Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
47 Janji Gean


__ADS_3

Gean mengulum senyumnya dalam pelukan Khea. Ya, rencananya sampai sejauh ini berhasil. Dia memang sengaja mau hadir di acara ini karena hal ini. Dia ingin membelikan rasa sakit hati mommy-nya.


Dia, yang saat itu masih sangat kecil, bertanya pada sang mommy, di mana daddy dia berada? Tetap wajah sendu Khea yang dia lihat, tanpa mengatakan apa-apa.


Sejak saat itu Gean tidak pernah lagi bertanya apa pun tentang sosok seorang daddy. Di saat anak lain mendapatkan kasih sayang ayahnya, jalan bersama kedua orang tuanya dan pamer ini itu, dia hanya bisa melihat Khea yang bekerja keras untuk memenuhi kehidupan mereka.


Khea yang selalu dicibir karena membesarkan anak seorang diri.


"Dia memperkosa aku, tidak mengakui perbuatannya dan menganggap aku ini perempuan murahan yang sudah tidur dengan banyak pria. Aku membenci dia! Bahkan karena perbuatannya, aku sampai diusir dan tidak diakui oleh keluarga aku sendiri. Mereka lebih menyayangi Vara, si perempuan perfek yang membanggakan keluarga. Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan mereka, dan tidak akan pernah mengakui mereka. Gean adalah anakku. Meskipun dia hadir karena kebejatan pria itu, tapi aku selalu menyayangi Gean. Aku senang dia tumbuh sehat dalam rahimku, meskipun awal kehamilanku sangat berat, kalian tahu sendiri kan itu? Tapi aku menyayangi Gean. Aku tidak membencinya Gean."

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka lagi?"


"Tidak, meski suatu saat nanti aku bertemu kembali dengan mereka. Semuanya sudah berubah. Aku membuang nama yang mereka berikan dan mengubah identitas diriku, sama seperti mereka yang sudah membuang aku dan Gean. Aku dan Gean akan lebih bahagia dari mereka."


"Ya Khea, kamu dan Gean pasti akan lebih bahagia dari mereka. Kami semua akan selalu mendukung kamu."


Dalam hati, Gean berjanji akan membawakan rasa sakit hati mommy-nya. Bukan Khea yang menghasutnya, karena Khea selama ini memang menutup rapat masa lalunya. Tidak pernah membicarakan keluarganya apalagi membahas tentang Ken. Tidak pernah menyebut nama Ken sebagai ayah kandung anaknya itu.


Lalu saat Khea dan Gean mendatangi acara pertunangan Ara, dia melihat dari jauh Khea yang memeluk Ara. Gean bisa menebak kalau Ara adalah perempuan yang baik. Berbeda dengan pria yang ada di sebelah Ara, yang membentak Khea dan memanggilnya dengan nama Vana. Nama yang asing bagi Gean, tali anak itu yang memang berotak cerdas, bisa memahami situasi, kalau dia dan Khea sudah berada di antara orang-orang yang menyakiti dan membuang mereka berdua.

__ADS_1


Mulai hari ini, Gean yang akan membalas mereka, mommy. Siapa pun orang-orang jahat itu, Gean tidak akan pernah mengakui mereka sampai kapan pun.


Gean mulai mendekati mereka.


"Jangan membentak mommy aku!"


Gean bisa melihat ekspresi syok dari mereka. Ujung matanya bisa melihat kumpulan orang-orang yang bahkan hampir pingsan melihat kehadiran dirinya. Gean melihat tajam pria yang tadi membentak Khea, wajahnya menunjukkan ketidak percayaan dan ingin menyangkal. Kepalanya menggeleng kuat. Gean memperhatikan kembali gerak-gerik mereka dari ujung matanya.


Apa mereka semua ada di sini?

__ADS_1


__ADS_2