Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
62 Menuduh Khea


__ADS_3

"Apa maksud kamu berkata seperti itu, Vara?"


"Aku hanya berpikir, mungkin saja Vana yang menyebarkan semua itu."


"Tidak mungkin, tidak mungkin Vana menyebarkan aib itu," ucap Ken, menolak pemikiran Vara.


"Kenapa tidak mungkin? Terakhir kali kita bertemu dengan Vana, dia sangat marah pada kita, kan? Dia ingin membalas kita dengan membuat kita malu."


"Tidak mungkin Vara. Ini juga akan membuat dia malu, bukan hanya kita saja."


"Tapi saat pertunangan kita dulu, Vana dengan berani membeberkan semuanya, kenapa sekarang tidak bisa?"


"Vana tidak akan melakukan itu, Vara!" ucap Ken dengan sangat marah.


"Kenapa kamu yang marah? Kenapa kamu malah membela dia?"


"Karena dia ibu dari anakku. Dan ini juga menyangkut Gean. Vana tidak mungkin menyebarkan video itu yang akan membuat Gean menjadi bahan pembicaraan. Kamu bisa berkata seperti itu karena kamu belum pernah merasakan menjadi orang tua," ucap Ken lagi, yang semakin membela Vana dan memojokkan Vara.

__ADS_1


Sakit, itu lagi yang Vara rasakan.


"Jangan marah padaku, Ken. Aku hanya mengatakan apa yang ada dalam pikiranku saja."


"Tapi kamu berkata tanpa berpikir lebih dulu. Vana itu juga adik kamu, kenapa kamu malah menjelek-jelekkan dia seperti ini?"


"Lihat, sepertinya Vana berhasil mengadu domba kita. Kita sekarang malah bertengkar karena masalah ini. Kalau Vana tahu, dia pasti sangat senang."


"Aku bilang cukup, Vana!"


"Berhenti kalian berdua, apa kalian tidak punya sopan santun? Bertengkar di hadapan para orang tua!" bentak Ronald.


"Apa mama juga ingin menuduh Vana?" tanya Ken.


"Tidak, bukan seperti itu juga maksud mama."


"Mungkin seperti inilah yang Vana rasakan dulu," gumam Vara.

__ADS_1


"Apa maksud kamu?"


"Ya, dimarahi oleh pria yang sangat dicintainya, apalagi di depan orang-orang."


Ken terdiam, begitu juga dengan Vara. Khea tidak ada di sini, tapi dia sudah berhasil membuat mereka saling berdebat dan menyalahkan.


Vara menunduk. Malam itu Khea berhasil membuat Ken membela dia dan memarahi Rissa. Apa sekarang gilirannya?


"Aku yakin Vana tidak akan menyebarkan video itu. Dia akan menjaga perasaan Gean. Dia tidak akan mengorbankan perasaan Gean hanya untuk membalas aku."


"Kenapa kamu bisa sangat yakin?" tanya Vara, masih saja kekeuh dengan keyakinannya.


"Karena sekarang aku sudah menjadi seorang ayah. Aku akan melakukan apa pun untuk kebahagiaan anakku. Aku ingin anak aku tetap tersenyum, selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dia. Tidak ingin melihat dia menangis dan menderita."


"Sekarang masalahnya, keadaan perusahaan sudah sangat kacau. Kamu harus membereskan semuanya, Ken!" perintah Ronald.


Para wartawan sendiri masih sibuk mencari informasi mengenai video yang tersebar, tapi tidak mudah mendapatkan keterangan yang diinginkan. Mereka yang menjadi saksi semua itu pun diam saja.

__ADS_1


Butik Khea sudah dipenuhi banyak wartawan. Para pekerja di sana diam saja saat mereka ditanya oleh para wartawan. Tentu saja mereka tetap bungkam. Selain karena memang tidak tahu apa-apa tentang video itu, sebagai bawahan tentu saja mereka Haris menjaga nama baik bos mereka. Tapi mamanya juga manusia, bukan berarti mereka sendiri juga tidak bergosip. Mereka merasa iba dengan nasib bos mereka yang mereka anggap sangat baik itu. Selama bekerja dengan Khea, mereka sering dibantu oleh perempuan itu, jadi apa Kun yang terjadi pada masa lalu Khea, mereka akan tetap mendukung Khea.


__ADS_2