
Baby Yusuf begitu asyik dengan mainan di tangan, sesekali mainan itu di masukkannya ke dalam mulut sambil tertawa senang menatap ke arah Jack. Penampilan Nicholas kala itu benar – benar berbeda di mata Jack, teringat olehnya masa kelam Nicholas yang hitam. Sorot mata serta aura yang terpancar dari Nicholas tidak mampu membuat siapa pun mendekat, namun semua itu berangsur berubah saat Sabrina dan baby Yusuf memasuki kehidupan bosnya.
Jack tersenyum senang dengan perubahan Nicholas, mendadak saja kedua bahunya bergidik saat mata tajam Nicholas menatap ke arahnya.
“I'm not a spectacle that makes you stand there frozen, is the car on standby ?( aku bukan tontonan sehingga membuatmu berdiri mematung di sana, apa mobil sudah siap? ) “ Nicholas menatap dingin Jack yang langsung tersadar, sorot mata tajam dan dingin bos membuatnya segera tersadar dari lamunan.
“The car is on standby, boss (Mobil sudah siap, bos) “ Jack segera meraih tas perlengkapan baby Yusuf dan tas jinjing yang berisi laptop.
The look in the boss's eyes still makes me shiver, even though I already have a young master and a boss lady, the aura is not easy to approach, it's still thick (Sorot mata bos masih saja membuatku merinding, walaupun sudah memiliki tuan muda dan nyonya bos namun aura tidak mudah di dekati masih saja kental terasa) gumam Jack dalam hati melangkah mengikuti Nicholas yang telah dulu berjalan keluar dari ruang rapat.
Keluar dari ruang rapat Nicholas dan Jack di sambut oleh dua orang body guard yang salah satunya langsung mengambil alih tas perlengkapan baby Yusuf dari Jack, mereka bersama – sama melangkah menuju lift yang kebetulan pintunya terbuka. Mereka masuk ke dalam lift dan salah seorang body guard menekan tombol yang ada pada dinding lift, perlahan lift itu turun menuju lobi yang terlihat tidak begitu ramai.
Beberapa orang di sana memberi hormat pada Nicholas yang melangkah melewati mereka, pemandangan itu tentu saja tidak di sia – siakan oleh para kaum hawa. Aura dingin dan tidak mudah di dekati jelas terasa di sekitar Nicholas, namun hal itu di abaikan oleh para kaum hawa yang telah jatuh dengan pesona Nicholas juga Baby Yusuf.
Bagi mereka sosok Nicholas yang bersikap dingin terlihat sangat menarik, keren dan hot, di tambah saat bersama baby Yusuf benar- benar membuat kaum hawa semakin mengagumi dan bermimpi juga berkhayal.
Nicholas dan baby Yusuf duduk di dalam mobil mewah yang pintunya di buka oleh Jack, setelah menutup pintu mobil mewah itu segera menuju butik di mana Sabrina dan para perempuan keluarga Adiwijaya berada.
__ADS_1
****
Sabrina tengah melihat berbagai lingerie khusus yang di jual di butik itu, di temani Anjani yang ikut melihat – lihat lingerie yang dominan berwarna putih.
“mbak.... menurut mbak ini bagus nggak?” tanya Anjani sambil melihat ke kiri dan ke kanan, dia merasa sedikit canggung membeli pakaian haram itu. Anjani memastikan jika di butik itu tidak ada orang lain selain keluarga Adiwijaya terutama pria lain, Sabrina menatap lingerie pilihan Anjani yang terlihat cantik dengan beberapa renda di sana sini.
“bagus dan terlihat sangat.... hmmm...” wajah Sabrina merona saat melihat lingerie pilihan Anjani, dia teringat dengan ucapan Nicholas saat pagi tadi. Anjani menatap heran ke arah Sabrina yang tersenyum malu - malu meong,
“hayoo.... Mbak... mikirin mas Nicholas lagi kan?” goda Anjani semakin membuat Sabrina salah tingkah.
“nnnddaaak... Cuma itu... mbak bingung.... mau... hhmmm ... itu...” Sabrina terlihat semakin canggung, sebelum Anjani menghampiri dia sudah memilih lingerie pilihannya. Sabrina Bermaksud secara diam – diam akan membayarnya namun keburu terlambat saat Anjani lebih dulu menghampiri, alhasil pakaian lingerie masih di pegang dan di sembunyikan di belakang punggung.
“itu apa di belakang mbak?” tanya Anjani penasaran, membuat Sabrina gelagapan.
“ndak.... bukan apa – apa?!” ujar Sabrina gugup menambah rasa curiga dalam diri Anjani.
“mbak....” dengan kodean mata Anjani melihat ke arah lingerie pilihannya, seakan bertelepati pada Sabrina yang langsung mengerti dengan cepat. Kepala Sabrina perlahan mengangguk malu - malu, wajahnya begitu merona dan menambah nilai kecantikannya.
__ADS_1
"sebaiknya... mbak... itu dek... hmmm.. “ Sabrina gugup dan tidak tahu harus berkata apa, Anjani mengerti lalu memilih menghampiri Asmirah, Wulan dan Andhini yang terlihat fokus dengan pakaian pernikahan. Sabrina cepat – cepat melangkah menuju kasir dan meminta untuk mempercepat proses pembayaran, kasir itu segera mengerjakan tugas dan menyimpan lingerie milik Sabrina dalam paper bag kecil berwarna pink juga lingerie lain di paper back berwarna merah hati.
Lingerie di paper back berwarna merah hati akan di hadiahi Sabrina untuk Asmirah, tentunya dia akan memberikan hadiah itu saat acara pesta pernikahan. Setelah menyelesaikan pembayaran Sabrina kembali duduk di sofa yang tersedia, dia memperhatikan Wulan juga Andhini yang tengah berembuk memilih seragam keluarga.
Perhatian mereka teralihkan saat mendengar kegaduhan di depan Butik, para perempuan Adiwijaya mengalihkan perhatian mereka ke arah sumber kegaduhan. Para pengunjung butik heboh dan saling berkomentar saat melihat Nicholas yang menggendong baby Yusuf berdiri mengedarkan pandangannya ke segala arah dalam butik, mata tajam Nicholas menemukan posisi Sabrina yang membalas menatapnya heran.
“Nicho?!” ujar Sabrina.
“Loh.... Bukannya tadi suami mu pamit ke kantor, nduk? “ tanya Andhini teringat saat Nicholas pamit pergi ke kantor bersama Baby Yusuf.
“mungkin aja Yusuf rewel mbak, jadi mas Nicho ke sini nyamperin mbak” ujar Asmirah.
Sabrina segera berdiri dari tempat duduknya menghampiri Nicholas yang melangkah ke arahnya, mata cantiknya melihat ke arah Baby Yusuf yang posisinya memunggungi.
“you're here? Is Yusuf fussing? or .... (kamu di sini? Apa Yusuf rewel? Apa....)”ucapan Sabrina terhenti saat jari telunjuk Nicholas menempel di atas bibirnya, mata tajamnya mengode ke arah Baby Yusuf yang sudah terlelap tidur. Kepala dengan rambut tebalnya menyandar di pundak kanan Nicholas, baby Yusuf terlihat sangat nyaman dalam gendongan daddynya.
“oowwh... I'm sorry Sayang.. (oowwh... Maafkan umi sayang...)” ujar Sabrina memegang serta mengecup tangan mungil baby Yusuf.
__ADS_1
“he fell asleep on the way here (dia tertidur saat perjalanan kemari)” ujar Nicholas memelankan suaranya.
“Your work must be disturbed because you have to bring him here (Pekerjaan mu pasti terganggu karena harus mengantarnya kemari?) ” ujar Sabrina ikut memelankan suaranya sambil mengulurkan kedua tangan bermaksud untuk mengambil dan menggendong Yusuf, namun Nicholas memeluk erat dan sedikit menghindar membuat Sabrina menatap heran.