
"Enggak boleh. Seharusnya kalian menjodohkan aku dengan kak Ken, bukan dia."
"Vana, kamu kasih muda, cantik, masih banyak pria yang menyukai kamu. Lagi pula, orang tua Ken memang ingin menjodohkan Ken dengan Vara."
"Vara saja yang sama pria lain. Kan anak dari rekan bisnis papa banyak, kenapa harus kak Ken? Pokoknya harus aku yang menikah dengan Kak Ken, bukan orang lain apalagi dia!"
"Jangan egois, Vana," ucap Bryan.
"Kalian yang egois. Sudah tahu aku menyukai kek Ken, tapi kenapa kalian malah menjadikan kak Ken dengan Vara? Aku kan juga anak papa mama, kenapa kalian pilih kasih?"
"Vana, ini bukan masalah pilih kasih. Lagi pula, Ken dan Vara juga saling mencintai."
"Aku dan kak Ken juga saling mencintai."
"Enggak Vana. Aku enggak pernah mencintai kamu. Aku hanya menganggap kamu adik, sedangkan ya g aku cintai itu Vara."
"Enggak! Kak Ken juga mencintai aku, hanya saja Kakak belum menyadari itu."
"Cukup Vana, jangan merendahkan diri kamu sendiri!"
"Aku tidak merendahkan diri aku sendiri, aku hanya memperjuangkan cintaku, apanya yang salah?"
"Vana, uncle dan aunty minta maaf ...."
"Uncle dan aunty tidak boleh menjadikan kak Ken dengan perempuan lain!"
__ADS_1
"Vana, Ken hanya menganggap kamu adik, tolong mengertilah!"
"Enggak, pokoknya enggak boleh. Dan kenapa kalain melakukan ini sembunyi-sembunyi, hah?"
Vana mengepalkan tangannya.
"Bisa-bisanya kalian bermain belakang. Dan kamu, kenapa kamu mau merebut kekasihku?" Vana menunjuk Vara dengan tajam.
"Vana, aku ...."
"Vana, sekali lagi aku tegaskan, aku buka. pacar kamu, dan tidak pernah mencintai kamu."
Vana yang tidak terima perkataan Ken, langsung menghampiri Vara.
"Kenapa kamu merebut pacarku!" Vana langsung menjambak rambut Vara dengan kencang, mengagetkan semua orang.
"Dia jahat, kalian semua jahat padaku!"
Vana semakin kencang menjambak rambut Vara, hingga rambut panjang itu banyak yang rontok. Vara sama sekali tidak membalas Vara, hanya berusaha melepaskan diri dari adiknya yang dikuasai oleh emosi itu.
"Hentikan, Vana!"
Mereka berusaha menjauhkan Vana dari Vara. Ken yang kesal orang disayanginya disakiti seperti itu, langsung menarik Vana dengan kencang dan mendorongnya hingga terjatuh.
"Kek Ken, kakak mendorongku?"
__ADS_1
"Inilah yang aku tidak pernah suka dari kamu. Kamu itu egois dan mau menang sendiri. Apa kamu pikir semua yang kamu inginkan harus kamu dapatkan, hah?"
"Tali aku mencintai kakak. Tulus dan sangat besar."
"Tapi aku tidak pernah mencintai kamu, sedikit pun."
"Aku tidak akan pernah mengijinkan kakak menikah dengan perempuan lain, apalagi dengan dia."
"Dengar, aku tidak butuh ijin atau persetujuan dari kamu. Cukup restu dari orang tuaku dan Vara. Kamu hanya anak kecil yang tidak berarti apa dan tidak ada pengaruhnya untuk aku. Paham!"
Vana mengepalkan tangannya, lalu tersenyum.
"Kamu akan menyesali semuanya, Ken!"
"Kenapa aku harus menyesal menikah dengan perempuan yang aku cintai?"
"Lihat saja, aku pasti akan menggagalkan pernikahan kalian!"
"Aku tidak takut dengan ancaman gadis kecil seperti kamu."
Vana lalu menatap benci pada pada Vara, lalu pergi dengan emosi yang menghiasi hati dan pikirannya.
Setelah Vana pergi, Ken lalu mendekati Vara dan mengusap rambut gadis itu.
"Pasti sangat sakit."
__ADS_1
Vara tidak menjawab, karena rasanya memang sangat sakit, mau berbohong pun tidak bisa.
"Kamu tenang saja, dia tidak akan bisa menggagalkan pernikahan kita. Kita akan segera menikah."