
Sabrina baru saja menyelesaikan mandinya lalu meraih bath robe untuk di kenakan, rambutnya di biarkan tergerai begitu saja. Dia keluar dari kamar mandi menghampiri ranjang, matanya melihat ke arah ranjang di mana kotak perhiasan dengan sebuah pesan berada di atas kalung itu.
Kertas pesan itu di baca Sabrina setelahnya dia melihat ke arah kalung berlian, jari jemari tangan Sabrina mengambil kalung itu dan mengenakannya. Dia melangkah ke arah cermin besar yang ada di kamar itu, rambut yang tergerai di kesampingkannya ke pundak kiri. Kalung itu di pakai kan Sabrina ke lehernya yang putih, dia sengaja tidak mengaitkan pengaitnya untuk melihat apakah pantas dirinya mengenakan kalung yang bisa di lihat sekilas berharga sangat mahal.
Ceklek....
Sabrina menatap ke cermin saat mendengar suara pintu yang di buka, dia tersenyum manis saat melihat Nicholas yang menghampirinya. Paper bag hitam di letakkannya tepat di atas meja yang ada di depan cermin, kedua tangan Nicholas melingkar di pinggang ramping Sabrina yang tangannya masih memegangi kalung berlian di leher.
“You look very beautiful!! (kamu terlihat sangat cantik!! )” Nicholas mengecup pundak leher Sabrina yang terekspos, mata tajamnya menatapi bayangan Sabrina yang mengenakan kalung berlian. Tangan Sabrina turun dengan menggenggam kalung berlian itu, dia membalikkan tubuhnya menatap ke arah suami tercinta.
“Where have you been? (kamu dari mana saja?)”
“I was out looking for a change of clothes for you, but all the boutiques were closed (aku keluar mencari baju ganti untukmu, tapi semua butik sudah tutup)” ujar Nicholas menengadahkan tangannya ke arah Sabrina, seakan mengerti dengan maksud suaminya kalung berlian itu di berikan Sabrina pada Nicholas.
Kedua tangan Nicholas melingkar di leher Sabrina sambil memasangkan kalung itu, setelah kalung itu terpasang dia menatap lama istrinya yang terlihat semakin cantik.
“why don't you contact me? I can ask the people of the house to deliver our change of clothes (kenapa kamu tidak menghubungi ku? Aku bisa meminta orang rumah untuk mengantarkan pakaian ganti kita)” ujar Sabrina hendak melangkah ke arah nakas di mana ponselnya tergeletak, tangan Nicholas memegangi tangan Sabrina.
“don't worry sayang, they must have rested because they are tired of accompanying our prince to play (tidak usah sayang, mereka tentunya sudah beristirahat karena lelah menemani pangeran kita bermain) “ Nicholas membelai lembut pundak Sabrina.
“Then what will I wear? My clothes were already dirty (Lalu aku akan mengenakan apa? Pakaian ku yang tadi sudah kotor)” Sabrina kebingungan dan menatap ke arah paper bag yang di bawa Nicholas.
__ADS_1
“What is this? (Ini apa?)” tanya Sabrina kembali penasaran dengan isi paper bag itu.
“this.... I bought this for you, try to use it. Previously, where are your clothes, let me send them to this hotel's laundry service (ini.... Ini aku belikan untukmu, cobalah kamu pakai. Sebelumnya mana pakaianmu, biar aku mengirimnya ke jasa loundry hotel ini)” ujar Nicholas mencari – cari pakaian yang di kenakan Sabrina tadi, dia berusaha menghindar dan tidak ingin membuat perempuan cantik itu curiga.
“my clothe were there!! (pakaian ku tadi ada di sana!!) “ujar Sabrina sambil menunjuk ke arah tumpukan pakaian di lantai samping pintu kamar mandi, segera Nicholas menghampiri dan mengambilnya. Dia kembali menatap ke arah Sabrina yang hendak melihat isi paper bag itu, tangannya meraih kotak yang ada dalam paper bag hitam. Mata tajamnya terbuka lebar dan Segera mencegah niat istrinya,
“sayang, You better open it and try it in the bathroom. I'll give this to the laundry man (Sayang, sebaiknya kamu membuka dan mencobanya di kamar mandi. Aku akan memberikan ini pada petugas loundry)”ujar Nicholas yang langsung di tatap bingung Sabrina, meski berjuta tanya di benaknya Sabrina melangkahkan kaki menuju kamar mandi dengan kotak berukuran sedang di tangannya.
Nicholas menghubungi pihak petugas hotel untuk memakai jasa loundry, Tidak menunggu beberapa lama pekerja hotel datang untuk mengambil pakaian yang akan di londry. Setelah menyerahkan pakaian Sabrina, Nicholas duduk di tepian ranjang sambil sesekali menatap ke arah pintu kamar mandi. Kue ulang tahun untuk Sabrina di letakkannya di samping nakas ranjang, terlihat kue itu sudah terpotong pada sisi lain.
Bibir seksi Nicholas tengah menggigiti lembut ibu jari tangan kekar yang tertempel cream kue, perutnya semula berbunyi sudah terobati dengan kue ulang tahun untuk Sabrina. Kembali matanya melihat ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, di dalam kamar mandi Sabrina terlihat kebingungan dengan tampilan pakaian yang di belikan Nicholas.
Lingerie seksi telah terpasang di tubuhnya, dia memandangi diri di cermin dengan wajah sangat merona. Lingerie pilihan Nicholas terlihat begitu pas dan sempurna di badan Sabrina yang selalu memakai pakaian tertutup, mata cantik dan jernih menatapi bayangan di cermin dari bagian atas badan hingga bagian lingerie yang panjangnya hanya menutupi setengah paha bagian ke atas.
“Nicho?! “ panggil Sabrina dari balik pintu kamar mandi yang terbuka sedikit, kepalanya menjulur keluar melihat ke arah ranjang di mana Nicholas tampak duduk bersandar ke kepala ranjang. Kedua tangan Nicholas berpangku dia tas bantal yang di peluk dengan kedua mata tampak terpejam, Sabrina tampak kebingungan dan ragu – ragu untuk keluar.
Nicholas memejamkan matanya sejenak bukan lantaran mengantuk atau apa pun, dia tengah menenangkan diri saat terbayang kembali Sabrina yang mengenakan lingerie pilihannya. Mendengar pintu yang terbuka membuat detakan jantungnya semakin berpacu, dia merasakan seseorang berdiri di sampingnya.
Sabrina keluar dari kamar mandi dan menghampiri Nicholas, dia mengira jika suaminya tertidur dan hendak membantu Nicholas agar dapat tidur lebih nyaman. Seketika tangan kekar itu memegang tangan Sabrina dan menariknya hingga perempuan cantik itu duduk di pangkuannya, Nicholas terdiam sejenak saat melihat istrinya yang mengenakan Bath robe.
“you don't like it?! (kamu tidak menyukainya?!)” tanya Nicholas membuat wajah Sabrina merona.
__ADS_1
“that.... Hhhmmmm.... I... I feel embarrassed wearing it (itu.... Hhhmmmm.... Aku... Aku merasa malu mengenakannya)” mata Sabrina menunduk menatap dada bidang suaminya.
“Embarrassed ( malu?!) “ kening Nicholas terlihat berkerut bingung, Sabrina mengalihkan pandangannya ke arah sebelah kanan. Pria tampan itu kini mengerti dengan maksud istrinya, Sabrina merasa tidak percaya diri teringat dengan luka bakar di punggungnya. Nicholas tersenyum semanis madu menatap Sabrina penuh cinta, sedangkan Sabrina memilih menundukkan pandangan merasa dirinya kurang pantas. Tangan kanan Nicholas mengangkat dagu runcing Sabrina sehingga mereka saling bertatapan satu sama lain, tangan kiri Nicholas memegang pinggang istrinya yang masih mengenakan bath robe.
“sayang, for me you are perfect ( sayang, bagiku kamu sempurna) “ ujar Nicholas, tangan kanannya membelai lembut wajah Sabrina yang terlihat sangat cantik.
Tangan kiri Nicholas menarik tali ikatan bath trobe di pinggang Sabrina hingga terlepas, lalu kedua tangannya membuka bath robe hingga memperlihatkan sebuah pemandangan yang begitu sempurna.
“beautiful.... So beautiful (cantik.... Sangat cantik) “ tangan Nicholas membelai lembut pundak Sabrina, jari jemarinya menjelajah setiap area bagian bahu hingga zona di bawah leher jenjang itu.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...