Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
23 Sengaja


__ADS_3

23 SENGAJA


Tengah malam Khea terbangun. Dia melenguh pelan dan membiasakan matanya dengan penerangan lampu kamar.


"Ge ... an ...."


"Sayang, kamu sudah bangun?"


Khea melirik Ken. Dia mulai mengingat apa yang terjadi tadi pagi. Rasa panik mulai menghinggapi dirinya.


"Gean, anakku, Gean ...."


"Tenang, Khea. Gean selamat, dia sedang tidur saat ini."


"Aku mau Gean."


"Iya, tunggu besok pagi, ya. Sekarang sudah tengah malam, kasihan Gean." Ken berusaha memberikan pengertian pada perempuan itu. Percuma juga melihat keadaan Gean saat ini.


Khea kembali memejamkan matanya. Ken mengusap kepala Khea dengan lembut.


Keesokan paginya, Khea bangun dan langsung mencari Gean.


"Aku mau anakku. Jangan ambil anakku, jangan rebut dia!"


"Tidak akan ada yang merebut Gean. Ayo kita ke sana," ucap Ken.


Mau tidak mau, Ken harus membawa Khea pada Gean. Tidak ada gunanya juga menutupi semuanya dari Khea. Khea ibunya, dan yang paling berhak tahu akan keadaan Gean.


Ken mendorong kursi roda yang dipakai oleh Khea. Tubuh perempuan itu memang sangat lemah saat ini. Bahkan untuk berdiri saja, rasanya sangat sulit.

__ADS_1


Teman-teman mereka mengikuti dari belakang. Di tempat Gean, hanya ada mama Vara dan mama Ken, karena para suami mereka harus bekerja.


"Mana Gean?"


"Gean ada di dalam."


Ken membuka pintu ruang ICU. Air mata Khea langsung mengalir saat melihat kondisi anaknya yang seperti itu. Ibu mana yang tidak hancur melihat anaknya yang masih kecil terbaring lemah dengan dibantu alat penunjang kehidupan.


"Seharusnya aku, seharusnya aku yang seperti ini. Gean melindungi aku. Seharusnya aku yang melindungi Gean."


Ken jadi teringat perkataan pria yang juga ada di sana kemarin. Pria itu mengepalkan tangannya. Dia tentu saja tidak akan membiarkan penabrak itu lolos begitu saja.


"Aku tidak mau ke mana-mana, aku mau di sini."


"Tentu saja. Kamu akan dirawat di kamar yang sama dengan Gean."


Ruang tunggu keluarga bisa untuk Dhea dirawat juga. Lagipula itu akan memudahkan Ken dan yang lainnya menjaga Gean dan Khea.


Khea menggeleng, mana bisa dia makan disaat kondisi Gean seperti ini.


"Khea, kamu harus makan demi Gean. Jangan sampai nanti Gean sadar dan melihat sang mommy yang sakit."


Khea membuka mulutnya, menerima makanan itu meski terasa sangat sakit. Dia tidak peduli siapa yang menyuapinya saat ini. Pikirannya sibuk pada Gean seorang. Tubuhnya benar-benar lemah, seperti tak bertulang.


Khea kembali tidur setelah meminum obat. Tensinya sangat rendah dan dia butuh istirahat yang cukup.


"Dengar, kita harus mencari siapa pelaku penabrakan itu. Polisi masih menyusut pelakunya, tapi aku tidak sabar untuk menangkap orang itu," ucap Deo.


"Aku yang akan menangkap pelaku itu," ucap Ken ketus.

__ADS_1


"Kamu ...."


"Dengar kalian semua. Kita di sini sama. Sama-sama peduli pada Khea dan Gean. Hentikan dulu perselisihan yang ada. Kalau memang bisa bekerja sama, kenapa tidak? Toh tujuan kita juga sama, kan?"


Mereka diam mendengarkan perkataan Nio. Nio memang akan selalu menjadi penengah bagi Ken, sejak dulu.


"Sepertinya ini bukan hanya tabrak lari, tapi memang sudah direncanakan."


"Apa?"


"Tapi kenapa?"


"Ya sudah jelas karena orang itu tidak menyukai Khea."


"Apa Khea punya musuh?"


"Ya banyak juga orang yang tidak suka padanya. Misalnya saja Vara," ucap Ara ikut menimpali pembicaraan mereka.


"Hei, hati-hati, jangan asal bicara."


"Ck, aku hanya bilang Vara tidak suka pada Khea. Bukan berarti dia yang menabrak, kan. Lagipula juga ada Rissa—si nenek peyot!"


"Tidak mungkin mereka berdua. Rissa memang menyebalkan, tapi juga tidak sejahat itu," ucap Marco.


Ara langsung mendelik tajam pada Marco.


"Jangan salah paham. Aku hanya berteman dengan dia."


"Memangnya aku peduli, mau kalian hanya berteman atau kamu jadi pengasuh dia!"

__ADS_1


Bagi Ara, Rissa itu seperti debu yang bisa membuat alergi. Tidak baik untuk pernapasan, juga tidak bagus untuk kesehatan kulit. Mengingat cerita Khea di masa lalu, dia jadi paham kenapa Khea juga tidak suka pada Rissa.


__ADS_2