
"Dan untuk Gean, Daddy benar-benar meminta maaf padamu. Tolong maafkan kesalahan daddy di masa lalu. Meskipun selama ini kita belum pernah bersama, tapi begitu pertama kali melihat kamu, daddy sudah sangat menyayangi kamu."
Entah kenapa perkataan Ken itu menimbulkan getaran di hati orang-orang. Perkataan yang terdengar sangat tulus tanpa dibuat-buat. Wajah Ken yang sendu dengan sorot mata yang penuh luka. Terlihat jelas bagaimana hatinya begitu terluka dengan perbuatannya sendiri.
Nio yang menyaksikan konferensi pers itu dari internet, mengusap sudut matanya.
Inilah yang sejak dulu aku khawatirkan, Ken. Akhirnya kamu terjebak dengan situasi seperti ini. Andai saja dini kamu mau mendengarkan perkataan aku.
__ADS_1
Gean yang menonton di dalam kamarnya, hanya diam dengan tatapan yang sulit diartikan. Anak itu hanya memegang dengan erat gadget-nya. Begitu juga dengan Khea yang ada di kamarnya. Jujur saja, dia memang bisa merasakan dan melihat kesungguhan Ken dalam setiap perkataannya. Tapi apa semua itu sekarang ada gunanya?
Andainsaja dulu Ken mencari dirinya, menemaninya di saat kehamilannya dan selalu berada di sisinya saat dia melahirkan, juga membesarkan Gean bersama, pasti semuanya tidak akan serumit ini. Meskipun dulu mereka harus menikah tanpa cinta karena sebuah pertanggung jawaban, Khea mungkin masih bisa menerimanya.
Lain lagi dengan Vara
Gadis itu memejamkan matanya, dia sangat yakin belum pernah melihat Ken seterpuruk ini, dan dia belum pernah melihat Ken sesedih ini, bahkan terlihat sangat menderita. Bukan menderita secara fisik, tapi batinnya yang terluka.
__ADS_1
Ronald yang ada di ruang kerja, justru merasa senang. Baginya, laki-laki sejati memang harus mengakui kesalahannya. Meski malu harus ditanggung, hinaan harus didapat, dan beban berat harus dipikul, tapi itu masih jauh lebih baik daripada harus bersembunyi di balik nama baik.
Orang tua Vara, menghela nafas berat. Semua yang terjadi ini juga salah mereka. Andai saja dulu mereka tidak bersikap bodoh, hanya berpatokan pada karakter Khea yang penuh ambisi untuk mendapatkan Ken, pasti semuanya tidak akan seperti ini. Apa mungkin dulu lebih baik mengorbankan perasaan Vara demi Khea?
Sahabat-sahabat Khea, termasuk Ara hanya melihat siaran itu. Ara jadi teringat lagi perkataan Marco yang ingin menyatukan Khea dan Ken demi Gean. Ken memang terlihat sangat menyesal. Timbul sedikit perasaan tidak tega. Hanya sedikit saja, selebihnya gadis itu masih menyimpan kekesalan pada pria tampan itu.
Aku jadi pusing.
__ADS_1
Kembali ke Ken
"Tolong ijinkan Daddy ikut membesarkan kamu, memenuhi kebutuhan kamu dan memberikan kasih sayang yang belum pernah daddy berikan pada kamu Samali kamu sebesar ini. Ijinkan Daddy menjadi ayah kamu yang sesungguhnya. Ayo kita habiskan waktu bersama. Ayo kita pergi ke taman bermain, ke pantai atau tempat wisata lainnya seperti anak-anak lain bersama orang tua mereka. Daddy akan berusaha menjadi Daddy yang baik untuk kamu. Menemani kamu belajar dan bermain. Menjemput dan mengantar kamu ke sekolah. Gean, Daddy benar-benar meminta maaf yang sebesar-besarnya. Dan untuk kamu Khea, tolong maafkan aku dari lubuk hatimu."