
Berita ini akhirnya bukan hanya melibatkan dan merugikan Rissa dan keluarganya saja, tapi juga tenaga pengajar di sekolah dan kampus Rissa, juga teman-teman sekolah dan kampusnya.
Mereka merasa ikut dirugikan. Bagaimana pun juga, sekolah menjadi tercemar karena Rissa diketahui telah menjadi simpanan om-om saat masih sekolah menengah pertama.
Semua informasi di internet dan televisi benar-benar komplit, tidak ada yang kurang satu pun.
Pertengkaran rumah tangga terjadi bukan hanya di satu keluarga saja, tapi banyak. Banyak istri yang menggugat cerai suaminya, diiringi sumpah serapah.
Pria-pria yang tadinya akan menikah atau sedang menjalin hubungan dengan perempuan, langsung kandas karena diputusin oleh kekasih atau calon istri mereka.
Pemilik gedung apartemen, meminta Rissa untuk pindah, karena apartemen ini jadi ikut tercemar, karena dianggap sebagai penampung pelacur.
Bahkan diketahui juga, kalau Rissa lah yang telah menjebak Ken, menyebarkan berita saat pertunangan Vara dan Ken dulu, mencoba membunuh Khea dan Gean, juga yang menyebarkan berita tentang kondisi kesehatan Khea.
Bukan hanya dihujat, bahkan kini Rissa selalu disumpahi okeh orang-orang.
__ADS_1
Rissa frustasi di dalam kamarnya.
Dia pikir, hidupnya akan tenang karena beberapa hari ini tidak terjadi apa-apa.
Ternyata tidak.
Di balik air yang tenang, ada gelombang yang siap menerjang.
Di balik angin yang tenang, ada badai yang siap menerpa.
Rasanya dia ingin mati saja. Ingin bunuh diri karena tidak sanggup menghadapi dunia. Tidak sanggup menghadapi orang-orang. Bagaimana bisa dia keluar dari tempat tinggalnya saat ini? Untuk membuka pintu saja, dia sudah ketakutan. Stok makanan di tempat tinggalnya telah menipis. Keuangan miliknya diblokir.
Bagaimana cara dia bertahan hidup?
Ya, bagaimana cara dia bertahan hidup? Jauh dari keluarga, menanggung aib, dan rasanya ingin mati saja.
__ADS_1
Itulah yang dirasakan oleh Khea dulu.
Dihujat oleh orang-orang yang menganggap dia penipu dan wanita murahan. Rissa meringkuk di lantai. Dia lemah, dan takut.
Di kampung, orang tua Rissa berusaha menghubungi perempuan itu, tetapi tidak bisa. Kaca rumah mereka sudah hancur. Serpihan-serpihan kaca itu berantakan di dalam rumah. Mereka pun sama, tidak berani keluar rumah. Santi—mamanya Rissa, pergi ke dapur, berharap ada stok makanan untuk mengisi tenaga mereka. Hanya ada satu butir telur. Beras pun tak banyak karena belum belanja. Uang bulanan yang biasa Rissa kasih, hanya cukup untuk kebutuhan sekolah Rossa dan hanya sedikit lebihnya. Suaminya sudah sakit-sakitan.
Mengingat uang itu, hati Santi menjadi sakit. Apa Rissa memberikan uang haram untuk keluarganya? Untuk menambah biaya berobat sang bapak dan uang sekolah Rossa.
Andai saja dia tahu akan seperti ini jadinya, pastinya dia tidak akan membiarkan Rissa sendiri di kota. Pantas saja dulu Rossa selalu memiliki barang-barang bagus, yang katanya diberikan oleh teman sekolahnya yang sangat kaya dan baik.
Apa Rissa iri dengan anak majikannya yang selalu bergelimang harta?
Apa Rissa malu memiliki orang tua yang hanya asisten rumah tangga dan supir?
Bisa dia lihat di televisi kalau selama ini ternyata Rissa berbohong, mengatakan kepada orang-orang kalau dia anak pengusaha yang menetap di luar negeri, dan hanya ada kerabat saja di sana.
__ADS_1
Rasa iri memang menghancurkan semuanya.