Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
99 Dekat Di Mata, Jauh Di Hati


__ADS_3

Mengikuti saran dari Marco, Ken akhirnya pergi berlibur seorang diri, tanpa memberi tahu siapa pun dan mematikan ponselnya. Dia membutuhkan ketenangan, tanpa ada yang mengusiknya apalagi mempengaruhi pikirannya hingga dia mengambil keputusan yang tepat.


Tidak ingin terpengaruh oleh Vara atau kedua orang tua Vara.


Tidak mau terpengaruh dengan kedua orang tua kandungnya sendiri atau opa omanya.


Tidak mau terpengaruh oleh sahabat-sahabatnya atau pun perkataan orang lain yang mencibir, menghina atau merendahkannya.


Tidak peduli siapa yang pro dan kontra ke mana.


Dia ingin mengikuti kata hatinya sendiri.


Ken memilih liburan ke gunung. Mungkin mendaki gunung akan merilekskan pikiran dan hatinya.


Sementara itu, ketenaran Khea dan Gean semakin meningkat. Mereka menjadi idola baru dalam dunia entertainment. Kecantikan dan ketampanan ibu dan anak itu benar-benar memikat hati. Bukan hanya dari kalangan fans saja, atau orang-orang biasa. Bahkan para artis, anak pejabat, pengusaha, pokoknya segala bidang profesi tertarik dengan perempuan muda beranak satu itu.


Lajang, tua, muda, duda, bahkan pria beristri menginginkan perempuan itu.


Banyak yang ingin mengajak Khea makan malam, tapi selalu perempuan itu tolak.


"Apa aku harus mendekati anaknya dulu?" gumam seorang pria yang sedang memandang foto Khea dan Gean.

__ADS_1


"Sudah sangat lama aku mengharapkan kamu, Khea."


Asisten pria itu berdeham pelan untuk menyadarkan bosnya dari lamunannya.


"Ada apa?"


"Sebentar lagi meeting akan dimulai, Tuan."


Dia berdecak kesal, merasa tidak suka kesenangannya yang sedang melamunkan Khea dan Gean diganggu.


...🌼🌼🌼...


Dekat di mata, tapi jauh di hati.


Hubungan dia dengan Ken seperti hanya status saja.


Tidak, aku tidak akan pernah melepaskan Ken. Dia milikku, hanya milikku. Tidak mungkin aku melepaskan Ken setelah sekian lama aku bersamanya. Memang ada Gean di antara Ken dan Khea, tapi itu bukan berarti mereka harus bersama, kan?


Vara benar-benar gelisah. Sampai selama ini, kenapa dia Haris kehilangan Ken? Kalau memang harus kehilangan, Kenapa tidak dari dulu saja, saat semua ya belum berjalan terlalu lama.


Oh, Vara lupa kalau dulu dia yang bersikeras untuk tetap bersama Ken, tanpa peduli dengan perasaan adiknya itu.

__ADS_1


Dia sendiri yang tanpa sadar membuat dirinya sekarang merasa gundah.


Gean masih bisa memiliki ayah yang lain, dan Ken juga bisa memiliki anak dariku. Aku yang akan memberikan keluarga kami cucu. Dari rahimku lah, Ken akan memiliki keturunan yang bisa dia banggakan.


Dulu Vana menjadi orang ketiga di antara kami, kenapa sekarang anak itu yang menjadi orang ketiga di antara kami?


Semoga saja Khea bisa bersama pria lain, jadi dia tidak perlu mengusik lagi kehidupan aku dan Ken.


Vara sepertinya juga tidak sadar, kalau dirinya yang sekarang seperti Khea yang dulu, saat masih menjadi Vana. Sikap ingin memiliki seutuhnya tanpa harus berbagi dengan yang lain, sikap yang egois tanpa memikirkan perasaan orang lain, juga sikap ingin mendapatkan apa yang dia inginkan apa Kun caranya.


Gadis itu lalu berkali-kali mengirim pesan apa Ken, tidak peduli kalau pesan-pesan sebelumnya saja belum ada yang dibaca satu pun oleh pria itu.


.


.


.


Ayo komen dan like, juga kasih gift yang banyak biar aku semangat terus nulisnya 🤗


Nonton iklannya juga, ya🤩

__ADS_1


__ADS_2