
4 SAYANG DAN TIDAK DISAYANG
Ken masuk ke dalam kamarnya yang ada di apartemen. Dia baru saja tiba di Jakarta, merasa lelah dan ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.
Matanya tiba-tiba saja terbuka kembali, rasa kantuknya langsung hilang begitu saja saat tiba-tiba dia teringat kalau di sini lah, semua masalah itu mulai terjadi.
Semakin hari, Ken semakin tidak tenang berada di dalam tempat tinggalnya ini. Pria itu membanting gelas yang ada di dekatnya, hingga hancur berkeping-keping.
Pria itu menghela nafas berat, dan segera mengirimkan pesan pada seseorang, yaitu dokter pribadinya. Tidak peduli ini jam berapa, dia hanya butuh menceritakan segala kegundahan dalam hatinya.
đź’•đź’•đź’•
Satu bulan kemudian
Tamu-tamu memenuhi ballroom sebuah hotel berbintang untuk menghadiri acara penghargaan insan perfilman. Banyak artis papan atas yang datang, baik sebagai tamu undangan atau pun nominator.
Acara berlangsung cukup meriah. Wartawan pun tidak lupa mewawancarai perwakilan dari Jang Entertainment.
“Tuan, apa Jang Entertainment akan membuat film baru dalam jangka waktu dekat ini?”
“Masyarakat masih mengharapkan kelanjutan dari film yang dibintangi oleh nona Khea dan Gean, apa mungkin akan dibuat sekuelnya?”
“Kalian tunggu saja informasi yang akan diberikan oleh Jang Entertainment. Untuk saat ini, pihak kami belum bisa mengatakan apa-apa.”
Sementara itu di lain tempat
Khea dan Gean meletakkan barang-barang mereka di kamar. Rasanya sangat lelah sekali hari ini.
__ADS_1
.
.
.
Ken memutuskan untuk membeli apartemen yang baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun. Dia butuh ketenangan. Tetap berada di apartemen itu, akan selalu membuat dia teringat dengan sosok yang sudah dia sakiti. Baik fisik maupun hatinya.
Namun bukan hanya itu masalahnya. Dia juga butuh suasana baru. Buruh menenangkan pikiran dan memahami apa yang pernah terjadi di masa lalu.
Oni bukan hanya sekedar mendapatkan pengakuan dari Gean dan Khea, bukan hanya sekedar mendapatkan kata maaf dari mereka, tapi juga mencari tahu tentang masa lalu.
Mencari tahu kebenaran.
Kembali ke kediaman keluarganya juga tidak akan memberikan dia ketenangan. Kakeknya terus mendesak dia untuk segera menemukan Gean dan Khea, sedangkan kedua orang tuanya selau bertanya tentang kelanjutan hubungan dia dengan Vara.
đź’•đź’•đź’•
Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan milik keluarga Ara. Ara mendengus saat melihat Ken dan Vara yang ikut diundang. Dia menatap dengan penuh kebencian pada kedua orang itu.
“Ara,” sapa Vara.
Ara pura-pura tidak mendengar, dia malah sibuk melihat-lihat kukunya, seolah kukunya jauh lebih penting daripada orang-orang yang ada di depannya itu.
“Tuan Ken, selamat datang.”
“Papa enggak usah ramah sama orang yang tidak mengakui anaknya. Bisa apes, Pah.”
__ADS_1
Tuan Rico—papa Ara—berdeham, merasa tidak enak dengan perkataan anaknya itu.
“Silahkan nikmati pestanya, Tuan Ken, Nona Vara.”
Marco dan keluarganya juga pastinya datang, karena hubungan kedua keluarga baik. Meski tidak dengan hubungan antara Ara dan Marco.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Marco, mengingat terakhir kali mereka bertemu saat Ara dan Rissa bertengkar.
“Jujur saja, aku tidak suka dengan teman kalian yang bernama Rissa itu. Tapi mungkin itu sebabnya kalian bisa menjadi sahabat. Kumpulan manusia-manusia sampah, kecuali Nio tentunya, yang masih terlihat manusiawi.”
Kata-kata yang sangat menohok bagi Kan, Marco dan Vara, juga Rissa kalau dia ada.
“Ara, manusia pernah berbuat salah, tapi bukan berarti kamu harus menghakimi terus.”
“Cih, dulu juga kalian selalu menghakimi Khea, kan?”
Ken memejamkan matanya. Dia bisa melihat rasa dendam di mata Ara. Kalau Ara saja yang hanya sebagai sahabat bisa semarah dan sebenci ini padanya, apalagi Khea?
“Wajah Gean memang mirip dengan kamu, tapi aku harap sikapnya tidak menuruni kamu, yang brengsek dan tidak tahu diri.”
“Ara, aku tahu aku salah. Tapi aku benar-benar peduli dan sayang pada Gean.”
“Sayang pada Gean, tapi tidak sayang pada ibunya, kan?”
Bagi Ken, percuma saja dia mengatakan sayang dengan Khea pada orang-orang, karena itu antara dia dan Khea saja. Orang-orang tidak perlu percaya. Tidak juga harus mengerti.
Karena yang penting bagi Ken, hanya Khea dan Gean.
__ADS_1