Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
66 Adik Ipar


__ADS_3

Semua yang terjadi, tidak dapat diputar ulang lagi. Memang sudah takdirnya seperti ini. Ken ingin marah, tapi bukankah dengan kejadian itu, dia bisa memiliki anak seperti Gean?


Tapi memiliki anak seperti Gean pun, dia belum diakui hingga saat ini. Dia tidak tahu harus bersyukur atau menyesali semua ini. Tapi sekali lagi, ini sudah takdir.


💕💕💕


Hari ini ada acara peluncuran produk baru dari perusahaan keluarga Vara. Mau tidak mau pemilik perusahaan itu harus datang, meski dengan hati yang masih sedih dengan pemberitaan tentang Khea.


"Apa tidak masalah acara ini tetep dilanjutkan?" tanya Vanya.


"Ini sudah direncanakan jauh sebelum pemberitaan tentang Vana. Setelah semua ini selesai, kita akan fokus pada Vana dan Gean. Entah berita tentang kesehatan kejiwaan Vana itu benar atau tidak, kita tidak akan meninggalkannya, dan tidak akan lagi menyuruhnya pergi dari kita. Kita akan menjaganya, sampai kapan pun. Dia adalah anak kita, dan Gean adalah cucu kita."


"Iya, aku akan selalu bersama dengan Vana. Meski dunia menertawakan dirinya, aku akan tetap memegang tangannya."

__ADS_1


"Kalau perlu, kita tinggalkan negara ini untuk selamanya. Kita akan membawa Vana dan Gean pergi agar tidak akan ada lagi orang-orang yang menghina dan menyakiti mereka."


Vara hanya diam mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya itu. Pendapatnya tidak ditanyakan, bahkan tidak ikut dilibatkan dalam pembicaraan mereka.


Tamu-tamu undangan yang hadir menatap keluarga itu dengan pandangan yang bermacam-macam. Ada yang terlihat mencemooh, ada yang merasa iba, ada yang biasa saja. Tapi nanti saat dihadapkan pada pemilik acara, mereka akan bicara baik dan lembut untuk mencari muka.


Kedua orang tua Khea meminta Khea dan Gean datang, meski awalnya mereka khawatir kedua orang itu akan salah paham. Memikirkan pesta di saat suasana seperti ini. Menutup diri dari dunia luar pun, untuk orang-orang yang tidak menyukai mereka, pasti akan tetap menghujat. Akan dianggap malu dengan aib anaknya.


Ya, mereka akan serba salah. Begini salah, begitu salah.


Ken dan keluarga besarnya hadir di acara itu. Mereka tetap menjalin hubungan baik meski semua permasalahan yang terjadi saat ini.


"Kamu tetap akan bertanggung jawab kepada Gean, kan?" tanya ayahnya Khea pada Ken.

__ADS_1


"Tentu saja, Ayah. Bukan hanya pada Gean, tapi juga pada Khea. Tidak peduli mereka akan menerima aku atau tidak, aku akan tetap bersama mereka."


Ken sangat berharap Khea dapat menerima dia. Jika rasa cinta itu telah sirna, maka dia berharap Tuhan akan menyinarinya lagi.


Ken memutuskan tidak akan menikahi perempuan lain selain Khea. Tidak perlu memikirkan cucu lain, karena sudah ada Gean.


Dia akan menyerahkan seluruh hidupnya untuk tetap setia pada ibu dan anak itu.


Acara berlangsung meriah. Perusahaan ini sebenarnya akan diberikan kepada Khea. Dulu mereka meminta Khea untuk belajar bisnis agar bisa meneruskan perusahaan, sedangkan Vara tentu saja memiliki jatahnya sendiri.


Vara yang mendengar penjelasan itu, diam saja.


"Vara yang kerja keras siang malam untuk mengembangkan perusahaan ini, kenapa malah dia yang mendapatkan semuanya? Kan tidak adil," gumam Rissa, yang masih bisa didengar oleh Vara, Nio dan Marco.

__ADS_1


Vara tampil cantik malam ini. Dia tidak peduli dengan tatapan pria-pria dari rekan bisnisnya yang menatap intens dirinya. Mereka tahu kalau hubungan Vara dengan Ken telah berakhir, dan berharap bisa menjadikan Vara sebagai istri mereka.


Tapi apa semuanya akan lancar begitu saja, saat orang-orang tahu kalau Vara memiliki adik yang mengidap penyakit jiwa, yang pastinya—mau tidak mau—menjadi adik ipar mereka juga.


__ADS_2