
16 KALIAN TETAP SAJA JAHAT
“Ken, kenapa kamu bicara seperti itu?” Vara menangis, tidak menyangka kalau Ken justru bersyukur mereka belum menikah.
“Aku rasa pembicaraan ini cukup sampai di sini saja, Vara. Maaf aku tidak bisa mengantar kamu. Hati-hati di jalan.”
Vara tidak bisa mencegah kepergian Ken. Kalau dia belum bisa membujuk Ken, maka dia akan membujuk kedua orang tua Ken. Bukankah dulu mereka mendukungnya. Mereka juga ikut terlibat dalam pengusiran Vana yang saat itu mengandung cucu mereka.
Kenapa sekarang mereka malah sok baik pada Vana dan Gean? Mereka pikir, Vana dan Gean akan memaafkan mereka begitu saja? Mana mungkin.
Vara menghapus air matanya, lalu masuk ke dalam untuk mencari mamanya Ken.
“Ma.”
“Ya, Sayang?”
“Ma, tolong Mama dan papa membujuk Ken agar segera menikahi aku.”
“Apa? Tapi ....”
__ADS_1
“Ma, tolong, ya. Hanya Mama dan papa yang bisa membujuk Ken.”
“Sayang, maafkan mama. Mama dan papa, atau mungkin siapa pun, tidak bisa mengubah keputusan Ken, kalau bukan dia sendiri yang menginginkannya.”
“Tapi, Ma.”
“Ken mungkin bukan jodoh kamu. Tapi meskipun kalian tidak jadi menikah, mama akan tetap menyayangi kamu, dan menganggap kamu seperti anak kandung mama sendiri.”
“Ma, tolong bantu Vara. Apa Mama seperti ini karena aku kemungkinan akan sulit—atau bahkan tidak bisa memiliki anak?”
“Tidak, bukan begitu, Vara.”
“Vara, kenapa kamu bicara begitu?”
“Apa kalian berharap bisa memungut lagi Vana dan Gean setelah kalian buang bagai sampah? Apa sekarang kalian juga ingin memperlakukan aku seperti itu? Dulu Vana yang kalian buang, sekarang aku.”
“Cukup, Vara!” ucap Ken.
Vara menoleh, di sana tidak hanya ada Ken, tapi papa Ken, Oma opanya, juga kedua orang tua Vara sendiri.
__ADS_1
“Papa dan mamaku saja, yang orang tua kandung Vana—yang memiliki hubungan darah dengannya, tidak dia maafkan sampai sekarang. Apalagi kalian, yang hanya orang tua dari pria yang menyakiti hati dan fisiknya.”
“Vara!”
“Memang benar apa yang aku katakan. Apa kalian pikir, setelah membuang aku dan memungut mereka lagi, kalian akan dianggap baik? Tentu saja tidak. Itu hanya akan menambah keburukan kalian di mata mereka. Apa Gean akan berbangga diri memiliki Daddy dan opa oma seperti kalian? Yang dengan mudahnya menyakiti hati orang lain. Kalian—tanpa berpikir panjang—telah melakukan kesalahan yang sama.”
“Papa dan mama juga dulu tidak percaya, kan? Ikut menyalahkan Vana, berpikir kalau anak laki-laki kalian adalah pria baik-baik. Apa dengan membuang aku dan memungut mereka, akan menjadikan Ken pria baik-baik? Tidak sama sekali. Papa dan mamaku saja tidak mau diakui Gean sebagai opa omanya, apalagi kalian sebagai orang tua dari pria yang menyakiti mereka.”
“Cukup, Vara.”
“Hebat sekali kalian!” Vara lalu pergi, rasanya sedikit puas setelah mengatakan semua ini pada mereka.
Mereka tertegun, kata-kata yang sangat menohok hati itu rasanya benar-benar menyakitkan.
Mama Ken menangis. Dia pun menyesal dengan apa yang pernah terjadi. Ingin mengulang waktu, tapi tentu saja tidak bisa.
Apa benar, selamanya kami akan terus dianggap penjahat oleh Vana dan Gean?
Vana, Gean, maafkan kami semua. Tolong ampuni kami semua, Tuhan.
__ADS_1
Nasi sudah menjadi bubur. Kata maaf mungkin bisa terucap, tapi tidak bisa mengubah masa lalu. Sejarah tetaplah sejarah. Jejak kesalahan itu akan selalu ada, seumur hidup.