
Setelah malam pertunangan itu, sempat terjadi masalah di kedua perusahaan besar tersebut, akibat skandal yang Vana buat. Ada beberapa investor yang menarik saham mereka, dan penurunan konsumen di berbagai bidang. Tapi berkat keuletan Ken dan Vara, keduanya berhasil mengendalikan keadaan, dan semuanya akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.
6 Tahun Kemudian
Ken dan Vara semakin terkenal dengan kecekatan mereka dalam memimpin perusahaan. Kedua perusahaan yang bergerak di berbagai bidang itu semakin terkenal dan maju. Siapa yang tidak mengenal keduanya, yang selalu mendapat penghargaan dan digadang-gadang sebagai pasangan terfavorit.
Sejak malam pertunangan itu, kehidupan Ken dan Vara benar-benar tenang. Tidak ada lagi yang mengusik kehidupan mereka. Vana tidak pernah lagi kembali dan menampakkan dirinya. Keluarganya juga tidak ada satu pun yang mencarinya.
Ara, sahabat Vana yang mendengar berita tentang Vana begitu terkejut. Saat itu terjadi, Ara sedang berada di luar negeri, dan sampai sekarang tidak pernah bertemu lagi dengan sahabatnya itu. Dia berusaha mencari Vana, dan meminta tolong pada ayahnya untuk menemukan sahabatnya itu.
"Jangan bersedih terus, Ara," ucap sang mama.
Ara menghela nafasnya, merasa putus asa, harus bagaimana lagi dia mencari keberadaan Vana. Apa benar Vana hamil? Apa benar anak yang dikandungnya itu adalah anak Ken. Kalau bukan anak Ken, lalu anak siapa?
"Tiga hari lagi adalah pertunangan kamu, jangan memasang wajah sedih terus."
__ADS_1
Tiga hari lagi adalah pertunangan Ara, dan dia berharap sahabatnya itu bisa hadir dalam acara itu.
Siang ini, Ara datang ke butik untuk mengambil gaunnya. Melihat gaun yang begitu indah, wajah Ara langsung terlihat cerah. Perancangnya memang sangat tahu apa yang Ara inginkan. Butik ini adalah butik favorit Ara. Bukan hanya Ara saja yang suka menggunakan merek ini, para artis dalam dan luar negeri, pejabat, pengusaha, kaum sosialita, dan model juga banyak yang memakainya.
"Nona cantik sekali memakai gaun ini. Warnanya sangat cocok di kulit Nona."
Ara tersenyum, lalu kembali bersedih. Dulu dia dan Vana berjanji akan memakai gaun yang paling indah saat pertunangan dan pernikahan mereka.
Malam harinya, kedua keluarga besar berkumpul di restoran hotel. Mereka terlihat bahagia dengan hubungan kerabat yang sebentar lagi akan terjalin.
Ken tersenyum pada Vara, mereka saat ini sedang berada di restoran untuk bertemu dengan relasi bisnis mereka. Kedatangan mereka berdua di restoran itu mengundang banyak perhatian.
"Selamat siang," sapa seorang pria.
"Selamat siang, Tuan Gustav. Silahkan duduk."
__ADS_1
Pria yang bernama Gustav itu memandang wajah Ken, lalu Vara.
"Ada apa, Tuan Gustav?"
"Oh, tidak apa. Sayang senang bisa bertemu secara langsung dengan Anda berdua."
Selama hampir satu jam mereka membicarakan masalah bisnis, hingga akhirnya mencapai kata sepakat. Setelah itu, mereka makan siang bersama.
Agenda Ken selanjutnya sangat banyak. Dia harus meeting di beberapa tempat untuk membahas proyek baru yang akan diadakan tidak lama lagi.
"Tuan, acara fashion show akan diadakan dua minggu lagi. Banyak perancang dan rumah mode yang mengikuti acara ini."
Perusahaan Ken dan Vara adalah salah satu sponsor acara fashion itu. Vara sangat antusias dengan acara ini, karena salah satu pesertanya adalah designer kesukaannya, meskipun Vara belum pernah bertemu dengan orang itu. Vara juga salah satu orang yang sering menggunakan brand terkenal itu.
"Usahakan agar aku dan Vara bisa bertemu dengan perancangnya."
__ADS_1
Ken sangat ingin bertemu dengan designer itu, mungkin karena Vara sangat menyukainya, dan karena dia sangat ingin menyenangkan hati Vara.