Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
64 Ajakan Dennis Jang


__ADS_3

"Vana mungkin terlihat tidak berbakat di dunia bisnis, dan terlihat cuek. Tapi sebagai seorang pria, tentu saja aku berpikir itu hal yang has saja, karena yang aku cari dari seorang istri adalah dia yang bisa melengkapi kekurangan aku, bukan rekan bisnis. Lihat saja bagaimana istriku, dia bukan pebisnis tapi sebagai istri bagiku dia sudah sempurna. Dia sangat mencintai aku dan membesarkan anakku dengan baik. Dan sekarang kenyataannya Vana adalah seorang designer ternama, dan itu tanpa campur tangan kalian sebagai keluarganya. Kalau aku masih muda dan belum menikah, aku akan mencari perempuan seperti Vana untuk aku jadikan istri. Dan dalam dunia bisnis, sikap tidak pantang menyerah dan berusaha mendapatkan apa yang dimau itu sangat penting, bukan? Kita yang merintis usaha dari nol tentu seharusnya sadar akan hal itu. Kalau kita lembek dan sedikit-sedikit menyerah dan mengalah, maka kita tidak akan ada di posisi ini. Kamu seharusnya merasa beruntung Ken, dulu dicintai begitu dalam oleh perempuan seperti Vana. Bukan berarti Vara tidak baik, tapi kalian juga pasti paham akan hal itu."


...🌼🌼🌼...


Hari ini Khea harus keluar dari apartemennya. Dia akan pergi ke butiknya dan meninggalkan Gean di apartemen. Dia tidak ingin mengajak Gean, karena tidak mau anaknya itu nanti menjadi sorotan kamera.


Benar saja, sesampainya di di butik, para wartawan langsung mengerubunginya.


"Nona, Khea, bagaimana tanggapan Anda tentang video yang tersebar itu?"


"Nona Khea, apa benar ayah dari anak Anda adalah tuan Ken?"


"Nona Khea ...."


"Nona Khea ...."


"Nona Khea ...."


Khea diam saja, karena menurutnya memberikan konfirmasi pun tidak ada untungnya buat dia. Jika dia mengatakan benar, Ken ada ayah biologis dari anaknya, maka akan ada pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kalau bilang bukan, tetap saja ada pertanyaan lainnya, siapa sebenarnya ayah Ken? Apa maksud dari video itu, dan sebagainya.

__ADS_1


"Selamat pagi, Nona Khea," sapa seluruh karyawannya.


"Selamat pagi, bagaimana perkembangan butik kita selama aku tidak datang?" Tentu saja Khea akan mendapatkan laporan setiap harinya dari asistennya, tapi tetap saja ingin mendengar langsung dari semua karyawannya.


"Semaunya baik-baik saja, Nona. Pemasukan juga semakin meningkat. Banyak pesanan dari artis dan pejabat. Tiga orang model juga menginginkan gaun malam dengan desain terbaru." Khea mengangguk, hari ini dia mendapat berita yang bagus.


Khea masuk ke dalam ruangannya, mulai sibuk dengan alat kerjanya. Hari ini dia akan bertemu dengan Dennis.


Denis yang mengajak Khea untuk bertemu, akhirnya Khea menyetujuinya dengan catatan untuk bertemu di butiknya saja.


Pintu ruangan Khea diketuk.


"Masuk!" ucap Khea tanpa mengalihkan pandangannya dari rancangannya.


"Persilahkan beliau masuk."


"Baik, Nona."


Dennis memasuki ruangan Khea, dan merasa kagum dengan design interior dari ruangan itu.

__ADS_1


"Anda ingin minum apa, Tuan? Minuman dingin atau panas?"


"Kopi saja," ucap Dennis, begitu juga dengan asistennya.


"Lani, buatkan kopi dia dan cemilannya jangan lupa."


Khe sendiri membuka kulkas yang ada di dalam ruangannya. Di dalamnya banyak minuman dingin dan buah. Dia membawakan buah itu untuk Dennis.


Khea memang menyediakan banyak makanan dan minuman di ruangannya, bukan hanya untuk dia atau tamu-tamunya saja, tapi pastinya untuk Gean.


"Apa yang mau Anda bicarakan?"


"Panggil nama saja, Khea."


"Oke. Apa yang mau kamu bicarakan, Dennis?"


"Aku ingin kembali mengajak kamu menjadi pemain di film terbaruku, ayolah!"


Khea berdecak kesal.

__ADS_1


"Kamu pasti mau memanfaatkan aku karena aku sedang menjadi pembicaraan hangat, kan? Agar film yang sedang kamu garap booming?"


"Kamu kan tahu sendiri, sebelum gosip itu aku memang Sidah tertarik mengajak kamu dan Gean, karena menurut pandangan aku, film itu memang kalian berdua yang cocok memerankannya."


__ADS_2