Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 42


__ADS_3

“Jeng Andhini, apa Sabrina sudah punya pacar atau tunangan?” Tanya Helena tidak sabaran, dia sudah sangat kesal pada Raka yang masih betah menjomblo.


“Sabrina tidak pernah pacar dan sampai saat ini belum ada satu pun khitbah yang di terima oleh mas Wiyasa atau pun Sabrina sendiri” jelas Andhini.


Helena sangat senang mendengar hal itu, dia sudah menyukai Sabrina saat bertemu langsung.


Mbak Rianti, sepertinya putri kita sudah menemukan jodohnya guman Andhini dalam hati tersenyum menatap Sabrina dan Raka.


berbagai macam gaya yang di tunjukkan oleh fotografer memberikan gambar dengan hasil jepretan yang begitu bagus. Semua tamu memperhatikan mereka berdua terlihat begitu sangat serasi. komentar-komentar positif kembali berdengung di antara para tamu, yang mengagumi dan syirik becampur iri.


***


Di belahan negara lain tepatnya Australia, Arman tampak menghadapi masalah yang cukup pelik. Perusahaannya sedang di landa krisis akibat adanya kecurangan di lakukan oleh beberapa pegawai. Dengan kecerdasannya, Arman bisa sedikit menstabilkan perusahaannya.


Indah bersama putrinya Adelia datang ke perusahaan Arman, mereka berpenampilan layaknya kaum sosialita yang suka menghambur-hamburkan uang.


“Papa....” sapa Adelia pada Arman di balas dengan tatapan nanar saat melihat Indah dan putrinya menenteng beberapa paper bag dengan brand kenamaan.


“Kalian belanja lagi” bentak Arman yang di anggap angin lalu oleh Indah dan Adelia.


“oh come on pa, kami kan hanya belanja pakaian dan aksesoris. Itu juga nggak nyampe satu juta dolar” Adelia dengan santai duduk di sofa ruang kerja Arman.


“apa kamu bilang satu juta dolar? Apa kamu tidak tahu jika keuangan perusahaan kita sedang bermasalah dan kamu membuang-buang uang untuk sesuatu yang tidak penting begitu” Arman sangat marah melihat istri dan putrinya menghambur-hamburkan uang miliknya.


“udahlah mas, ini semua kan juga buat kamu juga. Apa kamu mau jika putri dan istrimu ini tampil dengan pakaian lama dan ketinggalan jaman? Apa yang akan mereka katakan saat melihat kami yang tampil dengan pakaian lusuh? Kamu juga nggak mau kan di buat malu?” Indah dengan mulut manisnya menenangkan Arman.


Dia sudah melakukan hal itu bertahun-tahun dan selalu berhasil, namun tidak kali ini. Arman tengah menghadapi masalah yang begitu pelik.

__ADS_1


“kalian berdua punya otak tidak, kalian menghabiskan uang yang aku pinjam dari mafia. Dan sekarang mafia itu dalam perjalanan kemari untuk meminta uangnya” ujar Arman pada Indah dan Adelia, mata mereka berdua hampir keluar saat mengetahui uang yang mereka habiskan adalah milik mafia.


Bau saja Arman membicarakan mafia itu sudah berada di depan pintu, membukanya dengan angkuh.


Braaak....


Mereka bertiga terkejut saat melihat mafia yang di maksud oleh Arman.


“Ssss...sir... Sir Nicholas” ujar Arman yang gugup. Dia sangat tidak nyaman bertemu dengan Nicholas, mafia kelas atas yang paling di takuti oleh semua pembisnis di Australia. Mereka lebih memilih menjauh dari Nicholas dan tidak ingin terlibat masalah dengannya.


Wajah tampan Nicholas mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya, tidak ada satupun orang akan menyangka jika Nicholas adalah seorang Mafia kelas tinggi berhati dingin. sejenak Adelia terpesona dengan ketampanan Nicholas, namun latar belakang Nicholas membuatnya sangat takut. Para anak buah Nicholas masuk ke dalam kantor Arman dengan kasar.


“You promised that the money will be ready now. Where's my money, why don't I see it? (kamu sudah berjanji jika uangnya akan siap sekarang. Di mana uangku, kenapa aku tidak melihatnya?)” tanya Nicholas kasar menatap tajam ke arah Armand.


“that ... that ... that ... (itu.... itu..itu)?” Arman sangat gugup, Berulang kali menyeka keringatnya.


“looks like you can't speak properly? Jhon, looks like he needs your help!!! (sepertinya kamu sudah tidak bisa bicara dengan baik? Jhon, sepertinya dia butuh bantuan mu!!!)” Nicholas mengode ke arah anak buahnya akan melangkah ke arah Arman.


“no .... no ... no mr. nicholas. I will pay all the money borrowed, give me another time my company will rise as soon as possible!! (no.... no... jangan tuan nicholas. saya akan membayar semua uang yang di pinjam, beri saya waktu lagi perusahaan saya secepatnya akan bangkit)” ujar Arman meminta waktu kembali.


“Mr. Arman, I am not a charity that can just give you time. I need the assurance I deserve!!! (tuan Arman, aku ini bukan badan amal yang bisa begitu saja memberi waktu pada anda. aku butuh jaminan yang layak pantasnya)” Nicholas melihat ke arah Adelia dan Indah. Arman menunduk memikirkan jaminan apa baginya agar Nicholas tenang.


Timbul ide gila di benaknya demi menyelamatkan perusahaannya,


“I will guarantee my daughter, if I can't pay my debts then my daughter will be yours. (saya akan menjamin putri saya, jika saya tidak bisa membayar hutang-hutang saya, maka putri saya akan menjadi milikmu.)” ujar Arman membuat Adelia dan Indah terkejut. Adelia sangat menolak ide gila Arman yang menjerumuskannya.


“Paa....aku nggak mau” teriak Adelia membuat Arman menatap tajam padanya.

__ADS_1


Dia tidak ingin menjadi wanita peliharaan dari mafia bertangan dingin seperti Nicholas. Mata pria dan beberapa anak buahnya menatap ke arah Adelia dan Indah.


“You are kidding. women like her have become my daily food, and now you are handing over women who I can find anywhere!! (kamu bercanda. perempuan seperti dia sudah menjadi makanan ku sehari-hari, dan sekarang kamu menyerahkan perempuan yang bisa ku temui di mana saja)” ujar Nicholas merendahkan Adelia yang tidak menerimanya.


Dia akan melawan perkataan Nicholas langsung di cegah Indah yang tidak ingin terjadi apa pun pada suami dan putrinya.


“tenanglah... Putri papa mu kan bukan kamu saja” ujar Indah mengingatkan Adel pada sosok Sabrina yang di buang Arman. Indah pun ikut berbicara membantu Arman,


“Sir, I mean my husband is not Adelia, but our other daughter is studying in Indonesia. he will be our guarantor (tuan maksud suami saya buka Adelia, tapi putri kami lainnya yang sedang belajar di indonesia. Dia yang akan menjadi penjamin kami)” jelas Indah.


Armand menatap ke arah Indah, dia tahu jika Indah merujuk pada putri yang sudah di buangnya. Dia tidak memiliki foto Sabrina satu pun, namun dia terus berusaha untuk membuat Nicholas mau menerima kesepakatan jaminan padanya.


Arman sudah sangat dibutakan dengan kekuasaannya, demi mewujudkan dan juga melindungi perusahaannya dia rela mengorbankan putri yang sudah lama di buangnya.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2