Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
6 Rencana Perjodohan


__ADS_3

Vara, Vana dan kedua orang tuanya sedang menuju salah satu hotel untuk menghadiri acara pesta pertunangan anak salah satu kolega bisnis Ryan. Vara memang sudah biasa mengikuti papanya menghadiri pesta, karena dia nantinya akan bekerja di perusahaan untuk membantu sang papa. Sedangkan Vana, dia hanya mau ikut kalau Ken juga hadir.


Gadis yang biasa jalan-jalan ke mall itu paling malas menghadiri acara seperti ini yang pastinya banyak membicarakan masalah bisnis dengan para pria tua, yang menurutnya sangat membosankan.


"Kak Ken," panggil Vana yang langsung menghampiri Ken dan seperti biasa, merangkul manja lengan pria itu.


Setiap kali melihat Vana dan Ken bersama, jujur saja dalam hati kecil Vara, dia merasa cemburu. Tapi dia berusaha menepis semua itu. Dia tidak mau hanya karena seorang pria, hubungan dia dengan adik satu-satunya itu menjadi rusak. Meski memang harus Vara akui dan memang dia sadari, seiring Vana yang semakin beranjak dewasa, hubungan mereka menjadi renggang. Apalagi alasannya kalau bukan karena Ken.


Pria tampan itu sudah membuat hubungan kakak beradik itu menjauh. Rasa cemburu dan tidak mau mengalah dari Vana membuat dia selalu merasa kesal pada Vara. Vara yang selalu mengalah pada Vana, membuat yang lain semakin merasa sangat sayang pada gadis itu, dan itu pun semakin membuat Vana tidak suka.


Perasaan suka yang berlebihan memang bisa membuat hubungan keluarga hancur.


Malam ini Vara tampil dengan cantik, gaun biru yang digunakannya membaut penampilannya semakin sempurna. Gadis itu memang terlahir cantik, meski tanpa hiasan yang berlebihan.


Banyak kolega bisnis keluarga mereka yang ingin menjodohkan Vara dengan anak mereka. Para pengusaha muda pun banyak yang tertarik dengan Vara.

__ADS_1


"Apa gadis ini anak Anda, Tuan Bryan?"


"Benar, ini Vana, putri kedua saya."


Mereka mulai memperhatikan Vana.


Kedua anak gadis Bryan itu memang berwajah cantik, sulit memilih mana yang lebih cantik.


Tapi, wanita akan terlihat paling cantik untuk pria yang mencintainya, kan?


Bryan tidak langsung menjawab, dia hanya tertawa saja. Dia memang ingin menjodohkan salah satu anak perempuannya dengan Ken, pura dari Hendrick.


Dariel kembali menatap Vara dan Vana, dalam hati menilai kedua gadis itu.


Ya, semua orang pasti akan membandingkan kedua gadis itu jika mereka berada di tempat yang sama.

__ADS_1


Vara yang selalu terlihat tenang dan kalem.


Vana yang cuek dan semaunya sendiri.


Jika Vara bisa selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan, maka Vana kebalikannya. Jika dia merasa bosan, maka itu akan terlihat dari wajahnya.


Dariel mengulum senyum melihat keduanya. Dia menatap lekat-lekat pada Vara. Bryan yang melihat itu, berpikir bahwa mungkin Dariel ingin menjodohkan anak laki-lakinya pada Vara.


Benar, siapa yang tidak tertarik dengan Vara. Di usianya yang masih muda, Vara sudah bisa membantu Bryan di perusahaan.


Sebagai orang tua, bukannya Bryan ingin membandingkan kedua anak gadisnya, tapi Vara memang lebih bisa diandalkan dalam memegang perusahaan.


Vana yang sudah merasa bosan, terus saja berceloteh pada Ken. Kalau saja tidak ada Ken, pasti gadis itu sudah pulang sejak tadi.


"Kak Ken, ayo kita pulang saja. Lebih baik kita jalan-jalan atau pergi ke kafe."

__ADS_1


"Enggak bisa, aku masih harus menemani papa bertemu dengan kolega bisnisnya."


__ADS_2