Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
10 Perkelahian


__ADS_3

"Serius?" tanya Rissa saat Vara menceritakan tentang perjodohannya dengan Ken.


"Wah, selamat, ya." Rissa ikut senang mendengar kabar bahagia itu.


"Terus, gimana dengan Vana?" tanya Nio.


Senyum di wajah Vara langsung menghilang, diiringi helaan nafas berat.


"Ih Nio apa-apaan, sih. Jangan merusak suasana, deh!"


"Aku kan hanya nanya. Vana pasti tidak terima kan, pasti dia marah dan sedih banget."


"Itu sih urusannya dia. Lagian suka sama cowok kok maksa!"


"Sudah Var, jangan dipikirkan. Nanti dia juga pasti akan mengerti dan menerima kalau aku ini akan menjadi kakak iparnya."


Vara mengangguk, dan kembali melanjutkan obrolannya dengan yang lain.


...🍂🍂🍂...


Hubungan Vara dan Vana semakin merenggang. Ken sudah tidak pernah lagi datang ke rumah Vara, agar tidak lagi ada kekacauan di rumah itu. Nomor Vana juga sudah dia blokir, membuat Vana semakin membenci kakaknya itu.

__ADS_1


"Kalau aku tidak bahagia, maka kamu juga tidak berhak bahagia!" ucap Vana pada Vara.


"Vana, mau sampai kapan kamu seperti ini? Kita tidak bisa memaksakan hati. Aku tidak pernah memaksa Ken untuk mencintai aku, juga tidak bisa mencegah rasa cintaku untuk Ken."


"Tapi kamu bisa menolak perjodohan itu!"


"Tapi aku juga mencintai Ken. Kami saling mencintai."


"Ken hanya mencintai aku, hanya saja dia belum menyadari itu."


"Cukup Vana, kamu itu hanya terobsesi saja pada Ken."


"Pokoknya kamu tidak boleh menikah dengan Ken!"


Vana juga terus menghubungi Ken dengan nomor baru, tapi tetap saja tidak pernah Ken tanggapi. Setiap Vana datang ke kampusnya, maka Ken akan selalu menghindar, dan selalu berhasil karena bantuan dari sahabat-sahabatnya.


"Kamu perempuan tapi enggak punya harga diri banget!" ucap Rissa ya g juga diangguki oleh Carlos.


"Enggak usah ikut campur!"


"Seharusnya kamu sadar diri, dibandingkan dengan Vara, kamu itu enggak ada apa-apanya. Aku malah ragu kalian ini saudara kandung."

__ADS_1


"Rissa, jangan bicara seperti itu pada adikku," ucap Vara yang baru saja datang.


"Maaf Var, tapi aku kesal sekali dengan adik kamu ini. Dia selama ini selalu saja menyusahkan kamu."


"Dia tidak menyusahkan aku."


"Enggak usah sok membela aku. Kenapa, agar kamu selalu mendapat pujian dari orang lain? Kamu selalu saja berlindung di balik pujian orang-orang."


"Kami memuji dia bukan karena dia yang meminta, tapi karena Vara memang baik, makanya banyak pria yang menyukai dia, termasuk Ken. Sedangkan kamu? Hidup kamu itu selalu saja menyusahkan orang-orang termasuk kedua orang tua kamu."


Plak


Vana yang kesal langsung menampar Rissa. Terjadi perkelahian antara kedua gadis itu. Mereka saling jambak dan cakar. Vara, Nio dan Carlos berusaha melerai keduanya.


"Kenapa kamu selalu saja ikut campur urusan aku? Kamu itu hanya orang asing yang tidak tahu apa-apa! Dasar!"


"Berhenti Vana, Rissa!"


Perkelahian itu menjadi tontonan para mahasiswa. Ken yang sejak tadi menunggu Carlos dan Nio, akhirnya datang dan ikut melerai Vana dan Rissa.


"Kak Ken, dia sudah melukai aku!" adu Vana.

__ADS_1


"Cukup Vana, kamu ini selalu saja membuat masalah di mana pun kamu berada!"


Bukannya menenangkan Vana, Ken justru menyalahkan dirinya dan malah membela Rissa. Rissa yang dibela oleh Ken tersenyum puas dan mengejek Vana, membuat gadis itu semakin emosi dan kembali menjambak rambut Rissa.


__ADS_2