Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
84 Ide Marco


__ADS_3

Ken kembali ke perusahaan dengan hati riang dan terasa lebih ringan. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya yang tampan itu.


Apa seperti ini rasanya berbelanja dengan anak istri?


Istri?


Ya, Gean memang anaknya, tapi Khea bukan istrinya. Ken kemudian terisak, mungkin saja kalau sejak dulu dia sudah menikah dengan Vara, dia juga sudah memiliki anak dengan perempuan itu.


Teringat Cara membuat Ken memikirkan gadis itu. Sudah selama enam tahun pernikahan dia dengan Vara di tidak, dan sekarang kedua pihak keluarga sepakat untuk mengadakan pernikahan itu. Melihat Gean, apa membuat mereka antusias untuk memiliki cucu dari Vara?


Ken menghela nafasnya. Entah kenapa senyum dsn rasa bahagia yang tadi dia rasakan lenyap seketika.


Apa harus ditunda lagi atau lanjut?


Ken ingin menikah dengan Vara saat keadaan sudah membaik. Saat hubungannya dengan Gean tidak lagi seperti ini.

__ADS_1


Apa Gean akan semakin membenci dan menjauh dariku jika aku menikah dengan perempuan lain?


Apa nanti Gana tidak akan marah saat aku memiliki anak dari perempuan lain? Anak yang menjadi saudara tirinya sekaligus sepupunya.


Ken melemparkan dasinya dengan kasar. Rasanya dia menadi sesak nafas.


[Nanti malam ayo kita berkumpul!]


Pesan yang dikirimkan Ken kepada Nio dan Marco. Bukan hanya Ken saja yang frustasi saat ini. Marco juga begitu, karena pernikahannya dengan Ara gagal karena masalah Ken dan Khea.


"Tolong jangan mencampur adukkan masalah mereka dengan kita. Kamu tidak perlu membela sahabat kamu itu sampai segitunya, Ara!"


Marco terdiam, karena apa yang dikatakan oleh Ara itu memang benar. Dia tidak menyukai Khea karena dulu perempuan itu selalu bersikap manja pada Ken, dan egois, padahal bukan pada Marco dia bersikap begitu. Kado, kenapa Marco yang berlebihan pada Khea.


Marco jadi teringat perkataan Nio, jangan berlebihan dalam membenci orang, itu bisa jadi boomerang untuk diri sendiri. Dsn sekarang, bukan hanya Ken yang merasakan akibatnya, tapi juga Marco.

__ADS_1


Dua orang yang sedang membela sahabat masing-masing. Merasa kalau sahabat mereka adalah korban, dan diperlakukan tidak adil.


"Ara, bagaimana kalau kita menyatukan Khea dan Ken?"


"Apa maksud kamu?"


"Apa kamu tidak mau Gean bersama dengan kedua orang tuanya? Ayo kita buat mereka bersatu, sebelum Ken menikah dengan Vara."


"Dasar sinting, aku tidak akan melakukannya. Khea sangat membenci Ken."


"Tapi Khea pernah mencintai Ken. Itu semua hanya salah paham. Aku sudah mengenal Ken sejak bayi, jadi tahu bagaimana Ken itu."


"Ck, pasti kamu ada maunya, kan? Kenapa sekarang kamu membantu Khea? Padahal dulu sangat benci dengan sahabatku. Dsn jangan lupa, Vara itu juga sahabat kamu. Apa kamu mau menyakiti sahabat sendiri demi membela orang yang dulu kamu benci? Pasti ada apa-apanya, nih!"


Marco meneguk salivanya. Dia pikir kalau Khea dan Ken dekat, dia juga bisa menjadi lebih dekat dengan Ara dan memperbaiki hubungan mereka.

__ADS_1


"Kamu tidak tulus membantu Khea, kan!"


"Ara, aku memang bukan pria suci, aku tahu dulu aku sangat salah Sidah bersikap tidak baik pada Khea. Tapi ...."


__ADS_2