
Nicholas menatap ke arah Sabrina yang masih mengatur nafasnya,
“I'll be down soon (aku akan segera ke bawah)” ujar Nicholas mematikan secara sepihak sambungan telepon itu. Sabrina masih berada dalam pelukan Nicholas perlahan membalikkan tubuhnya menatap sayu ke arah pria tampan yang sedang merasa bimbang.
Ponsel di tangannya telah tersimpan dalam saku tersembunyi pada jas yang di kenakan, kedua tangan kekar itu melingkar di pinggang ramping Sabrina. Perlahan kepala Nicholas kembali mendekat ke wajah Sabrina, bibir mereka kembali bersentuhan dengan Nicholas yang mendominasi pergerakan di bibirnya.
Perlakuan Nicholas kembali membuai Sabrina yang membuat sesuatu di lembah sana dan seluruh tubuh mendapat sengatan listrik yang begitu dahsyat.
Kriiinggg..... kriiiiinggg... krriiiinggg...
Kembali terdengar nada dering dari ponsel Nicholas menghentikan kegiatan yang sudah lama sangat ingin dia lakukan. Perlahan Nicholas melepaskan ciuman lembut itu dan menempelkan sejenak keningnya dengan kening Sabrina,
“i’m sorry.... Hah... Hah... looks like i have to postpone.... Hah.... tonight I will go home as soon as possible and continue what has been delayed (maaf hah.. hah... sepertinya aku harus menunda hal ini sementara.... hah... (menatap dengan pandangan berkabut penuh keinginan ke arah istrinya) malam ini aku akan pulang secepatnya dan melanjutkan apa yang sudah tertunda)” ujar Nicholas sambil jari jemari tangan kanannya membelai dan menyeka lembut bibir pink natural gadis cantik itu.
Pipi Sabrina kembali merona menambah kecantikan hakiki dirinya, kepalanya menunduk bersembunyi di dada bidang Nicholas yang tersenyum menatap tingkah laku gadis cantik itu. Perlahan kedua lengan kekar itu menarik jubah mandi dan merapikan kembali, agar tubuh yang menjadi haknya tidak ada yang melihat.
Sebelah tangan kanan kekar itu mengangkat dagu Sabrina yang runcing, Nicholas benar-benar terpesona dengan kecantikan Sabrina yang pertama kali di lihatnya. Perlahan bibir seksi dan menggoda itu mengecup kening Sabrina dengan penuh kelembutan.
Berat rasa hatinya meninggalkan Sabrina, namun deringan nada panggilan di ponsel yang tidak berhenti memaksanya untuk menunaikan pekerjaannya. Senyuman hangat tersungging di bibirnya perlahan membalikkan tubuh lalu melangkah menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu di kamarnya, Sabrina terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
Dia langsung terduduk dilantai dengan Kedua tangannya memegangi pipi yang terasa panas, pengalaman yang baru pertama kali membuatnya merasa malu.
Ceklek....
Sabrina segera kembali bangkit dari duduknya, mendapati Nicholas yang tengah memeriksa dokumen yang dibutuhkannya. Mata biru yang tajam itu menatap sejenak ke arah Sabrina yang terlihat canggung dan salah tingkah, dia kembali menghampirinya. Mata gadis cantik itu membesar saat Nicholas menghampirinya kembali,
“wait for me tonight and... (tunggu aku malam ini dan... you better get dressed before you get cold (menatap tubuh Sabrina yang masih di balut jubah mandi) sebaiknya kamu berpakaian sebelum kamu terkena flu)” Ujar Nicholas kembali mengecup kening Sabrina, namun langkahnya terhenti saat merasa tangannya ada yang menahan.
__ADS_1
Pria tampan itu menatap heran ke arah Sabrina yang menundukkan wajahnya. perlahan tangan Sabrina mengangkat tangan Nicholas yang masih menatapnya, gadis cantik itu dengan ragu-ragu lalu mengecup punggung tangannya dengan penuh santun.
Nicholas menatap Sabrina dengan sebelah tangannya yang bebas dia membelai lembut pipi Sabrina lalu melangkah pergi keluar dari apartemen nya.
Huaaaaa.... aku malu banget.... ini... ini.... pertama kalinya.... aku merasakannya...lebih.... lebih... baik aku... segera mengenakan pakaian sebelum Yohan dan para maid lainnya pulang.... gumam Sabrina segera melangkah cepat menuju kamarnya.
Dia masih merasakan sensasi yang membuat seluruh tubuhnya tersengat aliran listrik yang menghasilkan rasa panas di setiap bagian tubuh yang di sentuh Nicholas.
*****
Bima dan Raka masih mengawasi dari CCTV apa tujuan Adelia datang ke perusahaan mereka, setiap pergerakan gadis itu dengan seseorang yang sedang berbicaranya terus di pantau.
“Sepertinya ini murni pertemuan kak” ujar Bima masih berdiri di samping kursi kakaknya memperhatikan dengan seksama layar monitor laptop di atas meja kerja Raka.
“ sepertinya!!! Tapi pria ini rasanya terlihat tidak begitu asing?” ujar Raka berusaha mengingat di mana dia pernah bertemu. Bima juga menatap ke arah pria yang tengah berbicara dengan Adelia.
“beliau yang mengajukan kerja sama dalam proyek besar CVB bukan?” ujar Raka menatap pria di layar laptopnya.
“benar kak.... dan kita udah setuju akan kerja sama ini. Dalam beberapa hari ke depan kita akan mengadakan pertemuan untuk penandatanganan dokumen kedua belah pihak” ujar Bima menatap layar laptop memperhatikan gerak gerik Roy.
Adelia mendapat informasi tentang proyek CVB dari karyawannya, proyek yang di pegang oleh Roy, pria yang memiliki hubungan spesial dengan Indah ibu dari Adelia.
Raka dan Bima terus mengawasi gerak-gerik kedua orang itu melalui kamera CCTV di sudut restoran. Roy dan Adelia tengah asyik berbicara di mana gadis itu tampak menjelaskan sesuatu sambil memperlihatkan proposal beberapa lembaran kertas pada pria itu, dia sama sekali tidak mengetahui jika pria yang di depannya menatap ke arah pemandangan Indah di salah satu bagian tubuh Adelia.
Orang-orang yang tengah berada di restoran itu sekilas menyangka jika mereka ayah dan anak yang sedang makan siang bersama. Begitu juga dengan Raka dan Bima yang merasa jika mereka sekilas terlihat sedikit mirip,
“menurut kamu?!” ujar Raka menatap ke arah Bima yang memiliki pemikiran sama dengannya.
__ADS_1
“(menatap Raka dan menganggukkan kepalanya) menurut ku bisa jadi kak... tapi...” ujar Bima menggantung membuat Raka menatap ke arahnya dengan tatapan heran.
“Tapi kenapa Bim?” tanya Raka penasaran.
“kak, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang mencurigakan di sini. Kita tahu niat dari Adelia dan masih bisa mengantisipasinya, tapi tuan Roy entah kenapa aku merasakan firasat buruk padanya...” ujar Bima terus menatap ke layar laptop. Raka setuju dengan apa yang di utarakan adiknya, saat pertama kali mereka bertemu ada sesuatu pada Roy yang membuat Raka merasa tidak nyaman dan mencurigainya.
“Kita harus ekstra hati-hati, jangan sedikit pun lengah pada mereka berdua” ujar Raka menatap tajam pada layar laptop miliknya.
Ada tanda tanya besar di dalam diri mereka siapakah dan ada hubungan apa Roy dengan Adelia, suatu rahasia besar yang membuat Raka juga Bima tidak bisa sembarangan bertindak.
Sementara itu Adelia tengah sibuk menjelaskan prospek dari perusahaan yang di jalankannya, Roy sama sekali tidak tertarik dengan apa yang di jelaskan oleh gadis itu. Pikiran dan matanya terfokus pada tubuh dan bagian perbukitan yang memperlihatkan jalanan sempit begitu menggoda baginya, pakaian Adelia yang begitu terbuka seolah menantangnya untuk menjelajahi tempat-tempat tertentu.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1