
Blue menunduk, lalu kembali melihat kumpulan anak-anak yang sedang bermain itu.
Skip
Adegan selanjutnya ....
"Kamu benar Queen, mungkin akan ada saat untuk aku melepaskan kamu. Dan kini saatnya, aku melepaskan kamu! Bukan karena aku tak cinta lagi, bukan juga karena aku yang lelah, tapi karena aku ingin kamu dan Blue bahagia. Mungkin dengan kehadiran aku, kalian berdua menjadi terbebani. Aku tidak mau kalian menerima aku karena rasa kasihan apalagi terima kasih.
"Aku akan ke Amerika dan menetap di sana."
Para penonton sudah menangis, apa akhir cerita ini akan bad ending? Dilihat dari durasi yang menunjukkan sebentar lagi film ini akan berakhir, sepertinya begitu.
Kisah ini akan berakhir sad ending.
Mereka benar-benar tidak rela jika Queen dan Kala tidak bersama. Bisakah hati Queen terbuka lebar untuk menerima cinta pria itu?
Kala lalu mendekati Blue, memberikan pesan terakhir untuk anak tampan itu.
Ken menghela nafas lega, apa yang dia harapkan terwujud, mereka tidak akan bersama. Ya, meski ini hanya sebuah film saja, tapi dia benar-benar tidak rela kalau ini dan anak itu bersama orang lain.
Mulai timbul perasaan posesif pada diri Ken untuk mereka berdua.
"Daddy!"
Deg
Jantung Ken berdetak kencang, dsn sangat sakit. Dia seperti orang yang sedang mendapatkan serangan jantung.
"I love you, Daddy. Don't leave me alone!"
__ADS_1
Air mata Ken kini menetes.
Dia merasa seperti ....
Dikhianati
Dicampakkan
Dibuang
Air mata Ken semakin menderas saat anak itu berlari dan masuk dalam pelukan Nio.
Ya, Ken tidak lagi menganggap itu Kala, tapi Nio.
Melihat wajah anak yang menatap pria yang menggendongnya dengan erat.
Bahkan dia sendiri sampai saat ini belum pernah menyentuhnya, apalagi menggendongnya.
"I love you, Daddy."
"I love you too, Son."
Bukan hanya Ken yang sekarang menangis, tali juga semua penonton. Bahkan para artis dsn bang K, juga Dennis yang ikut menonton, merasa sedih.
Ini seperti ungkapan hati anak itu.
Ingin dipeluk oleh seorang ayah.
Ingin dicintai sebagai anak.
__ADS_1
Ingin diakui kehadirannya.
Ingin diperlakukan adil dan tidak dicemooh.
Ingin digendong, dipeluk, bahkan dicium oleh kedua orang tua yang lengkap.
Mereka berpelukan.
Menangis bersama dalam rasa haru yang sama juga.
"Kita ketiga akan bersama selamanya. I love you both very much."
...**Ini adalah akhir penantian...
...END**...
Suara isakan tangis terdengar, bahkan suara hidung yang diseruput juga memenuhi ruangan bioskop itu.
Lagu yang menjadi soundtrack film ini juga membuat mereka semakin sedih. Musik itu terdengar indah, menggambarkan kesedihan dan kebahagiaan sekaligus.
Mereka tidak tahu saja, kalau cerita Veris aslinya tidak seperti ini, tapi memang benar seperti yang Ken harapkan.
Dan jika Ken tahu itu, berapa hancur hatinya.
Anaknya sendiri yang sudah membuat ending seperti ini.
Anaknya sendiri yang sudah mematahkan hatinya.
Apa Kan harus merasa bangga akan akting anaknya yang memikat hati banyak penonton?
__ADS_1
Ken ingin berteriak, menjerit, tidak terima kalau anaknya memanggil daddy pada pria lain, meski lagi-lagi ini hanyalah sebuah film. Hanya sebuah kebohongan yang setelah film berakhir pun, status mereka juga akan kembali sebagai orang yang tidak punya ikatan darah sedikit pun.