Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
72 Baru Tiga Hari


__ADS_3

"Vana belum pulang juga sampai sekarang. Menurut kamu, bagaimana?" ucap Vara pada Rissa.


"Biarkan saja, jangan dicari dulu. Nanti dia bisa besar kepala. Ini kan yang dulu aku bilang sama kamu, harus mengawasi Vana, akhirnya apa yang aku khawatirkan terjadi juga."


"Jadi menurut kamu, kamu jangan mencarinya?"


"Hmm, menurut aku sih, begitu. Tapi ya terserah keluarga kamu. Ini kan masalah serius dan menyangkut Ken dan keluarganya juga. Mungkin kalau dia merasa dicuekin, dia jadi bisa lebih dewasa dalam berpikir, tidak lagi egois dan mengikhlaskan kalau Ken itu memang bukan jodohnya, tapi akan menjadi suami kamu."


"Apa jangan-jangan, Ken memang benar melakukan itu pada Vana?"


"Kamu percaya? Kalau kamu percaya pada Vana tanpa melihat bukti, berarti kamu meragukan Ken. Suatu hubungan harus dilakukan atas dasar kepercayaan. Mumpung belum terlambat, kalau ada keraguan di hati kamu, sebaiknya kamu putuskan pertunangan kamu dengan Ken. Jangan sampai nanti kamu malah menyesal."


Terlihat keraguan dalam diri Vara. Dia sudah mengenal Ken selama bertahun-tahun, bahkan sejak mereka masih bayi. Ken selama ini adalah pria yang baik, jadi tidak mungkin melakukan hal sebejat itu.


Jangankan menodai Vana, berciuman dengan dirinya saja, Ken tidak pernah melakukannya. Mereka hanya bergandengan tangan tanpa melakukan apa-apa. Pada kekasihnya saja, Ken bisa menjaganya dengan baik, jadi tidak mungkin Ken melakukan itu pada perempuan lain, apalagi calon adik iparnya, yang juga sahabatnya sejak kecil.

__ADS_1


"Aku ... aku percaya pada Ken."


"Kalau begitu, lanjutkan pertunangan kamu. Apa pun keputusan yang akan kamu ambil, aku akan selalu mendukung kamu."


Mendengar nasehat-nasehat dari Rissa yang menurut Vara benar dan menenangkan, Vara semakin merasa beruntung dengan persahabatan mereka.


"Tapi Vana ...."


"Nanti juga dia pulang sendiri. Kamu kan tahu sendiri, bagaimana Vana."


💕💕💕


"Iya, ini Papa akan mencari dia. Papa harap dia sudah berpikir akan kesalahannya itu dan tidak lagi mencari masalah. Kalau perlu, papa akan menjodohkan dia dengan pria lain yang sama baiknya dengan Ken, agar dia bisa melupakan Ken dan tidak lagi mengganggu hubungan dia dengan Vara."


"Papa mau menjodohkan dia dengan siapa?"

__ADS_1


"Hm, dengan Nio, mungkin. Dia pria yang baik, kan?"


"Kenapa dengan Nio?"


"Papa kan mengenal baik keluarganya juga. Kamu tahu sendiri kan, papanya Nio juga ingin menjodohkan dia dengan salah satu anak perempuan kita. Tapi Vara sudah bersama Ken, jadi papa akan menjodohkan Vana dengan Nio."


"Kenapa bukan Marco?"


"Marco akan dijodohkan oleh orang tuanya dengan perempuan lain. Tapi saat ini keluarga perempuan itu ada di luar negeri untuk urusan bisnis."


Vara dan Rissa diam-diam mendengarkan pembicaraan itu.


"Ya sudah, papa akan menyuruh orang papa untuk mencari Vana."


"Jangan, Pa!" ucap Vara.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Biarkan saja Vana pergi lebih lama lagi. Ini baru tiga hari. Anggap saja ini hukuman pada Vana agar dia bisa berubah."


__ADS_2