
Perusahaan utama milik keluarga Ken dan Vara hari ini sangat sibuk. Selain karena kehadiran para wartawan yang ingin mendapatkan konformasi dari kedua keluarga besar itu, para investor dan rekan bisnis pun ingin masalah ini segera diselesaikan. Harga saham menurun drastis. Ini bukan hanya karena masalah sepele, tapi apa yang terjadi di dalam video itu adalah menyangkut masalah pelecehan. Menodai perempuan di bawah umur hingga hamil dan tidak bertanggung jawab. Tentu saja banyak kalangan yang mengecam keras hal itu. Bagaimana bisa pria yang dianggap baik dan setia pada satu perempuan saja malah menodai calon iparnya sendiri dan malah menyangkal perbuatannya?
Bukan hanya Ken dan keluarganya, Vara dan kelurganya juga ikut dikecam. Bagaimana bisa kedua orang tua Khea malah mengusir anak perempuan mereka yang seharusnya mendapatkan pertolongan. Dan bagaimana bisa seorang kakak malah membela calon suaminya, apakah itu cinta buta?
Khea sendiri masih tetap berada di dalam apartemennya. Dia tidak pergi ke mana-mana. Bukan karena takut menghadapi para wartawan atau gunjingan orang, tapi Sidah tidak mau lagi membahas masa lalu. Tidak mau nanti anaknya dibawa-dalam masalah ini. Tidak mau anaknya ditatap dengan tatapan iba atau jijik karena Gean adalah anak hasil pemerkosaan.
Tapi bukan berarti juga rasa sakit itu telah hilang sepenuhnya. Tentu saja tidak. Meski tidak melihat video itu, tentu saja dia masih sangat ingat apa yang terjadi di pesta pertunangan itu.
Teman-teman Khea juga berusaha mencari tahu, siapa yang sudah berani menyebarkan video itu. Membongkar aib Khea yang Sidah tidak mau lagi berurusan dengan mereka.
__ADS_1
Biasanya, keluarga Ken atau Vara akan saling membantu jika ada yang mengalami kesulitan apalagi dalam masalah perusahaan. Tapi sekarang mereka sama-mengalami masalah berat. Ken bekerja lebih keras keras lagi untuk menaikkan kembali harga saham dan pemasukan perusahaan. Opini masyarakat tentu saja mempengaruhi harga saham.
Sekarang mereka sedang melakukan rapat internal, yang anggotanya tentu saja masih kerabat dan sahabat, juga beberapa rekan bisnis yang bisa dipercaya.
"Bukankah ini seperti bom waktu? Selama enam tahun lebih semuanya terlihat baik-baik saja, dan kini hal yang tidak terduga malah terjadi," ucap salah satu rekan mereka.
"Bryan, yang aku sesali dari kamu adalah kamu bertindak gegabah. Vana itu anak kamu, tidak bisakah kamu menikahi dia dengan baik?" ucap Dariel.
Dariel kemudian kembali memperhatikan Bryan, Hendrick, Ken dan Nio.
__ADS_1
"Apa kamu masih ingat, Bryan? Dulu aku pernah mengatakan padamu ingin menjodohkan salah satu anak perempuan kamu?"
Bryan lalu menatap Dariel, masih menebak-nebak arah pembicaraan sahabatnya itu meski dia sedikit bisa menebak.
"Saat itu aku sangat tertarik untuk menjadikan Vana menantu aku."
Deg
Mereka tidak ada yang menyangka dengan kerajaan Dariel. Kenapa Vana? Kenapa bukan Vara, pikir mereka.
__ADS_1
"Aku melihat sesuatu yang berbeda pada gadis itu. Memang dia itu terlihat angkuh. Kata orang-orang dia keras kepala dan egois. Apa yang dia mau harus dia dapatkan, tidak peduli sesulit apa Kun, maka dia akan terus berusaha."