Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 61


__ADS_3

Adiwijaya menatap istrinya, sebelah tangannya menggenggam tangan istrinya sambil menepuk-tepuk lembut.


“tidak ada apa-apa buk... bapak hanya rindu dengan Sabrina...” Adiwijaya menatap ke arah istrinya yang tersenyum ke arahnya.


“ Pak... jangan khawatir, dek Wulan udah memberi kabar jika keluarga Wiguna setuju dengan usulan kita. Mereka malah bersemangat untuk mempersiapkan pernikahan Sabrina dan Raka” ujar Andhini.


Adiwijaya melihat sebuah taksi yang masuk ke pekarangan rumah mereka, begitu juga Andhini dan Ningsih. Mereka bertanya-tanya dalam hati gerangan siapa yang datang ke kediaman mereka.


Senyuman bahagia terlukis di wajah mereka saat melihat Sabrina yang turun dari mobil taksi. Supir Taksi juga ikut turun, membuka pintu bagasi belakang mobil untuk mengambil koper miliknya.


“Assalamualaikum Eyang kakong, eyang putri dan ibu” sapa Sabrina, wajahnya tampak ceria saat menatap keluarga yang sangat di sayangi nya.


“waalaikum salam.... Sabrina cucu eyang” Ningsih bahagia, Sabrina segera menyalami satu persatu keluarganya.


Andhini dan Ningsih memeluk Sabrina dengan erat, menumpahkan rasa rindu yang sudah lama tersimpan. Adiwijaya tersenyum senang dan bahagia melihat cucunya kini berada di hadapannya, dia merasa cemas jika Arman berhasil mengetahui keberadaannya dan mengambilnya secara paksa.


“ibu senang banget kamu pulang, gi mana kamu di Jakarta? Kenapa Kamu ndak ngasih kabar kalo mau pulang. Ibu kan bisa nyuruh pak Slamet jemput kamu Ke bandara...” Andhini terus berbicara tanpa membiarkan Sabrina untuk menjawabnya.


“Andhini kalo kamu terus bertanya kapan cucu ibu akan menjawabnya” Ningsih tersenyum membelai wajah cantik Sabrina.


“ibu juga, kalo Sabrina di ajak ngobrol terus kapan dia bisa beristirahat. Sudah dulu ngobrolnya, sudah siang ayo kita makan siang sekarang” ujar Adiwijaya menatap wajah lelah Sabrina. Mata tua Adiwijaya menatap mata cucunya, ada begitu banyak pertanyaan dan kesedihan di sana.


“ ya gusti... iki karena kelamaan kangennya, kamu pasti capek ya nduk. (Sabrina menganggukkan kepalanya, dia tidak bisa berbohong jika saat ini dia benar-benar merasa sangat lelah) Lebih baik sekarang kamu istirahat sholat zuhur setelahnya makan siang yo nduk...” Ujar Ningsih.


“ Iya eyang uti, Sabrina ke kamar dulu ya Eyang, ibu...” Sabrina menggeret koper mungil menuju kamarnya. Adiwijaya, Ningsih dan Andhini saling berpandangan, mereka terkejut dengan kedatangan Sabrina yang mendadak.


“ pak.... apa Sabrina tahu dengan alasan kita mempercepat pernikahannya?” Andhini khawatir.


“ sebaiknya kita bicarakan nanti saja, lebih baik sekarang kita sholat zuhur dan makan siang bersama” Adiwijaya memilih mengakhiri pembicaraan masuk ke dalam kediaman untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


***

__ADS_1


Sore hari di Jakarta, Arman tampak kesal duduk memandang ke arah jendela hotel. Dia menatap tajam ke arah gedung-gedung pencakar langit yang menjulang di samping hotel yang di tinggali nya. Masih teringat olehnya saat Raka memperkenalkan Sabrina, tangannya terkepal erat penuh dengan kebencian.


Bagaimana caraku membawa si anak si**lan itu pada tuan Nicholas gumam Arman dalam hati berpikir keras untuk membawa Sabrina ke hadapan Nicholas.


Adelia keluar dari kamarnya melihat Arman yang sedang membelakanginya, dari pantulan kaca di dia tahu jika saat ini papanya sedang memikirkan jalan keluar.


“pa, Adel ada ide” ujar Adelia duduk di sofa yang tersedia. Dia menuangkan wine merah yang di pesannya pada gelas wine. Satu gelas dia berikan pada Arman yang masih betah berdiri menatap pemandangan kota.


Dia kembali duduk di sofa sambil menkmati wine miliknya.


“ide?! Ide apa?”


“gi mana kalo kita nyuruh orang buat nyulik tu anak pembawa si*l, lalu kita bawa ke tuan Nicholas” Adelia merasa idenya begitu brilian, sambil meneguk wine yang di pegangnya.


“apa kamu lupa siapa tunangan si pembawa si*l itu? Tidak hanya keluarga Wiguna saja yang akan mencarinya nanti, bahkan keluarga Adiwijaya tidak akan diam begitu saja” ujar Arman, dia menatap wine merah di tangannya lalu meminum dengan perlahan.


“lalu apa yang akan kita lakukan pa... aku tidak mau jika si pembawa si*l itu menikah dengan mas Raka. aku tidak terima jika si pembawa si*l lebih baik dari aku” Adelia menggenggam gelas wine dan membanting gelas itu ke lantai. Dia merasa sangat kesal dan marah saat tahu jika Sabrina bertunangan dengan Raka yang sudah mencuri perhatiannya.


Arman menatap Adelia lalu menghampirinya, tangannya terulur membelai kepala Adelia. Matanya menatap tajam ke arah pecahan gelas wine yang berserakan, dia berpikir cukup lama tangannya segera mengeluarkan smartphone. Jari jemarinya bermain di atas layar datar itu mencari sesuatu di dalam benda pipih itu, setelah menemukan apa yang di carinya dia menekan tombol hijau.


Terdengar nada sambung dari smartphone milik Arman, dia menunggu panggilannya di terima oleh seseorang di seberang sana.


“So, have you prepared my guarantee? (jadi, jaminan milikku sudah kamu siapkan?)” terdengar suara bass pria yang khas di seberang telepon sana.


“ so... so... sorry sir nicholas, there is a little problem... (ma... ma... maaf tuan Nicholas, ada sedikit kendala...)” ujar Arman terbata-bata sambil menjelaskan tentang Sabrina, senyuman smirk terlukis di wajah Nicholas. Mata tajam seperti seekor jaguar menatap ke arah foto perempuan berhijab yang tidak lain adalah Sabrina.


“it's an easy matter, just wait for my arrival (itu masalah mudah, tunggu saja kedatangan ku)” ujar Nicholas mematikan secara sepihak panggilan telepon dari Arman. Dia menatap ke arah tangan kanannya yang selalu siap untuk di perintahkan.


“prepare my flight right now, we are leaving for Surakarta (persiapkan penerbanganku saat ini juga, kita berangkat ke Surakarta)” Nicholas berdiri dari kursi kebesaran lalu memakai jas miliknya.


“Yes bos” tangan kanan Nicholas segera menyiapkan pesawat jet pribadi. Nicholas berjalan mendahului tangan kanannya menuju pintu keluar ruangan kerja.

__ADS_1


Di depan ruang kerja beberapa anak buah milik Nicholas berdiri berjajar memberi hormat.


“boss....” Nicholas berjalan dengan santai di depan semua anak buahnya. Tangannya tampak sibuk dengan smartphone miliknya, di layar ponsel itu tertera wallpaper foto seorang perempuan berhijab yang tak lain adalah Sabrina sedang tersenyum manis.


Di wallpaper itu Sabrina masih mengenakan pakaian sewaktu masih SMA, foto yang di dapat saat mendapat laporan penyelidikan dari anak buahnya tentang Sabrina. Semenjak melihat foto Sabrina ada sebuah perasaan asing yang hinggap di hatinya.


Semua sahabat, musuh dan Anak buah Nicholas tahu jika hatinya dan jiwa manusianya sudah lama mati semenjak kematian tragis seluruh keluarganya. Demi membalas dendam Nicholas membuang dan melupakan cinta juga kasih sayang yang membuatnya menjadi pria dingin mampu membunuh siapa pun tidak di senanginya.


Setiap malam banyak perempuan yang menemaninya, namun ke esokkan paginya kebanyakan mereka keluar dengan babak belur ataupun kehilangan nyawanya. Tidak satu pun perempuan berhasil membuatnya senang dan membangkitkan hasrat juga gairahnya. Membuat Nicholas semakin frustasi dan akan bertindak kejam untuk menyalurkannya.


Nicholas berjalan menghampiri mobil terparkir di pelataran kantor besar miliknya, anak buah lainnya membukakan pintu di bangku penumpang. Wajah dingin tanpa ekspresi menatap layar ponselnya,


I can't wait to meet you in person. You are the first woman who made me very curious and wanted you. ( aku sudah sangat tidak sabar untuk bertemu langsung denganmu. kamu perempuan pertama yang membuatku sangat penasaran dan menginginkanmu.) Gumam Nicholas dalam hati menatap lama foto Sabrina.


**************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika kedua karya Author "terjebak cinta CEO dingin" dan "Cinta Sabrina" mengalami keterlambatan updatenya. di karenakan dalam rangka membantu bocil dalam persiapan ujian jadi sangat sering terlambat up dan hanya satu episode dulu.


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1



NIcholas


__ADS_2