Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
106 Lima Anak


__ADS_3

...Warning!...


...Harap bijak, tidak patut ditiru!...


...🍃🍃🍃...


Foto-foto Gean terpampang jelas di billboard sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan.


Wajah tampan anak itu yang sedang memegang biskuit coklat dengan wajah cool membuat orang merasa sangat gemas. Beberapa perusahaan juga mulai mengontak Khea, sebagai ibu dari Gean untuk melakukan kerja sama.


Perusahaan sepatu juga ingin Gean menjadi model untuk produk mereka. Sepatu anak-anak yang terkenal di mana-mana. Khea menghela nafas berat. Dia memang senang kalau Gean mau mengekspresikan dirinya dengan main film atau iklan, tapi bukan berarti berlebihan. Dia tidak mau masa emas anaknya itu hanya dihabiskan di depan kamera saja. Dia lebih suka Gean main dengan teman-temannya sebayanya.


"Gean mau, Mom."


Anak itu memang bisa tampil dengan baik di depan kamera, tapi bukan berarti dia akan bersikap ramah kepada orang-orang. Dia tetap menjadi Gean yang di dingin dan irit bicara. Akan menatap orang-orang dengan pandangan menilai dan menjaga jarak.


"Apa kamu benar-benar suka?"


"Iya. Bukankah nanti kalau Gean menjadi pengusaha, akan seperti ini juga."


"Memangnya Gean mau menjadi pengusaha?"


"Iya, Mom."


"Bukan menjadi artis atau pelukis?"


"Itu hanya hobi saja, Mom."

__ADS_1


Khea diam, apa ini turunan dari ayah kandungnya? Apa dia mewarisi sifat Ken untuk yang satu ini?


"Gean tahu apa kewajiban Gean yang utama?"


"Belajar. Gean selalu mendapatkan nilai yang bagus."


"Ya sudah kalau Gean memang maunya seperti itu, tapi jangan sampai kelelahan, ya."


"Iya, Mom."


Semakin tinggi suatu pohon, semakin besar pula angin yang menerjang. Sama seperti Gean, meskipun dia masih kecil, buka berarti semua orang akan menyukainya.


Beberapa orang teman sekelasnya ada yang mengagumi dirinya, tapi banyak juga yang iri dengan keberuntungan anak itu yang bisa menjadi seorang artis cilik dengan bayaran mahal, dan selalu memakai barang mewah.


"Oh, dia kan anak haram. Kata mamaku, anak haram itu anak yang tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya. Lihat saja, dia tidak punya papa. Setiap hari yang mengantar jemput dia hanya mamanya, jadi dia tidak punya papa. Mamanya juga seorang perempuan penggoda, makanya bisa ada di dunia ini. Mamanya kan diusir dari rumah. Makanya mereka hidup seperti gelandangan dan meminta belas kasihan orang lain. Pasti dia bisa menjadi artis juga karena mamanya menggoda suami orang. Calon suami tantenya saja digoda sama mamanya."


Bruk


Gean memukul anak itu karena sudah menghina mommy yang sangat dia sayangi.


"Apa yang kamu lakukan? Dasar anak haram!"


Gean kembali memukul anak itu. Anak-anak yang lain sibuk menyirami dan memberi semangat, sedangkan tiga anak lainnya memisahkan.


"Raine, kamu jangan ikut-ikutan. Biar aku dan Chiro saja yang melerai."


Bruk

__ADS_1


"Aduh." Raine terjatuh karena didorong oleh anak yang dipukul oleh Gean itu.


"Dasar kalian anak-anak buangan. Kamu dan Raine itu anak pelakor. Sedangkan Chiro itu juga enggak punya mama. Mamanya kan pergi meninggalkan dia dan Daddy dia. Dasar anak-anak sampah." Chiro, Radhi dan Raine yang tadinya mau memisahkan, kini malah ikut dipukul oleh ketiga anak itu.


Guru-guru berdatangan, memisahkan kelima anak itu. Anak yang menjadi korban pemukulan itu hanya bisa menangis.


"Awas kalian, ya. Aku adukan pada kedua orang tua aku."


"Enggak takut. Kamu yang lebih dulu memulainya. Dasar, dia yang mulai, malah dia yang tukang ngadu. Weeee, makanya kalau masih ingusan enggak usah belagu."


.


.


.


.


Kalian pasti tahu kan, siapa itu Chiro, Radhi dan Raine?


Klo belum tahu, baca saja:


Akibat Pernikahan Dini


Jarak (Dikejar Hot Duda)


Mother

__ADS_1


__ADS_2