Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
30 Gaun


__ADS_3

"Khea, kamu pilih gaun yang lain saja."


"Tentu."


Khea dan Ara kembali melanjutkan memilih gaun. Mereka berdua juga memilihkan jas yang sangat pas untuk Gean, membuat anak laki-laki itu semakin terlihat tampan.


"Seharusnya kamu tidak memperkeruh suasana, Rissa!" tegur Nio.


"Kenapa kamu jadi menyalahkan aku? Kamu juga Marco, seharusnya kamu menegur tunangan kamu!"


"Cukup Rissa! Jangan membuat Vana dan anakku semakin membenci aku!"


Deg


Jantung Vara berdetak kencang. Benar, Gean bukan hanya keponakannya, tapi juga darah daging dari pria yang sangat dicintainya. Vara bisa melihat wajah Ken yang terlihat sendu memandang Khea dan Gean.


Bagaimana dengan nasibku?


Sejak malam itu, Vara tidak berani bertanya pada Ken tentang hubungan mereka. Dia sangat takut dengan jawaban Ken jika pria itu akan meninggalkannya dan bertanggung jawab pada Khea dan Gean.


"Cepatlah kalian memilih!" ucap Ken pada Vara dan Rissa.

__ADS_1


Ken sendiri diam-diam mengikuti Khea, Ara dan Gean. Dia memperhatikan jas yang akan dipakai oleh Gean, dan meminta staf butik untuk memilihkan jas dewasa untuk dirinya yang sama dengan Gean.


Ken ingin sekali dia dan anaknya itu memakai jas yang sama modelnya.


"Nona-nona, selamat. Kalian adalah pelanggan ke dua puluh hari ini yang mendapatkan gaun ini secara gratis, termasuk jas untuk adik ganteng ini."


"Apa, benarkah?" tanya Khea.


"Benar Nona. Ini sebagai bentuk terima kasih kami pada para pelanggan yang ikut membantu membesarkan brand kami hingga bisa menjadi seperti sekarang."


"Wah, beruntung sekali kita," ucap Ara sangat senang.


Gaun yang dipilih oleh Khea sangat indah. Ara saja yang melihatnya sangat terpesona.


"Apa kamu mau gaun yang ini?"


"Tidak, ini lebih cocok untuk kamu. Aku akan memilih yang kain saja."


"Bagaimana dengan yang ini?" Khea memberikan gaun berwarna coklat keemasan pada Ara.


"Ini sangat indah. Tapi apa tidak masalah kalau kita mendapatkan gaun ini?"

__ADS_1


"Tidak masalah, Nona."


Rissa yang melihat itu sangat iri. Elain karena kedua gaun itu sangat indah, dia juga pastinya ingin mendapatkan yang gratis juga. Harga gaun di butik itu sangat mahal. Apalagi kedua gaun yang didapatkan oleh Khea dan Ara sangat indah dan berkelas, Sudah pasti harganya selangit.


Kedua gaun dan jas milik Gean dibungkus dengan hati-hati.


"Apa kita nanti juga Haris ke salon untuk mempercantik diri?" tanya Ara.


"Mommy aku selalu cantik, Aunty," ucap Gean.


"Gean benar. Mommy kamu Sidah sangat cantik. Wah, apa nanti banyak pria yang akan menyukai mommy kamu?"


"No, tidak ada pria yang boleh mendekati mommy. Mereka hanya akan menyakiti Mommy. Gean tidak suka!"


Ara langsung terdiam. Dia bisa melihat ekspresi wajah Gean yang sedih dan marah. Ara hanya tersenyum sedih melihat itu.


"Gean jangan takut. Tidak akan ada pria yang akan menyakiti mommy kamu lagi. Aunty juga akan menjaga mommy kamu dengan baik."


Diusapnya rambut Gean. Diam-diam mereka mendengarkan perkataan Gean. Hati Ken terasa sakit mendengarnya.


Andai saja Gean tahu kalau ayah kandungnya sendiri yang menyakiti hati mommy-nya, apa Gean akan membencinya?

__ADS_1


Ken berpikir, bagaimana kalau papanya menyakiti hati mamanya? Apa dia akan membenci papanya?


Dalam hati Ken langsung menjawab iya. Tentu saja dia tidak suka jika mamanya disakiti oleh siapa pun, apalagi oleh papanya sendiri, pria yang seharusnya menjaga mamanya dengan baik dan memberikan seluruh cinta yang dia punya.


__ADS_2