
11 KESAKITAN YANG TERSIMPAN
“Ma,” panggil Vara dengan lirih.
“Sayang, syukurlah kamu sudah bangun. Di mana yang sakit? Bilang sama mama.”
“Ken mana, Ma?”
Mamanya menghela nafas berat, Ken baru saja ke perusahaan, ada rapat dengan rekan bisnis dari Singapura.
“Ma, Ken tidak akan meninggalkan aku, kan?”
Vanya tidak menjawab. Dia tidak mau memberikan harapan palsu pada anaknya itu, karena keputusan tetap ada di tangan Ken. Bahkan Vanya tahu, kedua orang tua Ken juga tidak bisa memaksa pria itu, atau mungkin juga akan mendukung Ken.
Vanya juga sudah tidak mau lagi memihak. Memihak pada Vara, akan menyakiti Vana. Memihak Vana, akan melukai Vara.
Vanya sadar, dia belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kedua anak perempuannya itu.
Sekarang, dia hanya berharap kedua anaknya akan rukun, selamanya. Agar jika dia sudah tidak di dunia ini lagi, mereka bisa saling membantu, menyayangi, dan menjaga, agar dia bisa tenang.
__ADS_1
“Jangan memikirkan apa pun. Kamu harus banyak istirahat, jangan stres.”
Skandal yang dilakukan oleh kedua keluarga ini sudah memberikan mereka banyak aib. Yang yang sudah diketahui oleh orang-orang. Ya, mungkin ini resiko yang harus diterima jika memiliki dua anak perempuan yang memiliki umur tidak terlalu jauh—terlibat cinta segitiga. Bahkan jika memiliki putra lebih dari satu dengan umur yang tidak terlalu jauh pun, bisa juga sama-sama menyukai gadis yang sama.
Tapi, kenapa ini harus terjadi dengan kedua putrinya. Mungkin dia terlihat egois saat itu, dengan memihak Vara untuk Ken. Tapi saat itu dia berpikir, kalau Vana masih terlalu muda, dia akan lebih banyak bertemu dengan pria-pria seusianya, bahkan mungkin jatuh cinta. Dia pikir, perasaan Vana pada Ken hanya sementara saja, karena dulu mereka juga sangat dekat, seperti adik kakak. Mungkin Vana hanya terbiasa, dan takut kehilangan kasih sayang seorang kakak.
Dan soal kehamilannya dulu, dia pikir itu hanya akal-akalan Vana. Dia takut pada akhirnya Vana pun tidak akan bahagia jika memaksakan keinginannya pada seseorang pria. Lebih baik menangis dan sedih di awal, daripada menderita seumur hidup.
Vanya memejamkan matanya, seharusnya di usia yang sudah tidak muda lagi ini, dia bisa tenang, bermain dengan cucunya, dan menikmati hari tua dengan melihat kebahagiaan anak-anaknya bersama pasangan mereka masing-masing.
“Sayang, kalau ... seandainya Ken memilih Vana, kamu harus bisa menerima takdir dengan ikhlas.”
“Bukan hanya karena Gean. Ini sudah jalannya seperti ini. Bagaimana pun juga, Gean adalah keponakan kamu. Apa kamu mau Gean hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua yang utuh? Apa kamu mau, keponakan kamu—anak sekecil itu dihina oleh orang-orang? Mama menyayangi kalian berdua. Salahkan mama yang selama ini, mungkin tidak bersikap adil pada kalian berdua. Mungkin bagi Vana, atau mungkin juga tanpa mama sadari, mama sudah membanding-bandingkan kalian berdua. Mama sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Kalian berdua anak kandung mama, anak yang mama besarkan dengan tangan sendiri. Mama tidak mau lagi salah mengambil keputusan atau memihak salah satu dari kalian. Jadi, yang mengambil semua keputusan adalah Ken. Sama seperti dulu, saat Ken yang lebih memilih kamu dibandingkan Vana.”
Vara menangis, dia menggelengkan kepalanya, tidak mau mendengar dan tidak mau menerima.
Selama bertahun-tahun, selama bertahun-tahun dia menunggu dan tetap setia, kenapa baru sekarang Ken memutuskan hubungan mereka.
Apa salahku?
__ADS_1
Hanya karena Vana memiliki anak darinya, padahal dia sendiri yang menolak anak itu mentah-mentah, tidak mau mengakuinya.
Apa sekarang mereka menjilati ludah mereka sendiri?
Ini belum seberapa, rasa sakit yang Vara rasakan belum apa-apa dibandingkan jika dia sudah tahu apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Mungkin dia akan merasa dirinya menjadi perempuan cacat?
Vanya tidak tahu, ujian apa yang Tuhan berikan untuk keluarganya saat ini. Kenapa hukuman untuk dia dan suaminya seberat ini?
Tidak, Vanya pun tidak tahu, kalau apa yang dia rasakan ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang Vana rasakan dulu.
Mereka tak pernah saling tahu, bahwa masih ada yang lebih menderita dari mereka. Rahasia kelam yang ditutup rapat-rapat oleh Khea. Rahasia yang membuat hidupnya jungkir balik.
Remuk bahkan hancur.
Apa jadinya kalau mereka tahu?
Rasa kesakitan yang tidak pernah Khea ceritakan pada siapa pun. Namun ... hanya orang-orang tertentu saja yang tahu ....
__ADS_1