Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
39 Ciptaan Yang Indah


__ADS_3

Sesuai janji Khea pada Gean, hari ini mereka akan menghabiskan waktu seharian berdua saja. Tidak ada merancang, membicarakan pekerjaan, atau menghubungi sahabat-sahabatnya.


Gean sudah menyiapkan beberapa kamera yang dia letakkan di berbagai sudut, agar bisa merekam kegiatan apa pun yang akan dia lakukan bersama sang mommy.


Di mulai dari bangun pagi, wajah menggemaskan Gean langsung terekam kamera.


"Morning anak mommy."


"Morning mommy-nya Gean."


Gean menguap, lalu mencuci mukanya di kamar mandi. Khea sendiri juga tidak mengerti, untuk apa Gean mereka kegiatan mereka hari ini.


Perempuan cantik itu lalu ke dapur, setelah memastikan anaknya itu sudah bangun. Tanpa diminta, Gean merapihkan tempat tidurnya. Dia kemudian ke dapur, membantu mommy membuat sarapan. Anak itu membuat sendir susunya, juga membuat teh untuk Khea dengan takaran yang sudah sangat dia hapal.


Khea tersenyum melihat kecerdasan dan kemandirian sang anak tercinta. Khea memeluk gemas Gean dan memberikan kecupan sayang di wajah Gean.


"Mommy sayang sekali pada Gean."


"Gean juga sayang sekali pada Mommy. Hanya Mommy yang Gean punya, jadi jangan pernah pergi meninggalkan Gean."


"Mana mungkin mommy meninggalkan Gean, karena Gean anak mommy."


"Ya Mommy. Seorang mommy tidak akan meninggalkan dan membuang anaknya, kan!"

__ADS_1


Deg


Jantung Vanya berdetak kencang. Tanpa Khea tahu, kalau video itu adalah live streaming yang dilakukan oleh Gean sejak dia bangun tidur tadi dengan wajah polosnya.


"Kamu benar, seorang mommy tidak mungkin meninggalkan anaknya."


Mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka. Orang-orang yang melihat acara itu, merasa kalau kegiatan mereka sangat alami sekali. Khea terlihat sangat natural tanpa makeup dan hanya memakai baju rumahan saja. Rambutnya bahkan digulung asal yang menunjukkan leher jenjangnya.


Khea membersihkan rumah yang lagi-lagi dibantu oleh Gean.


Ken merasakan kehampaan. Entah kenapa dirinya merasa diasingkan oleh kedua orang yang ada di dalam video itu. Sejak tadi matanya selalu fokus menatap layar, tanpa ingat untuk menanda tangani berkas atau kegiatan lainnya.


Hati dan pikirannya ingin merekam semua momen itu. Momen yang hanya bisa dia lihat melalui unggahan akun sosial media milik Khea.


Arka menatap bosnya itu dengan kasihan. Sejak kembalinya Khea, bosnya itu terlihat sangat kacau. Dia seperti orang yang kehilangan arah.


Ken masih menatap layar laptopnya, tanpa sadar wajahnya tersenyum ....


"Mommy, apa Mommy tahu kenapa mommy sangat cantik?"


"Kenapa?"


"Karena Mommy adalah mommy aku."

__ADS_1


"Betul sekali! Mommy sangat cantik karena mommy adalah mommy Gean."


"Tidak ada pria yang boleh mendekati Mommy. Mereka hanya akan menyakiti Mommy."


Senyum di wajah Ken langsung sirna. Ya, dialah pria yang telah menyakiti hati Khea.


Khea mengusap keringatnya, yang justru terlihat seksi dilihat. Mata Khea lalu melirik ke salah satu kamera.


"Gean, kenapa kamu meletakkan banyak kamera di sini?"


"Aku sedang membuat video tentang mommy. Ingin menunjukkan pada orang-orang kalau mommy adalah mommy terhebat di dunia ini."


"Menunjukkan pada orang-orang?"


"Ya."


"Apa ini siaran langsung?"


Khea mendekatkan wajahnya ke kamera, yang berarti wajah perempuan itu ter-zoom.


Wajah yang sangat jelas di layar, tanpa ada noda sedikit pun. Wajah yang putih mulus, tidak ada komedo apalagi jerawat. Buku maya yang lentik Daan mata yang terlihat tegas. Belum lagi bibir yang merah alami dan sangat menggoda.


Dia ciptaan Tuhan yang indah ....

__ADS_1


__ADS_2