
“uppss... sorry I forgot to introduce this is my husband Nicholas, Nicho is doctor Maria ( uppss... maaf aku lupa perkenalkan ini suami saya Nicholas, Nicho dia dokter Maria)” ujar Sabrina memperkenalkan Nicholas pada Dokter Maria.
“ooo no wonder you never see any man because a more handsome and macho man is beside you, you know Mr Nicholas Brina often talks about you. Brina is very lucky to be married to a man who has a great personality like you, just hearing the story has made me very curious about you (ooo pantas saja kamu tidak pernah melihat pria mana pun karena pria yang lebih tampan dan macho ada di sampingmu, anda tahu tuan Nicholas Brina sering bercerita tentang anda. Brina sangat beruntung bisa menikah dengan Pria yang memiliki kepribadian yang hebat seperti anda, mendengar ceritanya saja sudah membuat saya sangat penasaran dengan anda)” ujar dokter Maria.
“And the curiosity was cured, right? (dan rasa penasaran itu sudah terobati, bukan?)” canda Sabrina di sambut tawa oleh mereka. Nicholas menggenggam sebelah tangan Sabrina dan saling menatap,
“No doctor Maria, something needs to be corrected here, I am very lucky to have and love Brina (Tidak dokter Maria, ada yang perlu di koreksi disini, aku yang sangat beruntung dapat memiliki dan mencintai Brina)” ujar Nicholas sambil mengecup lembut punggung tangan Sabrina yang di genggamnya. Pipi Sabrina kembali memerah saat mendapat perlakuan lembut dan romantis dari Nicholas,
“ooooww you two are really cute.... o yeah by the way what's this Brina, you come here (ooooww kalian berdua benar-benar manis.... o ya ngomong-ngomong ada apa ini Brina, kamu datang kemari)” tanya Dokter Maria.
“hmmm.... here's Doctor Maria, I... I... I've been late for the past few weeks and lately I've been feeling dizzy and vomiting. I haven't had time to do the test yet, so we came here to make sure that I am?? (hmmm.... begini dokter Maria, aku... Aku... Beberapa minggu ini menstruasiku sudah terlambat dan akhir-akhir ini juga aku merasa pusing dan muntah. Aku belum sempat melakukan test, jadi kami datang kemari untuk lebih memastikan apakah aku??)” Sabrina tampak ragu-ragu menjelaskan sesekali dia menatap ke arah Nicholas yang menatapnya penuh cinta, dokter Maria langsung tersenyum senang mendengar apa yang baru saja di katakan Sabrina.
“Brina, you're a doctor. Of course, you already know that these are early signs of pregnancy (Brina, kamu kan seorang dokter. Kamu tentunya sudah tahu jika hal itu adalah tanda-tanda dari awal kehamilan)” ujar Dokter Maria.
“Hmmm... What Maria's doctor said is true, but we just want to make sure if this is an early sign of pregnancy or just pregnancy... you must understand what i mean (Hmmm... Apa yang dokter Maria katakan memang benar, tapi kami hanya ingin memastikan apa ini tanda awal kehamilan atau hanya hamil... anda pasti mengerti dengan apa yang aku maksud)” ucapan Sabrina terhenti, dia mengalihkan pandangannya pada Nicholas yang mulai sedikit khawatir dengan kondisi istrinya.
“ooo I understand what you mean Brina, it doesn't hurt if we make sure first. Now you're lying there ..... you please help Doctor Brina (ooo aku mengerti dengan apa yang kamu maksud Brina, memang tidak ada salahnya jika kita pastikan terlebih dahulu. Sekarang kamu berbaring di sana (menunjuk pada ranjang pasien lalu melihat ke arah perawat yang sudah mempersiapkan alat pemeriksaan) kamu tolong bantu Dokter Brina)” ujar Dokter Maria. Sabrina berdiri dari tempat duduknya lalu berbaring di tempat tidur yang berada di ruangan Dokter Maria, Nicholas tampak ragu-ragu untuk mengikuti dan melihat Sabrina. Keraguannya terlihat jelas oleh dokter Maria,
“You can accompany Doctor Brina, Mr. Nicholas. Please Mr Nicholas (anda dapat menemani Dokter Brina, tuan Nicholas. Silahkan tuan Nicholas)” ujar dokter Maria mengajak Nicholas untuk duduk di samping tempat tidur di mana Sabrina kini tengah berbaring.
__ADS_1
“All right, let's start with Doctor Sabrina. Sorry in advance Doctor (baiklah, kita mulai saja Dokter Sabrina. Maaf sebelumnya Dokter)” ujar Dokter Maria di bantu dengan perawat menaikkan pakaian Syar’i yang di kenakan Sabrina. Terlihatlah perut datar Sabrina yang berwrna putih, Dokter Maria menuangkan gel khusus di atas perut datar Sabrina dan mulai melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat USG.
Perlahan alat-alat yang di pegang dokter Maria bergerak ke kanan, ke kiri dan bagian tengah perut Sabrina, tidak membutuhkan waktu lama sebuah bulatan kecil berukuran nol koma dua centimeter itu pun terlihat pada layar monitor USG. Senyuman tersungging di bibir Dokter Maria begitu juga dengan Sabrina yang dari matanya terlihat berkaca-kaca, Nicholas tampak kebingungan melihat ekspresi Dokter Maria dan Sabrina.
Raut wajah Nicholas semakin terlihat kebingungan saat layar monitor memperlihatkan sebuah benda kecil yang berada di perut Sabrina, Dokter Maria pun menjelaskan pada Nicholas.
“Mr. Nicholas, as you can see. Currently in the womb of doctor Sabrina is developing your baby candidate (tuan Nicholas, seperti yang bisa anda lihat. Saat ini dalam rahim dokter Sabrina sedang berkembang calon buah hati anda)” ujar Dokter Maria membuat Nicholas seketika menatap ke arahnya.
“you mean, Brina Pregnant? (maksud anda, Brina Hamil?)”ujar Nicholas memastikan jika apa yang di dengarnya tidaklah salah.
“right Mr Nicholas, congratulations you will soon become a father and doctor Brina will soon become a mother (benar Tuan Nicholas, selamat anda akan segera menjadi ayah dan dokter Brina sebentar lagi akan menjadi seorang ibu)" dokter Maria menyelamati Nicholas dan Sabrina.
Raut wajah Nicholas tampak sangat bahagia saat mendengar pernyataan dari dokter Maria, di saat ada kesempatan dia memeluk Sabrina yang sudah duduk dari rebahannya. Nicholas tidak ragu-ragu memberi ciuman di kening, pipi dan bibir Sabrina sebagai rasa bentuk bahagianya,
“Nicho...” ujar Sabrina yang merasa sangat canggung saat dokter Maria dan juga perawat asistennya tersenyum melihat tingkah romantis Nicholas.
“sayang I am very happy. Thank you sayang...thank you (sayang, aku sangat bahagia. Terima kasih sayang... terima kasih)” ujar Nicholas sambil menciumi kembali kening dan pipi Sabrina. Perlakuan manis itu tidak bisa di protes oleh Sabrina yang kini di peluk erat oleh pria tampan itu, rasa bahagia tampak jelas dari wajah mereka berdua. Tidak lupa dalam hati Sabrina mengucapkan rasa syukur yang teramat pada sang Ilahi yang telah mempercayakan amanah pada dia dan Nicholas,
Alhamdulillah... terima kasih ya Allah atas amanah yang Engkau percayakan pada kami, Insyaa Allah kami akan senantiasa menjaga dan menyayanginya sepenuh hati, mengajarkannya tentang ilmu agama yang kelak berguna baginya... gumam Sabrina dalam Hati mengucapkan rasa syukur pada Allah SWT.
__ADS_1
“ehem... oh my god... This room feels hot as if exposed to radiation of romance. Brina pity me who is still single (ehem.... ya tuhan, ruangan ini terasa panas seakan terkena radiasi asmara. Brina kasihani aku yang masih single ini)” goda dokter Maria menyadarkan Sabrina jika mereka masih berada di ruangannya.
“Nicho...” panggil Sabrina dengan nada manja membuat Nicholas perlahan melepaskan pelukannya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1