
Siaran yang dilakukan oleh Gean itu menjadi booming. Banyak komentar positif yang masuk. Mereka memuji kecantikan dan ketampanan ibu dan anak itu. Bahkan kini banyak produser dan sutradara film yang ingin mengajak mereka bekerja sama. Stasiun televisi juga ingin membuat acara reality show untuk keduanya.
"Keponakan aunty sekarang banyak fansnya, loh."
Ara menoel-noel pipi Gean, membuat anak itu kesal.
"Nanti pipi Gean kisut, Aunty."
Ara tertawa, anaknya Khea itu memang sangat menggemaskan, jadi pengen dia bawa pulang.
Hari ini Khea akan bertemu dengan Dennis untuk membahas siapa saja artis yang akan menggunakan brandnya. Tentu saja Khea akan mendapatkan banyak keuntungan dari sini.
"Ayo."
Mereka bertiga memasuki mobil menuju restoran, karena Dennis mengajak bertemu di sana untuk sekalian makan siang. Sedangkan Ara sendiri akan menunggu di meja yang berbeda.
"Kalau kalian jadi artis, biar aku saja yang jadi manajer kalian berdua," ucap Ara.
Dia sudah mendengar kalau Gean dan Khea ditawari berbagai macam pekerjaan oleh para produser dan stasiun TV.
Sahabat-sahabat Khea mendukung jika memang mereka berdua terjun di dunia entertainment.
"Aku sama sekali tidak tertarik, Ara."
"Tapi mungkin saja Gean tertarik."
Khea terdiam, dia jadi ingat acara siaran langsung yang diam-diam dilakukan oleh Gean. Semuanya anaknya itu yang melakukan persiapan.
__ADS_1
"Tidak usah semuanya diambil, Khea. Anggap saja ini selingan sebelum nanti Gean masuk sekolah."
Seharusnya Gean memang sudah lama sekolah, tapi anak itu tidak mau. Gean lebih suka belajar sendiri di rumah dengan membaca buku atau menonton video edukasi.
"Kalau Gen memang mau, aku akan mengijinkan dia mengikuti beberapa acara ringan."
Mereka tiba di restoran Perancis.
"Aku menunggu di sini. Gean bagaimana?"
"Gean akan ikut denganku. Ayo Gean."
Mereka menuju ruang VVIP. Di sana sudah ada Dennis dan sekretarisnya.
"Selamat siang."
"Selamat siang, Nona Khea, Gean."
"Jadi Nona sudah memiliki kandidatnya?"
"Sudah, saya ingin menggunakan Anggun, Stevano dan Julia."
"Kenapa mereka?"
"Walaupun masih baru terjun di dunia entertainment, tapi karakter mereka sangat kuat. Latar belakang keluarga yang biasa saja,
dan tidak banyak tingkah. Mereka memulai debut mereka dari nol. Tidak terlibat skandal serius dan pekerja keras. Saya mendapat info kalau mereka sering mengikuti audisi tapi gagal. Bukan karena tidak kompeten, tapi tentu saja mereka kalah dengan yang berduit dan memiliki backing. Anda tahu tuan Dennis, kenapa saya mau bekerja sama dengan Anda?"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Karena Anda merekrut orang-orang yang memang kompeten. Anda tidak terpengaruh dengan latar belakang orang itu, apakah dia berasal dari keluarga terpandang atau tidak. Jika memang orang itu memiliki kemampuan, maka Anda sendiri yang akan merangkulnya. Seperti saya, Anda sendiri kan yang mendatangi saya tanpa saya goda sedikit pun."
Sekretaris Dennis melirik Khea, lalu menahan senyumnya.
"Baiklah, saya percaya dengan insting Anda, Nona Khea. Saya akan menggunakan Anggun, Stevano dan Julia."
"Kalau begitu, ayo sekarang kita makan."
Mereka berempat makan dengan tenang, sambil sesekali membicarakan pekerjaan.
"Saya masih sangat berharap kalian mau di film produksi Jang Entertainment."
"Memangnya film seperti apa itu?"
Dennis lalu menceritakan sedikit tentang film itu.
"Kalau Nona tertarik, Nona bisa menghubungi saya atau sekretaris saya."
"Baiklah, akan saya pertimbangkan dulu."
Selesai makan, mereka berempat keluar bersama dari ruang VVIP itu.
"Khea!" Ara melambaikan tangannya pada Khea dan Gean. Dennis melihat ke arah Ara.
"Kalau begitu kami duluan, Nona."
__ADS_1
"Silahkan."
Sekretaris Dennis membungkukkan sedikit badannya, lalu mengikuti sang bos dari belakang.