
"Kuta tidak ada ga g tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang, makanya jangan terlalu berlebihan dalam masalah hati. Lihat sendiri kan bagaimana Khea sekarang? Kalau saja dulu kamu bersikap lebih bijak, mungkin dia tidak akan seperti sekarang ini."
"Tapi aku benar-benar tidak ingat telah melakukannya. Kalau saja saat itu aku tahu, pasti aku akan langsung menikahinya."
"Ya, selain tidak ingat, Taki kamu juga merasa tidak percaya, kan? Seperti yang Khea katakan, kalian terlalu terpaku pada sikap Khea yang pemaksa dan cinta buta padamu, jadi yang ada dalam pikiran kalian, kalau dia sudah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kamu."
"Nio, kenapa kamu sangat membela Vana?" tanya Rissa.
Nio berdecak kesal, melihat Rissa dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu, kenapa kamu terlihat sangat membenci Khea? Padahal masalah ini juga tidak ada hubungannya secara langsung dengan kamu, kan? Kalau hanya masalah sifat Khea yang arogan, aku pikir kamu cukup berlebihan."
Rissa mendengus, karena pada dasarnya doa memang tidak menyukai Khea.
"Apa kamu tidak belajar juga dari kejadian ini, Ris? Jangan terlalu membenci seseorang, apalagi dia tidak merugikan kamu, bisa-nanti itu merugikan diri kamu sendiri dan menjadi boomerang untuk kamu."
"Marco, kenapa kamu diam saja?"
"Aku juga tidak baik-baik saja."
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Ara memutuskan pertunangan kami."
"Kenapa?"
"Sejak awal kedatangan Vana, dia sudah meminta kedua orang tuanya untuk membatalkan pertunangan kami. Dia sangat marah padaku karena dulu bersikap tidak baik pada Vana. Apalagi ditambah masalah di restoran dulu, dia bilang aku selalu saja berpihak pada orang yang salah. Selalu membela bajingan seperti Ken, begitu katanya."
"Heleh, itu kan masalah Vana dengan Ken dan Vara, kenapa dia yang rempong!" ketus Rissa.
"Nah, itu dia. Itu masalah Khea dengan Ken dan Vara, kenapa kamu yang rempong?" balas Nio membuat yang lain merasa tertohok, terutama Rissa.
"Coba lihatlah diri sendiri sebelum menghakimi orang lain!"
Mungkin kalau dia sudah menikah dengan Vara beberapa tahun yang lalu, dia juga sudah memiliki anak dengan gadis itu. Memikirkan dia memiliki anak dari dia perempuan yang berbeda dan mendapatkan hak yang berbeda, membuat dia merinding resah.
Yang satu diakui dan disayang oleh seluruh keluarga.
Yang lainnya tidak diakui dan tidak mendapatkan kasih sayang sedikit pun dari mereka.
__ADS_1
Yang satu mempunyai orang tua yang lengkap dan tinggal bersama.
Yang lainnya hanya memiliki seorang mommy dan tinggal berdua saja.
Mungkin inilah jawaban dari semua keadaan ini, alasan kenapa dia dan Vara selalu menunda pernikahan mereka tanpa sadar alasan sesungguhnya.
Ada seorang anak yang tersakiti.
Ada seorang anak yang menuntut untuk mendapatkan keadilan.
Ada seorang anak yang terluka akan sikap buruk sang daddy.
Ada seorang anak yang tidak ingin memiliki saudara lain ibu.
Apakah benar begitu?
Rasa ingin memiliki semakin besar.
Rasa tidak ingin kehilangan lebih lama lagi semakin menguat.
__ADS_1
Rasa ingin bersama selamanya terus tertanam di hati.
Dan dia, akan terus memperjuangkan semuanya.