
Cinta bisa membuat orang buta.
Tidak peduli apakah yang dia lakukan salah atau benar.
Tidak peduli apakah akan ada yang tersakiti atau tidak.
Tidak peduli bagaimana cara dia mendapatkan semuanya.
Cinta yang teracik dengan rasa iri menghasilkan dendam saat apa yang diinginkan tidak tercapai.
"Dulu, kalian semua di sini mengatakan aku egois. Mengatakan aku keras kepala, mau menang sendiri dan tidak pernah peduli dengan perasaan orang lain. Tapi ternyata, ada lagi yang lebih dari aku. Si Vara ini, tidak pernah kau melepaskan Ken meski dia tahu Ken telah menodai aku dan menghamili aku. Dia terus saja mengejar-ngejar Ken, seperti tidak ada pria lain saja. Seperti tidak memiliki harga diri saja!"
Kata-kata yang menusuk hati Vara, juga kedua orang tua Vara dan Ken. Karena dulu Khea lah yang dianggap seperti itu oleh orang-orang.
__ADS_1
"Dan si Rissa ini, sama buruknya. Benar-benar tidak punya harga diri. Apa kamu pikir, dengan aku bersama Ken, maka Nio akan bersama kamu? Bahkan tanpa kehadiran aku pun, Nio belum tentu mau dengan dirimu."
Kini hati Rissa yang seperti diremas-remas.
"Dulu, aku memang pernah sangat mencintai Ken. Tapi aku tidak pernah berpikir untuk melakukan kejahatan. Aku tidak pernah berpikir untuk menjebak Ken tidur bersamaku, karena harga diriku jauh lebih penting dari apa pun. Wajar saja dulu aku begitu mengejar-ngejar Ken, meski dia tidak pernah mencintai diriku. Toh dia bukan suami orang, masih ada kemungkinan menjadi jodoh untukku. Aku tidak pernah memberikan keperawanan aku untuk memikat dirinya. Aku memang sering berpakaian seksi, tapi aku mempertahankan keperawanan aku. Aku juga tidak pernah berpikir untuk menjebak Vara tidur bersama pria lain agar Ken, kedua orang tuanya dan kedua orang tua Vara membenci dirinya dan menganggap rendah dirinya. Aku hanya berpikir, jika Ken telah benar-benar menikah dengan Vara, maka aku akan melepaskan dirinya. Jadi, siapa yang lebih rendah di sini?"
Vara menunduk, sedangkan Rissa masih memandang Khea dengan wajah congkaknya.
"Terserah kamu atau kalian mau mengatakan apa, yang penting aku sudah cukup puas. Kalian berdua sama-sama hancur, dan kamu memiliki anak haram."
"Sialan kamu. Tidak akan aku biarkan kamu mengatakan itu. Kamu sudah membuat anakku menderita."
Khea menampar wajah Rissa, bahkan menjambak dan mencekik perempuan sialan itu. Yuri ingin membawa Gean pergi, tapi anak itu tidak mau.
__ADS_1
"Ayo, Gean."
"No, aku tidak mau ada yang menyakiti mommy."
"Tidak akan ada yang menyakiti mommy Gean."
Ken berusaha menarik tubuh Khea. Bukannya dia takut Khea menyakiti Rissa, karena dia sendiri juga rasanya ingin sekali membunuh wanita laknat itu. Dia hanya tidak mau Khea terkena kasus kriminal dan membuatnya dipenjara dalam waktu yang sangat lama.
Mereka membantu Ken, tapi tenaga perempuan beranak satu itu ternyata sangat kuat. Wajah Rissa sudah tidak karuan. Keduanya saling menjambak dan mencakar.
"Aku bersumpah akan membalas kamu, sialan!" teriak Khea.
Gean ingin mendekat, tapi langsung dicegah oleh Yuri, Clara dan Jessica. Entah bagaimana keadaan psikis Gean, Jessica harus segera melakukan tindakan agar tidak berakibat buruk untuk perkembangan mental anak itu.
__ADS_1
"Jangan sakiti Khea lagi, ******!" bentak Ken.