengan Tuannya yang mendadak memerintahkan Jack untuk membeli bunga.


James sangat mengenal tuannya yang terkenal kejam dan sangat dingin.


“I'm sure what? ( Aku yakin, apa?)”


“ matter your command with flowers and fruits (soal perintah anda dengan bunga dan buah-buahan)” Jack kembali bertanya dan mempertegasnya. Mata biru itu menatap dingin ke arah Jack dengan alis yang terangkat, seakan mengisyaratkan kepadanya.


“I... I... I will carry out your orders boss, is there a message I should write boss? (aku.... aku... aku akan melaksanakan perintahmu bos, apakah ada pesan yang harus aku tulis bos?)” ujar Jack melaksanakan perintah Nicholas, dia segera bergegas di ikuti oleh beberapa anak buah lainnya.


Nicholas menatap ke arah Jack lagi, dia tampak berpikir pesan apa yang harus di tulisnya. Tatapannya di salah artikan oleh Jack yang berpikir jika Nicholas marah dan kesal.


“I will go right now boss (aku akan pergi sekarang juga bos)” ujar Jack melangkah pergi meninggalkan Nicholas dengan menatap Bingung.


“stupid?! I haven't said the message to write and he just left?! ( bodoh?! aku belum mengatakan pesan yang akan di tulis dan dia pergi begitu saja?!)” ujar Nicholas menatap bingung, begitu juga James.


Nicholas hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan tingkah Jack yang langsung pergi begitu saja. Dia lalu melangkahkan kakinya menuju tangga mansion, di ikuti oleh James.


“are you going to have lunch now, sir? (apakah anda akan makan siang sekarang, tuan?)” tanya James pada Nicholas yang sedang menaiki anak tangga menuju kamar miliknya. Nicholas kembali sibuk dengan ponsel di tangannya, sejak berada di Indonesia semua pekerjaannya harus di email oleh Sekretarisnya yang berada di Australia.


“hmm hmm..” Nicholas menganggukkan kepalanya, matanya terfokus pada ponsel yang di pegangnya.

__ADS_1


“then you better clean up, let me wash your clothes now (kalau begitu sebaiknya anda bersih-bersih, biar pakaian anda saya cuci sekarang)” ujar James sambil membukakan pintu kamar Nicholas.


“wash my clothes??(mencuci pakaian ku?)” Nicholas menatap kearah James yang memberi kode untuk ke arah bajunya yang terkena noda bercak darah. Mata tajam berwarna biru itu menatapi kemeja juga jas miliknya, sebuah senyuman tersungging di bibir seksi itu.


Nicholas termenung menatapi kemeja dengan beberapa noda darah yang menempel di sana, terbayang olehnya wajah cantik Sabrina yang membuatnya terpesona. James menatap heran tuannya yang tersenyum dan bertingkah aneh, sikap yang sangat jarang dia tunjukkan.


“Sir?! (tuan)” sapa James menyadarkan Nicholas dari lamunannya.


“ oh... don't wash this shirt, leave it like this ( oh... baju ini jangan kamu cuci, biarkan seperti ini)”


“ are you sure, sir? (anda yakin, tuan?)” James menatap takjub, di benaknya timbul berbagai pertanyaan. Dia ingin bertanya tapi hal itu adalah privasi tuannya, dia hanya bisa menelan bulat-bulat semua pertanyaan yang muncul.


"yes, I'm sure (ya, aku yakin)" ujar Nicholas sambil melonggarkan dasi dan melepaskan jas yang di kenakannya.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2