Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
91 I Love You, Daddy


__ADS_3

Ken berdiri tegak, lalu membungkukkan badannya, memohon permintaan maaf kepada Khea dan Gean.


Pro dan kontra tentu saja terjadi setelah berita ini disiarkan. Ini menjadi bukti bahwa kejadian beberapa tahun yang lalu memang nyata, bukan rekayasa atau pun mencari sensasi saja.


Orang-orang semakin membicarakan Khea, seorang designer yang akan bermain film produksi Jang Entertainment. Banyak yang menanti-nantikan film itu.


Setelah acara konferensi pers itu, Keluarga kembali berkumpul. Ingin rasanya mereka marah pada Ken, yang dengan gegabah mengambil tindakan tanpa berunding terlebih dahulu.


"Kalian ini, saat Ken melakukan tindakan yang benar, kenapa kalian malah marah, hah?" tanya Ronald.


"Bukan begitu, Pa. Tapi kenapa Ken tidak membicarakan lebih dulu kepada kami?"


"Aku hanya bertindak spontan saja. Memang tidak ada perencanaan terlebih dahulu. Untuk masalah Khea dan Gean, biar aku menyelesaikan semuanya menurut hati dsn pikiranku sendiri."


🌼🌼🌼


Hari ini adalah hari terakhir syuting. Mereka fokus pada adegan-adegan berbahaya. Ada yang menggunakan stuntman ada yang melakukannya seorang diri.


Khea telah didandani seperti seorang mafia girl. Wajahnya diberi riasan seperti orang yang telah mendapatkan banyak pukulan.


Setelah dirias, Khea memilih kostum yang cocok untuk adegan kali ini. Dia menggunakan celana panjang ketat berwarna hitam, lalu kaos putih pres body, yang tentu saja menunjukkan lekuk tubuhnya.


Bibirnya menggunakan lipstik merah maroon, semakin terlihat seksi untuk wajahnya yang cantik.


"Mommy, mommy tidak pantas menjadi seorang mafia," ucap Gean.


"Memangnya kenapa? Apa akting mommy sangat jelek?"


"Bukan, tapi karena mommy terlalu cantik. Mommy lebih pantas menjadi seorang ratu."


Mereka tertawa mendengar perkataan Gean yang memuji mamanya itu.


"Ratu antagonis?" tanya Khea lagi.


"No, tentu saja tidak, Mommy. Mommy itu ratu di hatiku."


"Aduh duh duhhh ... Gean, kenapa kamu so sweet banget, sih?" ucap Dianka, salah satu artis pemeran di film itu.


"Gean pasti akan menjadi idola baru. Banyak cewek-cewek yang nanti naksir pada Gean, loh."


Gean hanya melirik saja. Wajah dingin anak itu tetap saja terlihat tampan.

__ADS_1


"Oke, semuanya siap-siap, kita mulai lima menit lagi."


...Adegan dalam film...


Queen memukul wajah lawannya, kakinya tidak berhenti menendang. Mereka saling menepis tendangan dan pukulan. Sudah banyak anak buah mereka yang pingsan, tapi kedua orang itu tetap saja tidak menyerah.


"Matilah kamu, Queen!"


"Maumu!" Queen tersenyum mengejek. Diambilnya pistol di belakang tubuhnya.


Dor


Dor


Dor


Tembakan itu mengenai lengan lawannya, membuat pria itu kehilangan fokus, kaki Queen dengan segera menendang perutnya hingga dia mengeluarkan darah dari mulutnya.


Skip


Scene selanjutnya, bagian terakhir ....


Saat ini Queen (Khea), Kala (Nio) dan Blue (Gean) sedang berada di pantai.


"Aku akan menetap di Amerika," ucap Kala dengan lirih. Dia mencoba tegar, meski rasanya sangat sakit. Dia memang sangat mencintai perempuan di hadapannya ini, tapi kalau takdir tidak memihak, dia bisa apa?


Pria itu lalu menghampiri Blue yang sedang bermain di tepi pantai. Sesampainya di hadapan Blue, pria itu mensejajarkan tubuhnya dengan Blue.


"Blue, uncle akan menetap di Amerika. Jaga diri kamu dan mommy kamu, oke?"


Pria itu mengusap kepala Blue, memberikan tatapan teduh yang membuat orang-orang (dalam kehidupan nyata) ikut terbawa suasana.


"Uncle pergi dulu." Kala mulai melangkah, menjauhi Queen dan Blue.


"Daddy! Don't leave me alone!"


Blue berlari menghampiri Kala, langsung masuk ke dalam pelukan Kala sambil melompat.


Kala dengan sigap menggendong tubuh anak laki-laki itu.


"I love you, Daddy!"

__ADS_1


Mereka terpaku.


Ini tidak ada dalam naskah. Baik adegan maupun dialognya.


"I love you, Daddy. I love you so much."


Mereka menahan nafas. Menunggu bang J mengucapkan kata 'cut', namun satu kata itu tidak juga terucap.


Nio segera menetralkan degup jantungnya. Mengimbangi apa yang Gean ucapkan sebagai Blue.


"I love you too, Son!"


Queen menghampiri keduanya. Matanya sudah basah oleh air mata. Khea merasakan ngilu di hatinya saat Gean mengatakan semua itu. Perempuan itu mulai menangis, merasa bersalah karena Gean tidak memiliki sosok seorang daddy.


Mereka bertiga akhirnya berpelukan, dalam tangis haru dan rasa bahagia.


"Cut!"


Akhirnya bang J mengucapkan juga kata itu.


Perfect!


Batin mereka.


Ending cerita ini memang tidak sesuai dengan naskah. Gean mengubah semuanya, begitu saja.


.


.


.


.


Dah, dah banyak, ya🙂


Yang punya hadiah, bisa kirim ke sini.


Kopi, bunga, vote, like, komen, nonton iklan.


Oya, follow aku Ig aku, ya.

__ADS_1


@roze.greentea


__ADS_2