Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
86 Merasa Ditolak


__ADS_3

Saat ini keluarga Vara dan Ken sedang makan malam bersama di salah satu restoran.


"Setidaknya masalah perusahaan masih bisa dikendalikan. Kita juga masih tetap harus mencari siapa pelaku di balik penyebaran video itu."


"Oya, karena keadaan sudah mulai stabil, sebaiknya kalian segera mempersiapkan pernikahan kalian berdua."


Makan malam ini memang untuk membicarakan hubungan keduanya. Mereka tidak mau lagi pernikahan Ken dan Vara diundur. Awalnya, Keluarga sempat berpikir untuk menikahkan Ken dan Khea, tapi bagaimana dengan perasaan Vara, yang selama enam tahun sudah setia berada di sisi Ken?


Mereka tentu saja bimbang. Menikahkan Ken dan Khea pasti akan menyakiti hati Vara, dan mereka tidak mau melakukan kesalahan yang sama, menyakiti dua orang perempuan yang memiliki hubungan kakak beradik. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya. Apakah Ken akan berjodoh dengan Khea, atau tetap bersama Vara.


Tapi mau sekarang atau nanti, tetap akan ada yang terluka juga kan?

__ADS_1


Entahlah, mereka benar-benar dilema. Menunda lagi pernikahan Ken dan Vara juga bukan solusi yang tepat. Akan ada pembicaraan miring, terutama untuk gadis itu. Umur Vara juga pasti bertambah. Dia sudah memasuki usia siap menikah, bahkan mungkin seharusnya telah memiliki anak.


"Ingat, kalian jangan terlibat skandal apa pun, jangan mencari masalah dan fokus saja pada rencana pernikahan."


Vara merasa senang dalam hatinya, meski di hati itu juga sedang cemas. Takut kalau ada penundaan lagi seperti yang sudah-sudah.


Lain lagi apa yang ada di hati Ken. Pria itu lebih cenderung gelisah, bukan senang. Dia merasa ... mungkin lebih tepatnya merasa seperti duda beranak satu yang akan menikahi lagi, tapi belum mendapatkan dukungan dari anaknya?


Sejak tadi gadis itu melihat Ken yang sepertinya sedang banyak masalah. Pria itu tidak terlihat antusias sama sekali.


Hanya menjawab iya tidak, iya tidak saja saat ditanya. Tidak seperti Ken yang perfeksionis saat merencanakan segala hal. Bahkan dulu saat merencanakan pertunangan mereka saja, Ken terlihat sangat bahagia dan mau semuanya terlihat sempurna. Bertanya ini itu pada Vara, apa yang Vara mau, konsep seperti apa pertunangan mereka, dan berjanji akan melakukan pesta pernikahan yang lebih istimewa lagi.

__ADS_1


Tapi kini?


Vara merasa ada yang hambar.


Seperti sebuah perjodohan paksa yang hanya disepakati oleh satu pihak saja, yaitu dia sendiri.


Vara berusaha bersikap tenang, meski rasanya dia jadi sedih sendiri. Ken yang memang tidak fokus sejak tadi, tidak tahu kegundahan yang dirasakan oleh gadis yang duduk di sebelahnya itu.


Ronald sendiri sebenarnya tidak setuju dengan pernikahan Ken dan Vara. Ken dan Vara hanya baru bertunangan, tidak memiliki pengikat apa pun selain keluarga yang bersahabat. Lain dengan Khea yang memiliki Gean, sebagai penerus keluarga itu, meski Gean anak di luar nikah, toh itu bukan salah Gean.


Ronald lebih setuju jika Ken menikah dengan Khea, ibu dari cicitnya. Pria tua itu juga tidak banyak bicara. Vara yang tahu penolakan Ronald akan dirinya, hanya bisa diam.

__ADS_1


Apa dulu Vana juga merasakan hal seperti ini? Merasa ditolak dan tidak diterima. Pasti saat itu yang dia rasakan lebih sakit dari ini. Aku saja yang tidak disukai oleh opa merasa terluka, apalagi Vana yang ditolak oleh semua pihak.


__ADS_2