
40 DOA
Khea selalu menuruti setiap ada yang meminta foto bersama dengannya. Bukan karena dia sok ngartis, tapi karena dia memang suka berfoto-foto.
"Khea, ayo kita mulai lagi."
"Oke."
"Sudah dulu, ya," ucap Khea pada para fansnya.
Khea kini memakai kostum ala kerajaan, dengan menggunakan payung berwarna putih berenda-renda dan sarung tangan.
Pemotretan selesai siang harinya, di saat matahari sedang terik-teriknya. Meskipun lelah, tapi hasilnya yang didapat benar-benar memuaskan. Khea benar-benar profesional, tidak menunjukkan sama sekali wajah lelah atau apa pun itu.
Dia juga tidak mengeluh meski harus panas-panasan, tidak takut kulitnya akan menggelap atau kering.
"Kami duluan ya, semuanya." Khea pamit pada fotografer dan semua kru.
__ADS_1
"Ya, hati-hati Khea, Gean."
Gean seperti seorang manager yang selalu mengikuti Khea. Tidak bosan sama sekali, karena Gean bisa melakukan banyak hal melalui tablet dan laptopnya, atau dengan ponselnya.
Ken tersenyum saat melihat kiriman foto-foto Khea dan Gean. Dia memang menyuruh seseorang untuk mengambil foto-foto itu. Semua itu untuk dirinya sendiri.
Melihat penampilan Khea, Ken menghela nafas. Khea yang selalu cantik dalam keadaan apa pun. Ingin sekali dia menyembunyikan Khea di rumah. Tidak mau banyak pria menikmati wajah cantik itu di televisi atau majalah. Tapi dia juga harus sadar diri siapa dirinya. Dia juga tidak mau menghalangi karir perempuan itu. Dia ingin menjadi orang pertama yang mendukung Khea dan Gean, meski harus menahan rasa cemburu yang begitu besar.
"Kirimkan bunga untuk Khea."
"Apa perlu saya sertakan nama pengirimnya, Tuan?"
"Pakai saja namaku."
Tidak apa berakhir di tempat sampah, karena ini bukan masalah bunga. Ken ingin menunjukkan keseriusannya, dan menunjukkan kalau dia bersungguh-sungguh.
Tuhan, tolong mudahkan jalanku, ini bukan hanya demi aku, tapi juga demi anakku dan semuanya. Jangan sampai semua ini berakhir sia-sia. Jangan sampai apa yang aku usahakan ini gagal. Aku tidak mau kecewa lagi, tidak mau terluka lagi. Aku berjanji akan menjadi lebih baik. Tolong mudahkan semuanya, lapangkanlah jalanku, mudahkan urusanku. Hanya pada-Mu aku memohon pertolongan, dan hanya dari-Mu lah, pertolongan itu akan datang.
__ADS_1
Sungguh-sungguh memohon dan berdoa. Ken tahu dirinya bukan orang baik, tapi bukan berarti orang tak baik tidak pernah berdoa.
Saya akan selalu mendoakan anda, tuan. Semoga Tuhan selalu memudahkan jalan anda.
Arka lalu memesan buket bunga yang sangat indah. Bunga itu dikirimkan ke lokasi syuting, karena Khea akan menjadi bintang tamu untuk salah satu acara.
Di stasiun televisi, Khea yang mendapat bunga itu menjadi pusat perhatian. Ini bisa menjadi berita utama untuk acara gosip besok pagi. Para wartawan untuk acara gosip yang berseliweran mencari artis yang bisa diwawancarai, langsung menghampiri perempuan beranak satu itu.
"Khea, gimana perasaannya dapat buket bunga."
"Kalau dapet uang, nah, baru saya senang."
Mereka tertawa mendengar candaan Khea.
"Khea, kasih bocoran dong, berapa banyak bayaran untuk satu iklan?"
"Ya berapa pun itu, harus disyukuri. Bekerja juga bukan masalah uang, tapi juga kenyamanan. Bisa bertemu dengan banyak orang dan menjalin relasi. Kaya teman-teman di sini, bekerja tapi juga punya banyak relasi, kan?"
__ADS_1
Para wartawan itu mengangguk menyetujui. Khea sangat ramah saat diwawancarai, terlihat menyenangkan. Mereka belum tahu saja, kalau sebenarnya perempuan itu juga sangat galak, dan kalau bicara suka seenaknya.
Khea tidak peduli jika orang-orang tahu bagaimana dia, yang penting dia tetap menjadi diri sendiri.