
Flashback On
Khea tiba di depan sebuah rumah. Tubuhnya yang sudah sangat lemah mengetuk pelan pintu itu. Baru saja pintu dibuka, tubuh Khea sudah terjatuh di lantai.
"Vana!"
Seorang perempuan yang sudah berumur mengusap wajah Vana yang dingin dan tentunya sangat pucat.
"Tolong ... tolong!" teriak perempuan itu yang bernama Risti.
Beberapa orang mendatangi bunda Risti.
"Apa yang terjadi bunda?"
"Tolong bantu bunda mengangkatnya ke kamar."
Mereka lalu membawa Khea ke kamar yang paling dekat. Bunda Risti mengambil minyak dan mengoleskannya ke hidung Khea, juga meminta seorang perempuan muda untuk membuatkan teh hangat dan membawakan makanan.
Tidak lama kemudian, Khea membuka matanya. Dia melihat ke sekelilingnya, dan tahu kalau dia sudah ada di tempat yang dia tuju.
"Vana, apa yang terjadi padamu?" tanya bunda Risti.
"Aku ...."
__ADS_1
"Ceritakan pada bunda, jangan takut."
"Aku ... aku hamil, Bunda."
"Apa? Bagaimana bisa?"
"Aku diperkosa, dan pria itu tidak mau bertanggung jawab. Bahkan dia tidak mau mengakui perbuatannya. Malam ini dia bertunangan dengan perempuan lain."
Khea menangis terisak, bayangan masa depan yang suram menghantui dirinya.
"Apa keluarga kamu tahu?"
"Mereka tidak percaya padaku, dan malah mengusir aku dari rumah. Mereka juga tidak mau mengakui aku sebagai anak lagi. Kenapa mereka seperti itu padaku? Mereka berpikir aku berbohong."
Mereka yang mendengar perkataan Khea, menutup mulut mereka, dan ikut menangis dalam diam.
"Jangan takut, Vana. Ada kami di sisi kamu. Kamu yang akan menjaga kamu dan calon anak kamu," ucap Stella, salah satu orang yang ada di situ.
Setelah menyuapi Vana makan, bunda Risti masih menemani Vana hingga perempuan itu tidur.
Hari-selanjutnya di lalui Khea di rumah yatim piatu itu. Khea tidak lagi banyak bicara. Saat dirinya ditanya siapa ayah dari anak yang dikandungnya itu, Khea hanya berkata sinis kalau pria itu sudah mati, tanpa mau menyebut namanya.
Seharusnya saat itu Khea menjali aktivitas dia sebagai mahasiswi baru di universitas favoritnya. Menghadapi kenyataan yang seperti ini, membuat Khea frustasi dan sangat depresi.
__ADS_1
Flashback Off
Khea tersadar dari lamunannya beberapa tahun yang lalu.
"Sekarang kamu tinggal di mana, Khea?" tanya Ara.
"Berikan nomor ponsel kamu. Nanti aku yang akan menghubungi kamu."
Khea benar-benar terlihat tidak peduli lagi pada Ken, juga pada keluarganya. Bagi Khea yang sekarang, mereka hanyalah orang asing yang tidak patut dikenal. Bahkan anaknya saja mengatakan jijik pada pria itu.
Bukan hanya omongan belaka, tapi Gean memang tidak pernah suka jika dirinya disentuh oleh orang asing, apalagi orang yang tidak dia sukai.
"Vana!" Ken menyentuh tangan Khea, membuat Gean kembali marah pada pria dewasa di hadapannya itu.
"Jangan sentuh mommy aku!"
Ken tersentak dengan reaksi Gean. Nio langsung berinisiatif untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Halo jagoan. Kenalkan, nama uncle Nio. Salam kenal ya, Gean."
Gean hanya menatap datar wajah Nio, namun tidak mengatakan apa-apa.
"Mommy, ayo kita pulang saja. Di sini banyak orang yang menyebalkan, Gean tidak suka."
__ADS_1
Gean, meskipun masih kecil, tapi dia tahu kalau sejak tadi orang-orang terus memperhatikan dia dan mommy-nya, Dian dia sangat tidak suka itu.