Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
50 Siapa Yang Paling Cocok


__ADS_3

Rissa menatap tidak suka pada Nio yang duduk bersama Khea dan sahabat-sahabatnya. Dia merasa seolah Nio sudah mengkhianati Ken dan Vara.


"Nio, kenapa kamu malah duduk bersama mereka? Apa kamu mau mau mengkhianati Ken dan Vara?" tanya Rissa


"Apaan sih, Ris? Aku kan hanya makan bersama mereka, memangnya apa yang salah?"


"Kamu kan tahu sendiri apa masalah Ken, Vara dan dia?" Rissa menunjuk Khea dengan dagunya, membuat sahabat-sahabat Khea merasa kesal dengan sikap perempuan itu.


"Kan yang punya masalah dengan Khea mereka, bukan aku," jawab Nio santai.


"Heh, perempuan enggak punya sopan santun, kalau mau merusuh mendingan pergi jauh dari sini!" ucap Ara kesal.


"Tahu, datang-datang malah bikin orang kesal. Dasar enggak punya adab!" sahut Jessica.


"Heh, ini enggak ada urusannya sama kalian, ya!" balas Rissa.


"Ini juga enggak ada urusannya sama kamu!"


"Sidah Rissa, kamu jangan memperkeruh keadaan!" ucap Vara.


"Vara, aku bukannya mau memperkeruh keadaan, tapi aku hanya mau membela kamu."


"Membela, memangnya kita apain tuh cewek sampai harus dibela?" tanya Austin.


"Tahu tuh, dasar sinting!"


"Apa kamu bilang?" tanya Rissa geram.

__ADS_1


Brak!


Khea menggebrak meja. Dia sejak tadi diam saja karena tidak peduli dengan orang-orang itu, tapi mereka selalu saja membuat dia kesal.


"Pergi kalian dari sini!"


"Vana, kami ...."


"Pergi! Kalian benar-benar orang yang memuakkan." Khea menatap mereka dengan pandangan jijik dan muak.


"Kamu!"


"Jangan membentak mommy aku!" teriak Gean pada Rissa.


"Gean ...." Vara mengusap pipi Gean, tapi langsung ditepis anak itu.


"Jangan menyentuhku! Aku jijik!" Gean mengelap pipinya dengan tisu. Dia benar-benar tidak suka disentuh oleh orang asing, apalagi oleh orang-orang yang tidak dia sukai.


"Sudah kubilang jangan pernah menyentuh anakku. Apa kalian sangat bodoh dan tidak berotak!"


"Vana, jangan seperti ini ...."


"Sekali lagi aku ingatkan pada kalian, jangan pernah lagi mengusik aku dan anakku, atau aku akan membuat kalian lebih menyesal lagi!"


Khea dan Gean langsung pergi meninggalkan orang-orang menyebalkan itu, diikuti oleh Ara, Jessica, Deo dan Austin.


"Pecundang!" ucap Austin pada Ken.

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼...


Setiap hari Kan akan menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Khea dan Gean. Entah itu ke tempat tinggal Khea atau tempat Khea bekerja. Bukan hanya itu, pria itu juga mengirimkan banyak mainan, baju, dan sepatu untuk Gean.


Hal itu tentu saja membuat Khea kesal. Siang ini dia berniat untuk mendatangi kantor Ken. Tapi dia tidak membawa Gean. Khea tidak mau Gean melihat pertengkarannya dengan pria bajingan itu.


Khea mendatangi perusahaan Ken dengan membawa barang-barang yang Ken berikan untuk Gean. Kedatangannya menarik perhatian para karyawan di perusahaan itu. Wajah angkuh Khea saat berjalan membuat mereka berbisik.


Meskipun terlihat angkuh, tali tidak bisa dipungkiri juga kalau Khea sangat cantik dan modis. Auranya benar-benar terpancar.


"Cantik banget!"


"Dan sangat modis."


"Bikin iri."


Mereka juga jadi membandingkan Khea dengan Vara.


"Cantiknya beda."


"Cantikan nona Khea."


"Kalau Nona Vara, cantiknya kalem. Kelihatan dewasa."


"Nona Khea mukanya enggak ngebosanin."


"Tapi kelihatan arogan, ya?"

__ADS_1


"Justru itu yang bikin kelihatan tambah cantik."


Ya, terus saja mereka membandingkan Khea dan Vara. Bukan hanya itu, bahkan sekarang mulai merambat ke dengan siapa bos mereka paling cocok, Khea atau Vara?


__ADS_2