Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
111 Ajakan Pergi


__ADS_3

"Benar, tidak akan lama lagi kami akan menikah. Persiapan sudah hampir seratus persen. Tolong doanya dari rekan-rekan semua, doa yang terbaik untuk kami berdua. Pernikahan ini bukan hanya tentang kami berdua saja, Tapi juga untuk kedua keluarga besar kami." Vara tersenyum di hadapan para wartawan yang mewawancarai dirinya.


"Nona Vata, ke mana tuan Ken? Kenapa sekarang kalian jarang terlihat bersama?"


Deg


Jantung Vara berdetak kencang, tapi doa berusaha membaut ekspresi wajahnya biasa saja.


"Ken sekarang sedang sibuk. Kami ingin sebelum pernikahan, semua urusan pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik, kado setelah menikah kami punya waktu untuk berbulan madu. Semoga saja kami juga segera memiliki momongan." Wajah Vara terlihat bahagia saat mengatakan kata momongan.


"Jadi Anda tidak akan menunda untuk memiliki anak?"


"Tentu saja tidak. Aku menyukai anak kecil."

__ADS_1


"Apa Anda juga akan menerima anak kandung Tuan Ken yang lainnya?"


Wajah Vara langsung berubah. Bicara tentang Gean membuat hati dia cemas.


"Tentu saja. Gean adalah anak kandung Ken, berarti akan menjadi anak saya juga. Selain itu, Gean juga keponakan saya."


"Apa pendapat nona Khea tentang pernikahan kalian. Apakah nona Khea memberikan kalian restu?"


"Kami tidak membutuhkan restu orang lain agar bisa menikah selain restu dari keluarga."


Tidak membutuhkan resto dari orang lain.


Anak itu lalu membuka ponselnya.

__ADS_1


"Aku dan mommy memang orang lain untuk orang-orang itu. Jadi mommy, ayo kita pergi saja dari sini. Di sini penuh dengan orang-orang jahat. Di sekolahku penuh dengan anak-anak jahat, orang tua mereka juga jahat. Kita tidak butuh mereka seperti mereka yang tidak butuh kita. Kita bisa hidup tanpa mereka seperti mereka yang bisa hidup tanpa kita. Mommy, jika nanti Gean akan memiliki adik, itu hanya dari mommy. Mereka tidak akan lebih bahagia dari kita."


Upload


Gean mengirimkan video pernyataannya itu, dan langsung ditonton oleh orang-orang. Ronald yang menonton pernyataan Vara dan Gean, langsung marah pada perempuan itu. Bagaimana bisa Vara mengatakan hal seperti itu. Kini cicitnya akan semakin benci pada keluarganya.


Dia langsung meminta pengacaranya untuk melakukan mediasi. Dia ingin hak atas cicitnya. Tidak mau lagi kehilangan pewaris sahnya. Tim kuasa hukum Ronald langsung bertindak. Mereka juga meminta bantuan kepada pihak yang menangani masalah anak-anak untuk mencari dukungan.


Cara yang juga melihat wawancara Vara dari tabletnya, hanya mendengus.


Apa katanya? Menganggap Gean seperti anak kandungnya sendiri? Yang benar saja, mana sudi Gean menganggap dia seperti mama kandung. Dia memang tidak layak menjadi seorang ibu. Kalau memang dia menyayangi seseorang anak dan peduli pada Gean, pasti dia akan melepas pria itu agar Gean memiliki ayah kandungnya.


Khea tersenyum sinis melihat Cara di layar. Bukan berarti Khea juga mengharapkan Ken. Tapi bisa dilihat bagaimana egoisnya perempuan itu dan keluarganya, tetap menikahkan mereka meski ada anak yang lebih berhak mendapatkan kasih sayang dari Ken.

__ADS_1


Marco dan Nio yang berada di tempat masing-masing, hanya bisa menghela nafas. Mereka berdua langsung menghubungi Ken, tapi tetap saja pria itu tidak bisa dihubungi. Keduanya berdecak kesal. Kalau saja mereka tahu di mana keberadaan pria itu saat ini, sudah pasti mereka akan langsung membawa Ken.


__ADS_2