Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
54 Adik Untuk Gean


__ADS_3

"Khea, bagaimana keadaan kamu? Papa dan mama datang untuk menengok kamu dan Gean," ucap Vanya.


Perempuan itu meletakkan barang-barang bawaannya di atas meja. Ada mainan juga kebutuhan memasak. Di belakang kedua orang tua Khea, juga ada keluarga Ken. Mereka janjian untuk menemui Khea.


"Apa kalian datang juga ingin menghina aku sebagai perempuan penggoda?"


"Tidak, kami tahu itu hanya gosip saja. Deo itu sahabat kamu, kan?"


"Tidak perlu cari muka. Perkataan kalian tidak akan mengubah sudut pandang ku tentang kalian."


💕💕💕


Hari ini adalah hari ulang tahun Gean. Khea sudah menyiapkan pesta ulang tahun yang meriah, yang dihadiri oleh sahabat-sahabatnya juga anak-anak panti. Ada juga rekan artis, sutradara dan para kru yang pernah menjalani kerja sama dengan Khea. Meskipun Khea tidak memiliki sahabat dari kalangan artis, tapi dia tetap mengundang rekan-rekan yang pernah menjalin kerja sama dengan dia.


Ada Nio juga tentunya, yang pernah menjadi Daddy Gean dalam sebuah film. Beberapa wartawan juga datang, padahal Khea tidak pernah mengundang wartawan.


Ya, tentu saja wartawan juga sangat pintar untuk mencari informasi.


Pamer!

__ADS_1


Itulah yang orang-orang katakan, yang tentu saja tidak menyukai Khea. Mereka menganggap pesta itu terlalu mewah untuk seorang anak kecil.


"Uang, uang aku. Yang kerja aku, yang ulang tahun anakku. Kenapa mereka yang repot? Bilang aja iri, karena gak bisa bikin pesta," ucap Khea dengan ketus.


Jessica tertawa, karena perkataan Khea itu terkesan sombong dan meremehkan orang lain.


"Lagian, kalau aku mau sedekah ke orang-orang, memangnya harus pamer?"


"Mereka kan nganan, pasti ada saja yang gak suka."


Keluarga Khea dan Ken juga datang, meski tidak diundang. Tidak mau acara ini sampai gagal, jadi Khea diam saja. Gean hanya diam melihat anak-anak panti yang bermain bersama.


"Ayo, Gean juga main sama teman-teman," ucap Khea. Gean hanya diam.


"Mereka ... tidak akan melakukan hal yang buruk pada Gean."


Tentu saja ada makna dari kata-kata Khea itu.


Mana mungkin anak-anak itu meledek Gean yang tidak punya Daddy atau mengatakan Gean itu anak haram. Karena mereka juga tidak punya orang tua. Tidak tahu dengan alasan apa mereka lahir.

__ADS_1


Mungkin dua-tiga di antara mereka juga terlahir dari hasil tindak kejahatan.


Mungkin anak dari hasil perselingkuhan.


Mungkin anak yang lahir dari pergaulan bebas dan lari dari tanggung jawab.


Mungkin karena orang tuanya terlalu miskin untuk membesarkan mereka.


"Jangan minder. Kalian anak-anak yang baik, orang tua mereka yang akan rugi."


Khea tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Gean mau bergaul dengan teman-teman seusianya. Sudah banyak cara yang dia lakukan, tapi tetap saja gagal.


Sudah sering juga Khea mengajak Gean ke panti asuhan, tapi anak itu tetap saja diam.


"Gean, ayo main sini." Yuri menggandeng dua anak dan meminta mereka mengajak Gean bermain bersama. Dua anak yang terlihat sangat ceria. Lalu anak-anak yang lain juga ikut bermain.


Khea menghela nafas berat.


"Aku harus bagaimana lagi?"

__ADS_1


"Mungkin harus memberi Gean adik, laki-laki dan perempuan," ucap Yuri santai.


__ADS_2