Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
13 Salah Mengira


__ADS_3

Hari ini Ken kembali melihat Vana yang jalan dengan pria yang berbeda. Dia hanya melihat itu dari jauh, tanpa ada niat untuk menegur Vana. Untung saja dia melihat ini, jadi kalau nanti Vana kembali membuat ulah, dia bisa mengatakan apa yang dia lihat, agar gadis itu tidak bisa lagi berkutik.


Akhir-akhir ini keadaan rumah terlihat tenang. Vana tidak lagi membuat ulah, mungkin karena sibuk dengan ujian akhirnya. Mungkin dia juga sudah bisa menerima kalau Ken akan menjadi kakak iparnya.


Ken dan Vara juga disibukkan dengan kuliahnya, selain itu mereka berdua juga sibuk dengan perusahaan. Ken Vara memang sudah dipersiapkan untuk memimpin perusahaan. Keduanya benar-benar kompak dan dianggap menjadi pasangan ideal. Kabar akan pertunangan keduanya juga sudah terdengar dari kalangan pebisnis.


Banyak gadis anak dari relasi kerja ayah Ken yang tertarik dengan Ken, tapi Ken tidak peduli sama sekali. Baginya, Vara adalah yang terbaik. Kenapa dia Haris mencari gadis lain, sedangkan Vana saja tidak bisa membuat hatinya berpaling dari Vara.


Pria itu sudah tidak sabar menunggu malam pertunangannya. Dia tidak mau Vara didekati oleh pria mana pun, karena Ken sangat tahu kalau banyak pria yang juga berusaha mendekati Vara.


Aku tidak menyangka kalau sebentar lagi kita akan menikah.


Ken menatap foto Vara yang ada di ponselnya.


Hari ini Ken harus ke luar negeri untuk mendampingi papanya menemui rekan bisnisnya dan meninjau perusahaan yang ada di sana. Sudah beberapa kali dia harus bolak-balik ke luar negeri dalam bulan ini. Dia hanya komunikasi dengan Vara melalui pesan dan video call saja.


"Aku kangen sama kamu, Vara."


"Aku juga kangen sama kamu, Ken."

__ADS_1


Keduanya menceritakan tentang kegiatan masing-masing hari ini.


"Vana sekarang lebih pendiam dan sedikit pucat, aku jadi khawatir padanya."


"Mungkin dia kelelahan belajar untuk kelulusan dan masuk universitas," ucap Ken.


Ken merasa kagum pada Vara yang tetap sayang pada Vana meskipun Vana sudah sering bertengkar dengannya.


"Ken, kamu tidak akan membenci Vana, kan?"


"Aku tidak membenci dia, apalagi sebentar lagi dia akan menjadi adik iparku."


Ken jadi teringat saat dia beberapa kali melihat Vana berjalan dengan beberapa pria, mungkin saja salah satunya akan menjadi jodoh gadis itu.


...🍂🍂🍂...


"Batalkan pertunangan kamu dengan Ken, atau kamu akan menyesal!" ucap Vana tajam.


Vara menghela nafas. Dia pikir, Vana sudah menyerah karena beberapa hari ini terlihat tenang, ternyata pikirannya salah.

__ADS_1


"Cukup Vana, sampai kapan kamu mau seperti ini terus?"


"Aku bilang, batalkan pertunangan kamu dengan Ken!"


"Vana!" bentak papanya.


"Ken itu akan menikah dengan kakak kamu, kamu Haris terima itu!"


"Enggak, aku enggak akan menerima semuanya. Papa harus membatalkan pertunangan itu karena aku ...."


"Cukup! Vara, ayo kita ke perusahaan sekarang."


Mereka meninggalkan Vana begitu saja.


"Ma ...."


Mamanya pun hanya menghela nafas dan ikut meninggalkan Vana. Vana mengepalkan tangannya, dan emosinya bertambah karena tidak dipedulikan oleh mereka.


Ken menghela nafas saat membaca banyak pesan dari Vana yang meminta mereka untuk bertemu. Sama seperti Vara, dia pikir Vana sudah menerima dirinya sebagai kakak ipar, ternyata pikiran mereka salah besar.

__ADS_1


__ADS_2