Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
71 Dulu dan Sekarang


__ADS_3

Deg


"Tolong jangan sejahat itu kalau bicara, Khea. Bagaimana pun juga mamanya Ken itu lebih tua dari kamu."


"Aku kan hanya memberi solusi, jadi apanya yang salah? Kalau haus ya minum, lapar ya makan, ngantuk ya tidur, gak kuat hidup ya sudah mati saja!"


"Ya sudah, aku mau pulang, anakku sedang menunggu aku di rumah. Dia ingin aku buatkan pancake strawberry dan bolu pisang."


Khea meninggalkan mereka tanpa lagi menoleh ke belakang, sama seperti enam tahun yang lalu.


Mereka yang ada di sana masih ingat dengan jelas, bahwa sakit hati terbesar Khea bukan karena ditolak oleh Ken, tapi karena tidak ada yang mempercayai hanya karena mereka berpikir itu adalah taktik licik yang Khea lakukan untuk menggagalkan pertunangan Ken dan Vara. Hanya karena Khea adalah perempuan egois yang selalu mau menang sendiri, apa yang diinginkan harus tercapai tanpa peduli orang lain.


Khea akui dirinya memang seperti itu, tapi bukan berarti dia akan merendahkan dirinya dengan cara pura-pura hamil apalagi menjebak orang. Dia tidak sehina itu.


Juga, keluarganya lebih memihak kepada Ken, daripada dia yang sebagai keluarga kandung mereka. Lebih menjaga perasaan si anak emas dari pada si anak pembuat onar. Sakit rasanya diperlakukan seperti itu oleh keluarga sendiri. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat seseorang untuk pulang, tali mereka sendiri yang sudah membuang dirinya tanpa belas kasihan. Mereka tidak mau mencari tahu lebih dulu kebenarannya. Bahkan penjahat sekali pun lebih dulu mendapatkan status praduga tak bersalah.


Suara mesin mobil yang kencang seolah menunjukkan kekesalan Khea saat ini. Dia menyesal telah pergi ke apartemen Ken saat itu. Tapi saat mengingat dan melihat wajah Gean, perasaannya jadi campur aduk. Tidak mungkin dia membenci darah dagingnya sendiri meski dia hadir tanpa diharapkan.

__ADS_1


Selama enam tahun ini, Khea selalu menanamkan dalam hatinya, bahkan sampai membohongi dirinya sendiri kalau Gean itu hadir karena rasa cinta dari kedua orang tuanya. Itu dia lakukan agar dia bisa menyayangi Gean semaksimal mungkin, memberikan perhatian yang tulus, agar Gean tidak pernah merasa dirinya tak pernah diinginkan.


Cukup dia saja yang dibuang oleh keluarganya, jangan dia malah ikut-ikutan membuang Gean, darah dagingnya sendiri. Selama ini dia sudah berjuang sendiri, dan sekarang dengan seenaknya mereka meminta maaf.


"Sayang, mommy pulang."


"Kenapa Mommy lama sekali?"


"Mommy ada urusan."


"Mana mungkin, selama ad Haan, tidak ada yang berani menyakiti mommy, karena Gean adalah pahlawan mommy."


"Oya Gean, teman mommy yang bernama Dennis itu, menawari mommy dan Gean untuk main film, tapi ...."


"Gean mau, Mommy."


"Hah?"

__ADS_1


"Gean mau! Ayo kita main film."


"Benarkah?"


"Iya. Berikan nomor ponsel teman mommy, Gean mau negoisasi sendiri."


...🌼🌼🌼...


"Sudah aku bilang sebelumnya, dulu jangan terlalu membenci Khea, karena akan menjadi boomerang buat kamu, Ken!" ucap Nio.


Kan diam saja, karena apa yang dikatakan oleh Nio itu sekarang sangat tepat.


"Inilah yang aku khawatirkan dari kisah cinta segitiga kalian dulu. Dulu dia sangat mencintai kamu, dan sekarang justru sangat membenci kamu. Duku kamu menolak dia mentah-mentah, sekarang kamu yang seolah menjadi pengemis!"


"Nio, jangan bicara begitu. Seharusnya sebagai sahabat, kamu mendukung dia!" ucap Rissa.


"Ini bukan masalah mendukung atau tidak. Aku hanya bicara fakta. Lihat dulu dan sekarang bagaimana? Keadaan memang berubah, kan!"

__ADS_1


__ADS_2