
"Kamu main di film ini juga?" tanya keduanya, lagi-lagi bersamaan.
"Iya." Mereka saling pandang, tidak menduga kalau hal ini akan terjadi.
Apa tokoh utamanya adalah Khea dan ... Gean? Apa nanti yang akan dikatakan oleh Ken, sat tahu aku beradu akting dengan mereka?
Dennis tersenyum melihat kebingungan di antara mereka.
"Karena sebelumnya kalian berdua sudah saling mengenal, saya harap tidak sulit membangun chemistry di antara kalian. Dan karena semua orang sudah berkumpul, sebaiknya kita segera mulai acaranya."
Suasana mulai hening. Khe tidak menyangka dia akan beradu akting dengan pria yang ada di hadapannya ini. Kenapa dunianya selalu saja berputar di antara mereka? Tapi ini bukan salahnya. Bukan dia yang menentukan siapa yang akan terlibat di film ini, dan tidak bisa juga membatalkannya karena masalah pribadi.
"Jujur saja, saya sangat antusias dengan film ini. Setiap pemeran sudah sesuai dengan karakternya masing-masing. Saya dsn tim tentu saja tidak main-main dan asal memilih saja."
__ADS_1
Mereka mengangguk, tanda mengerti. Anda rasa bangga dalam diri mereka, tentu saja. Dari yang mereka tahu, Dennis Jang bukanlah orang sembarangan yang akan asal comot tanpa memikirkan kemampuan para artis yang akan bermain di film produksinya.
Pernah beredar gosip kalau Dennis pernah memakai seorang artis pendatang baru karena sudah berani menggodanya, karena ingin mendapatkan peran utama. itu hanya gosip, benar atau tidaknya, mereka juga tidak tahu.
"Baik, jadi yang akan memerankan karakter utama perempuan yang bernama Queen, adalah Khea," terang Dennis.
"Dan pemeran pria akan diperankan oleh Nio."
Ada juga yang ragu dengan akting perempuan itu. Khea memang pandai dalam merancang pakaian, tapi belum tentu bagus dalam berakting, kan?
Ya, seperti itulah orang-orang. Tersenyum dan senang di luar, namun ngedumel dan iri di dalam hati.
Nio sendiri biasa saja. Dia cukup tahu bagaimana Khea. Kalau perempuan itu tidak merasa yakin, pasti tidak akan mau terlibat dalam proyek film ini.
__ADS_1
"Halo jagoan kecil, bagaimana kabar kamu?" tanya Nio menyapa Gean. Gean hanya melirik sekilas pada pria itu, dan tidak menjawab perkataannya.
Nio hanya tersenyum melihat sikap Gean. Dia sama sekali tidak merasa tersinggung. Meskipun tidak pernah melihatnya secara langsung, tapi Nio yakin kehidupan anak itu selama ini cukup sulit. Lingkungan dan keadaan juga pasti mempengaruhi karakternya. Selain itu, harus Nio akui, kalau sikap Gean ini cukup mirip dengan Ken.
"Dan saya merasa senang karena film ini akan disutradarai oleh Bang J. Selama ini film yang disutradarai oleh Bang J ini sangat laku di pasaran. Dan untuk penulis naskahnya, ditulis oleh Roze," ucap Dennis dengan sangat antusias.
Selanjutnya mereka membacakan beberapa dialog sebagai pembukaan, untuk melihat akting masing-masing. Mereka berakting cukup baik, hingga sampai ke bagian Khea.
"Jangan anggap aku perempuan lemah, apalagi kamu tidak tahu apa-apa tentang diriku. Kamu hanyalah orang bodoh yang diperdaya oleh keadaan." Mereka melihat ekspresi Khea saat mengucapkan dialog itu.
Nio meringis dalam hati.
Apa dia sedang berpikir kalau bicara dengan Ken?
__ADS_1