
Adelia menyadari tatapan dari Roy itu, dia pun dengan sengaja memberikan jalan untuk pria itu berfantasi liar dalam pikirannya.
“tuan Roy, bagaimana menurut anda tentang penjelasan tadi? Apakah ada yang kurang menurut anda?” tanya Adelia, tangannya meraih beberapa dokumen sambil menggeser tempat duduknya.
“aku sedikit kurang mengerti di bagian ini” ujar Roy sambil menunjuk di sehelai kertas di pegang Adelia.
Kembali Adelia menjelaskan dokumen yang di pegangnya, matanya lalu menatap ke arah pria itu. Pria itu tersenyum smirk ke arah Adelia yang langsung mengerutkan keningnya heran,
“ada apa tuan? Apakah ada penjelasanku yang...” ucapan Adelia langsung terhenti saat Roy langsung memotong pembicaraannya.
“Nona Adelia... Lebih baik anda berterus terang saja. Sebenarnya ada memiliki tujuan di balik kerja sama ini bukan?” ujar Roy menebak langsung niat Adelia, gadis itu langsung tersenyum smirk saat Roy menyadari niatannya.
“ternyata informasi yang aku dapatkan tidak salah, anda sangat hebat dan berkarisma. Dengan begitu mudah anda bisa menebak jika aku memiliki keinginan dari kerja sama ini”
“ to the point saja nona Adelia, keuntungan apa yang ingin anda dapatkan dari kerja sama kita ini”
“Aku ingin ikut dalam proyek kerja sama anda dengan perusahaan Arbecio?!!” ujar Adelia dengan percaya diri membuat senyuman di wajah Roy sejenak menghilang.
“Anda ingin ikut dalam proyek dengan perusahaan Arbecio?!” tanya Roy menatap ke arah Adelia yang langsung menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
“ apa yang membuat anda sangat ingin ikut dalam proyek ini?” Tanya Roy, Adelia segera menjelaskan maksud dan tujuannya.
“Sebenarnya selain ingin mengembangkan perusahaan yang aku dirikan, aku ingin mendapatkan Raka Candra Wiguna!!!!” ujar Adelia berterus terang yang langsung mendapat tatapan tajam dari Roy.
“Jadi kamu mengincar tuan Raka dengan cara ikut masuk dalam proyek ini?!”
“aku tahu anda tidak senang dengan niatan ku, jika boleh aku bicara jujur Sebenarnya segala upaya sudah aku lakukan untuk bisa lebih dekat dengan mas Raka Tapi selalu berakhir dengan kegagalan. Saat aku tahu anda akan bekerja sama dengan mas Raka, Sebuah kesempatan emas yang tidak seharusnya aku buang begitu saja bukan?! Apa lagi anda tentunya memiliki ambisi untuk menaklukkan perusahaan Arbecio” ujar Adelia dengan percaya diri tinggi.
__ADS_1
“dari mana kamu tahu jika aku berniat untuk menguasai Arbecio?!” Ujar Roy menatap tajam ke arah Adelia, gadis itu tersenyum manis ke arahnya.
“aku tahu saat anda membeli beberapa saham milik Arbecio dengan harga tinggi, resiko seperti ini hanya orang berani dan niat tertentu yang mampu melakukannya. Apa ada perkataan ku yang salah Tuan?!” ujar Adelia sambil meraih minuman miliknya dan meminumnya.
Roy menatap lama ke arah gadis di depannya yang memiliki ambisi dan nyali besar, senyuman smirk kembali tersungging di bibirnya.
“apa imbalan yang aku dapatkan jika aku membantu anda?!” tanya Roy menatap l**r ke arah tubuh Adelia, Senyuman smirk tersungging di bibir Adelia yang di poles dengan lipstik warna merah yang berani dan mengga***hkan. Dia bangkit dari kursinya berpindah tepat di kursi samping Roy, Kepalanya sedikit mendekat ke arah telinga Roy sambil dia membisikkan sesuatu.
“aku menawarkan beberapa saham di perusahaan ku, walaupun perusahaan yang aku kelola masih tergolong kecil tapi aku percaya dengan kinerja tim perusahaan dan juga Tuan... Tentunya tuan akan mendapatkan pengalaman berbeda dan juga menantang...”ujar Adelia dengan kerlingan matanya ke arah Roy. Di bawah meja tepatnya di balik taplak meja putih itu kaki Adelia bermain di kaki Roy, gerakan kaki itu mulai mendaki tinggi kaki Roy yang berada di posisinya.
Mendapatkan hadiah jackpot tentu saja tidak akan di tolak oleh Roy yang tersenyum senang dengan sikap Adelia,
“tawaran yang begitu menarik... aku akan memikirkannya (meletakkan sebuah kartu yang ternyata adalah kartu kunci sebuah kamar) Temui aku dua jam lagi di sini... semua berjalan lebih baik jika kamu muncul di sini” ujar Roy sambil berdiri dari tempat duduknya, dia juga memberikan sebuah alamat hotel pada Adelia.
Pria itu lalu melangkah pergi meninggalkan restoran meninggalkan Adelia yang tampak duduk termenung di mejanya. Dia menatap lurus ke arah punggung Roy yang mulai menjauh pergi,
Di sisi lain Bima dan Raka saling berpandangan melihat Adelia dan Roy membubarkan diri, ada kecurigaan yang rasakan oleh mereka berdua.
“bagaimana menurut kakak?” tanya Bima pada Raka yang menatap layar Laptop yang kini menampilkan CCTV di parkiran hotel. Tampak Adelia memasuki mobilnya dan menjalankannya menuju ke arah jalanan,
“sebaiknya kita selidiki dulu, jangan gegabah mengambil tindakan. Kita harus lebih berhati-hati dalam bertindak, jangan sampai nantinya tindakan yang di ambil menjadi bumerang untuk kita” ujar Raka penuh ke hati-hatian dan penuh perhitungan.
“apa perlu kita menyewa detektif untuk menyelidiki mereka dan pergerakan keluarga tuan Arman, kak?” ujar Bima menatap ke arah Raka.
“ide yang bagus, sewa detektif swasta yang berkompeten dan ahli di bidangnya. Setelah kamu mendapatkan detektif yang terpercaya perintahkan dia untuk menyelidiki dan mengawasi mereka berdua ” ujar Raka menatap pada layar laptop yang kini beralih pada CCTV di mana Roy sedang memasuki kamarnya.
"baiklah kak, aku segera mencari informasi detektif swasta yang handal untuk penyelidikan ini” ujar Bima yang undur diri untuk menjalankan perintah dari kakaknya.
__ADS_1
Raka memutar bangkunya, dia berdiri lalu melangkah menuju jendela ruang kerjanya. Matanya menatap pemandangan di balik kaca tebal itu, hati dan pikirannya belum bisa move on dari bayang-bayang senyuman manis dan wajah cantik Sabrina.
Astagfirullah Raka.... seharusnya kamu tidak memikirkan perempuan yang sudah menikah.... tidak.... tidak aku harus bisa melangkah ke depan gumam Raka dalam hati memandangi pemandangan kota Jakarta.
***
Sang surya kini telah bersembunyi dan berganti dengan bulan purnama yang terang benderang, mobil Raka dan Thio tampak memasuki parkiran hotel bintang lima yang berada di kawasan Jakarta utara.
Beberapa jam sebelum pertemuan....
Roy menghubungi Raka yang saat itu akan bersiap-siap pulang. Dia lalu mengundang Raka untuk makan malam bersama untuk mempererat jalinan kerja sama mereka, awalnya Raka menolak tawaran itu dengan seribu satu alasan.
Tidak pantang menyerah, Roy terus berusaha untuk meminta Raka bisa bertemu dan makan malam bersama. Mau tidak mau Raka menyetujui undangan itu, untuk berjaga-jaga dia pun mengajak Thio dan Bima menemaninya untuk memenuhi undangan Roy.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...