Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
59 Deo, Austin Dan Jessica


__ADS_3

Hari ini hari ulang tahun Dea, sahabat Khea. Mereka merayakannya dengan makan malam bersama di salah satu restoran.


"Mommy, Gean mau ke toilet."


"Ayo mommy temani."


"Tidak Mommy, Gean sudah besar."


"Tidak, Gean masih bayi di mata mommy."


Wajah Gean langsung manyun, tapi itu terlihat menggemaskan di mata Khea. Ibu dan anak itu lalu ke toilet.


Ara kini semakin dekat dengan Deo, Austin dan Jessica. Entah apa yang mereka perbincangkan saat ini, yang jelas mereka memang terlihat senang.


Brak


Suara gebrakan meja itu membuat Ara dan yang lain terkejut.


"Marco?"


"Oh, jadi begini? Aku tadi mengajak kamu makan bersama aku dan teman-temanku, tapi kamu bilang tidak bisa. Sekarang kamu malah double date dengan mereka. Kamu itu tunangan aku, Ara!"


Double date?


Jika dilihat, mereka memang terlihat seperti double date karena Khea dan Gean yang tidak ada.


"Sudah tunangan kok masih kecentilan," ucap Rissa.

__ADS_1


"Heh, jangan asal bicara kalau enggak tahu apa-apa," bela Deo.


"Jadi ini teman kencan kamu? Mereka ini teman-temannya Vana, kan? Ck ck ck, pantas saja kamu bisa bersahabat dengan Vana, ternyata kelakuan kalian sama saja!"


"Apa maksud kamu, hah?" Ara mendorong tubuh Rissa hingga gadis itu terhuyung ke belakang.


"Jangan kasar, Ara!" ucap Marco.


"Oh, jadi kamu membela perempuan jadi-jadian ini? Jangan-jangan kalian yang main belakang, toh saat ini kalian berdua saja, kan?" tanya Ara membakar perkataan Marco tadi.


"Jangan asal menuduh, Ara!"


"Kalian yang seharusnya jangan asal menuduh!"


"Ada apa ini?" tanya Nio. Nio datang bersama Ken dan Vara.


"Cepat minta maaf pada kami, karena kamu sudah menuduh kami!" perintah Rissa seenaknya.


"Kenapa aku harus minta maaf pada manusia macam kalian? Kalian sendiri, apa sudah pernah meminta maaf pada Khea karena kejahatan kalian selama ini? Hah? Dasar para manusia rendahan!"


"Apa kamu bilang?" Rissa yang kesal mendengar kata-kata kasar dari Ara, langsung mendorong gadis itu. Untung saja Deo bisa menahan tubuh Ara, kalau tidak pasti kepala Ara sudah terbentur meja.


Ara langsung menjambak Rissa, terjadi perkelahian di restoran itu. Mereka berusaha memisahkan Ara dan Rissa.


"Mommy, aunty Ara sedang bertengkar!"


Khea dan Gean langsung menghampiri Ara.

__ADS_1


"Berhenti, ada apa ini? Belum lama aku meninggalkan kalian kenapa sekarang seperti ini?"


Mereka langsung terdiam saat melihat kedatangan Khea dan Gean.


"Ara, ada apa? Belum lama aku tinggalkan ke toilet, tapi kenapa ada perkelahian?"


"Perempuan sinting ini yang memulainya lebih dulu. Dia dan Marco sudah menuduh aku macam-macam dan malah menghina aku dan kamu."


"Cepat minta maaf!" perintah Khea pada Rissa dan Marco.


"Cih, enggak sudi!"


Plak


Plak


Khea langsung menampar wajah Rissa.


"Sudah aku katakan berkali-kali, jangan pernah mencari masalah lagi denganku dan orang-orang yang aku sayangi."


Khea menatap mereka dengan tajam.


"Sudah cukup aku bersabar dengan sikap kalian sejak dulu. Minta maaf!"


Rissa akan membalas Khea, tapi tangannya langsung ditahan oleh Ken dan Nio.


"Jangan menambah masalah, Rissa!" bentak Ken.

__ADS_1


Rissa langsung terhenyak. Bagaimana bisa sahabatnya itu membentaknya karena lere itu, begitu pikir Rissa.


__ADS_2